Showing posts with label Cerdas Finansial. Show all posts
Showing posts with label Cerdas Finansial. Show all posts

Saturday, October 7, 2017

Belajar untuk menjadi Cerdas finansial

Konsisten perlu banget latihan
Akhirnya tantangan 10 hari kelar juga..walaupun sering kehabisan ide, klo konsen eeh ada aja yang seliweran mampir..

Cerdas finansial untuk anak banyak sekali tahapannya, yang utama untuk orangtua adalah aware terhadap kejadian sehari-hari. Menginstal ke pikiran anak bahwa rezeki adalah dari Allah. Allah tidak menciptakan manusia dengan sia-sia, hargai dan carilah peran hidup masing-masing, jalani passion dengan sabar, maka pada saat yang tepat janji Allah pasti terbukti.

Untuk anak-anak dididik tentang konsep rejeki, bukan hanya anak-anak justru konsep ini harus dipahami orang tua terlebih dahulu. Namun jika belum baiknya bersama-sama dengan anak untuk belajar. Rezeki adalah dari Allah berupa kesehatan, keluarga, jalinan pertemanan, bukan hanya uang. Memberikan keyakinan pada diri sendiri bahwa Allah menjamin rezeki buat makhluknya namun kemuliaan yang wajib dicari. Jika mencari rezeki dalam hal ini uang, tidak meningkatkan kemuliaan diri kita dan keluarga maka tinggalkanlah. Sangat terinspirasi dengan kalimat rezeki sudah pasti, kemuliaan yang harus dicari. So... utamakan kemuliaan diri dan keluarga..



Thursday, September 28, 2017

Do your passion and money will follow

Do your passion and money will follow

Menuju cerdas finansial dimulai dengan langkah pertama juga ternyata...
Dimulai dengan mengenal diri sendiri, dan mengenal tugas di dunia..

Menggali potensi diri, kekuatan diri, mulai dari yang di sukai dan bisa, mulai dari yang kecil. 

Sekilas pandangan

Anak pertama sukanya craft, suka mengobrol, suka banget belajar bahasa, suka menjalin persahabatan, suka bersepeda, suka berenang. Banyak sekali potensinya. 

Anak kedua senang sekali menggambar, gambarnya penuh ekspresi, suka detail, ceria, suka berpikis logis, suka berenang juga, penyayang binatang, punya rasa empati yang tinggi. 

Anak ketiga masih semua senang, yang ga seneng klo diatur, dijadwalin kegiatannya, kecuali dia sendiri yang menjadwalkan, suka binatang, suka dan menikmati hotel, suka menonton tivi banget (ini yang paling susah dihilangkan dari aktivitasnya), masih suka dibacakan cerita, punya empati yang tinggi, dan lain-lain.


Namun seiring berjalannya waktu harus ada salah satu yang dipilih dan ditekuni..itulah yang berkaitan dengan "apa peranmu di dunia ini". Melalui passion, seseorang akan berjuang untuk itu, akan meluangkan waktu untuk menjalaninya, akan berusaha bertahan walaupun banyak aral melintang. Dengan catatan tetap memperhatikan adab dalam memilih dan menjalaninya.


Wednesday, September 27, 2017

Berbagi itu menyehatkan

Salah satu hal yang ditanamkan ke anak adalah berbagi, buat anak di atas 7 tahun berbagi sudah mulai dibiasakan. Perlu dimotivasi bahwa berbagi itulah yang membuat rezeki menjadi berkah. Dari uang yang kita punya sisihkan sebagian untuk mereka yang membutuhkan. 

Di sekolah dibiasakan berinfaq seminggu sekali, jika mampir ke masjid untuk sholat anak-anak dibiasakan pula agar memasukkan uang ke kotak infaq. Dan ingin sekali anak-anak ikut terlibat project "berbagi dengan sesama" semisal sedekah nasi bungkus atau berbagi rezeki ke panti asuhan terdekat, atau mengumpulkan baju mereka yang sudah tidak dipakai tapi masih bagus. 

Memberi pengertian kepada anak-anak bahwa menyedekahkan sebagian harta kepada orang lain, artinya memberi manfaat buat sekitar, kita ikut juga merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan. Dengan berbagi, membuat aliran rezeki semakin lancar, seperti halnya jika kita rajin mendonorkan darah, maka tubuh kita akan lebih sehat, karena tumbuh sel darah baru sebagai pengganti sel darah yang telah dikeluarkan.

Cerdas Finansial ternyata luas sekali, termasuk didalamnya konsep berbagi rezeki dan lain-lain. 

Tuesday, September 26, 2017

Main pasar-pasaran

Pada suatu hari, saya sedang memasak, mitha  anak 6 tahun tidak kehabisan ide untuk bermain. 
"Bunda, mitha main beras yaa?"
"Iya boleh.."

Lalu dia mencari kantong plastik, dan mulai berjualan, sedikit demi sedikit beras dimasukkan ke kantong plastik.

"Mitha lagi ngapain?"
"Mitha jualan beras, Bun"

Eh ternyata lagi berimajinasi

"Oh jualan, ini lho ada timbangan"

Lalu saya mengeluarkan timbangan untuk menimbang "jualannya". Saya jelasin sedikit tentang angka-angkanya klo ada yang beli sekilo jarumnya harus menuju ke angka 1 kg, berasnya ditimbang dulu dan seterusnya. Langsung dicoba. Ceritanya ada yang beli masing-masing 5 ons dan sebanyak 5 kantong. Mulailah dia menimbang, menakar berasnya dan memasukkan ke kantong plastik. Saya perhatikan aktivitas ini menjadi permainan yang menyenangkan buat dia. Selama beberapa waktu dia menikmati aktivitas "jualannya". Tidak lupa dia mengambil dompetnya dan mengambil uangnya sebagai alat pembayaran. Mungkin karena sering saya ajak ke pasar, dia selalu memperhatikan apa saja yang dikerjakan penjual, dan dia ingin mencobanya. 

Masih sangat panjang perjalanan untuk menuju cerdas finansial tapi semoga bisa menjadi bekal untuk melangkah ke tahap selanjutnya.


"Jualan beras"







Monday, September 25, 2017

Belajar mengelola uang sendiri

Mulai berdiskusi tentang melatih mengelola keuangan dengan anak terbesar. 

Menurutnya bunda memberi bulanan sebanyak jumlah tertentu. Uang tersebut dipakai untuk keperluan pribadi dan tidak boleh dipakai untuk suatu keperluan yang berlebihan. Dia sudah setuju dan akan dimulai besok. Sudah pegang uang sendiri untuk infaq, jajan, dan keperluan sehari-hari. Dan aa pencatatan serta semacam pertanggungjawaban yang sewaktu-waktu bisa bunda minta.

Baiklaah nak, tadi bunda tawarkan untuk pegang ATM sendiri masih belum mau. Okedeh bertahap aja yaa... 

Sunday, September 24, 2017

Tips cerdas finansial untuk anak

Dari buku yang disusun oleh Naila M.Tazkiyyah yang berjudul "Buku Harian Anak Cermat" Cerdas Dan Hemat ada 12 tips Cerdas Keuangan Untuk Anak. Saya tulis ulang disini agar lebih mudah mengingat dan gampang aksesnya.

1. Selalu sisihkan uang saku sebagai tabungan dulu sebelum diginakan untuk hal lain, lebih baik lagi kalau berbagi juga dijadikan prioritas.

2. Membawa bekal ke sekolah bisa menjadi alternatif penghematan. Membantu orangtua menyiapkan bekal snack atau makan siang jika diperlukan. Selain hemat karena uang jajan bisa ditabung, tentunya lebih sehat dan terjamin kebersihannya.

3. Selalu ingat, hanya membeli sesuai kebutuhan bukan keinginan. Misalnya saat kehausan setelah berolahraga dan kita lupa membawa bekal minum, cukup beli air mineral yang memang kita butuhkan untuk menghilangkan haus, bukan membeli minuman lain hanya karena ingin seperti minuman teman lainnya.

4. Matikan alat elektronik yang tidak dibutuhkan seperti mematikan lampu kamar mandi saat keluar, mematikan AC saat tidak diperlukan, menutup kulkas segera agar hemat energi dan penghematan lainnya

5. Sempatkan membuat daftar barang yang mau dibeli saat akan berbelanja, hindari membeli barang yang tidak diperlukan.

6. Pilih barang layak pakai milik kalian atau tetangga dan keluarga dekat, buat sebuah acara semacam Garage Sale dan hasil dari acara tersebut ditabung atau diberikan kepada saudara yang membutuhkan.

7. Pilah sampah yang ada di rumah berdasarkan jenisnya. Jika ada yang bisa didaur ulang maka pisahkan. Sisa sampah yang telah dipilah bisa ditabung juga di bank sampah yang ada di sekitar rumah.

8. Praktekkan pelajaran seni karya dari sekolah. Bagikan sebagai promo awal, jika ternyata disukai, bisa dijadikan salah satu usaha menambah tabungan.

9. Menawarkan jasa untuk mendapatkan penghasilan sendiri. Misalnya : menjaga adik kecil, membersihkan kebun dll

10. Mencari tambahan penghasilan dengan menjajakan dagangan di depan rumah misalnya jus buah, kue-kue atau lainnya.

11.  Bersama ayah atau bunda belajar membuka tabungan, menabung, mengambil uang dari bank atau jenis lembaga keuangan lainnya.

12. Jangan buru-buru membuang barang bekas. Coba buat kreasi dari barang-barang bekas. Misalnya membuat tas dari kaos bekas atau lainnya. Cari ide untuk reuse atau recycle barang bekas tersebut.

Demikian tips dari Naila M. Tazkiyyah perlu banget untuk dipraktekkan di keluarga kita. Mengajarkan kepada anak untuk menabung, berjualan untuk mendapat penghasilan yang halal, membeli sesuai kebutuhan dan bukan keinginan.

Saturday, September 23, 2017

Dimulai dari hal yang kecil

Dalam sebulan ada aja jatah di daerah kami untuk pemadaman listrik, walaupun di sini penghasil batubara nomor 2 di Indonesia. Ironis sekali jaman udah merdeka selama 72 tahun, masih ada saja pemadaman listrik bergilir. Entah mungkin distribusinya kurang merata atau apalah.. sehingga selain itu kami pun merasakan voltase yang turun mendadak normalnya 220 volt bisa menjadi 150 volt.. kebayang deh, lagi enak menikmati ruangan dingin tiba-tiba AC mati dan susah dingin. Udah banyak peralatan elektronik yang jadi korban. Tapi usaha menghemat energi harus tetep dikampanyekan ke anak-anak.

Anak-anak mesti mengerti caranya menghemat energi, energi listrik terutama. Mematikan lampu, kipas angin yang sudah tidak dipakai. Menyalakan AC secukupnya, dan selalu menjaga agar pintu tertutup.

Kalau menghemat energi listrik ini otomatis pengeluaran untuk pulsa listrik bisa ditekan. Walaupun tarif listrik selalu naik. Demikianlah salah satu cara untuk menuju cerdas finansial, selalu mulailah dari langkah yang kecil.

Friday, September 22, 2017

Dimulai dari diri sendiri

Menjelaskan konsep rezeki ke anak berarti juga belajar memahamkan konsep rezeki pada diri sendiri. Perbaikan mindset tentang konsep rezeki harus dimulai dari orangtua. 
Rezeki sudah dijamin Allah, tugas kita adalah menjemput rezeki tersebut dengan cara yang baik dan halal. Dulu ketika akan resign dari kerja kantoran, ada kekhawatiran akan berkurangnya penghasilan. Ini adalah bukti ketidakyakinan saya terhadap rezeki yang Allah kasih ke saya. Padahal pintu rezeki itu luas, tidak hanya gaji yang didapat dari kantor, bisa jadi pintu rezeki berasal dari suami, atau rezeki yang berupa kesehatan, kesejahteraan, teman yang baik, tetangga yang baik, persahabatan, komunitas yang saling menguatkan, dan anak sholehah adalah rezeki yang tiada ternilai.

Berusaha mengajarkan kepada anak untuk melibatkan Allah dalam setiap kejadian yang belum pasti. 

Misalnya: 
Menunggu kapan bis akan datang
Saya katakan "Ayo berdoa sama Allah, agar bis cepat datang"

Saat menunggu yang dilakukan pasti tetap harap-harap cemas dan tetap bersabar, sambil mengerjakan yang lainnya, tidak diam saja.

Jika akhirnya bisnya cepat datang itu adalah kemudahan dari Allah.

Begitu juga saat anak punya keinginan atau mimpi tertentu, menanamkan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dan mampu memenuhi permintaan apapun, asalkan kita yang meminta ini memiliki kepantasan untuk menerimanya. 

Cerdas finansial ternyata bukan cuma mengelola keuangan, bahkan cerdas finansial dimulai dari mindset tentang konsep rezeki bahkan yang kita lakukan sebenernya bukan mencari uang..tapi mencari peran apa kita hidup di dunia..
Karena jika kita menjalani apa yang menjadi passion kita, money will follow..



Thursday, September 21, 2017

Yuk mulai belajar mengatur pengelolaan uang,

Selama ini pengenalan terhadap bagaimana mengelola uang masih sangat minim, karena anak-anak masih belum reguler menerima uang saku. Uangnya ada jika saat lebaran tiba yaitu dari para om, pakde, tante ataupun bude. Dan serelah itupun uangnya langsung ditabung. Belum ada pengelolaan atau pengaturan pengeluarannya. Karena seluruh pengeluaran masih dtanggung oleh saya. 

Pelan-pelan perlu menyusun project untuk saya dan anak yang tujuannya melatih pengelolaan uang untuk anak-anak, pencatatan dan pertanggungjawaban terhadap penggunaannya.

Kendalanya mereka belum bisa menyimpan dengan baik uang atau barang berharga lainnya, masih perlu di latih lagi untuk peduli dengan barang berharga atau uang miliknya.

Wednesday, September 20, 2017

Menabung Kebaikan Yuk

Project untuk mitha usia dibawah 7 tahun untuk pengenalan konsep rezeki. Berlaku juga untuk anak-anak usia di atasnya. Bahwa rezeki tidak hanya berupa uang, rezeki itu juga berupa kesehatan, keluarga yang hangat, tetangga yang baik, kelancaran urusan dan lain-lain. Tadi siang sambil mengobrol santai saya nanya ke mitha.

Bunda : "Mitha, mitha mau umroh ga?, umroh itu melakukan ibadah seperti yang dilakukan Nabi Iberahim dulu. Kita melihat Kabah yang dibangun Nabi Iberahim dan nabi Ismail, melihat sumur zamzam dan meminum airnya, melihat langsung unta, pohon kurma, padang pasir, bukit berbatu, seperti yang pernah kita baca sama-sama kisahnya. Nanti klo kesana kita akan melihat dan merasakan langsung"

Mitha: "Mau, Buun. Nabi Ismail yang nangis itu ya Bun, terus kakinya dipukulkan ke tanah"

Bunda: "Iya, kakinya dihentakkan ke tanah"

Mitha: "Mau juga lihat dan megang unta"

Bunda: "Klo mau harus nabung dari sekarang, ga sering jajan"

Mitha: "Mitha punya uang tapi recehan dan koin, Bun"

Bunda: "Menabung juga ga harus uang, mitha bisa nabung kebaikan, dan Allah pasti akan balas kebaikan Mitha, sesuai keinginan baik."

Mitha: "Nabung kebaikan itu apa?"

Bunda: " Nabung kebaikan itu membantu orang lain, membantu bunda, cuci piring misalnya, beres-beres, bangun pagi, sholat, baca quran, berangkat mengaji, dan lain-lain"

Dan barusan dia selesai cuci piring tanpa disuruh dan makan sendiri, ini aja udah bikin bunda happy banget..

Baru tahap awal.. pengenalan konsep rezeki dan konsep keyakinan akan rezeki Allah. Kita sama-sama belajar ya, Nak..

Tuesday, September 19, 2017

Damri atau Taxi?

Dalam perjalanan menuju tempat camping di Bogor, dari bandara untuk menuju bogor banyak pilihan moda transportasi, diantaranya

Naik taxi bluebird dari bandara langsung menuju bager (bogor arasy green esu resort) dengan biaya sekian

Naik damri sampai ke bogor, berhenti di botani square kemudian lanjut ke Bager atau lokasi campingnya dengan grab car dengan biaya sekian.

Setelah anak-anak kami berikan pilihan dengan mempertimbangkan biaya, dengan tetap mengutamakan keamanan dan kenyamanan, akhirnya kami memilih menggunakan moda transportasi umum yaitu damri. Selain itu alasan lain biar lebih terasa suasana campingnya.

Di bis damri mereka enjoy dan kebetulan dapat kursi paling depan, pandangan luas dan bisa lebih menikmati perjalanan. Jadi mereka belajar bahwa dengan harga yang relatif murah perjalanan bisa tetap menyenangkan dan sampai ke tujuan dengan selamat.

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...