Showing posts with label IIP. Show all posts
Showing posts with label IIP. Show all posts

Monday, October 19, 2020

Passion Canvas



Happy selalu mendengarkan dongeng bu Septi.
Kali ini tentang Passion.

Kembali lagi dengan mengambil 1 dulu passion diantara banyak passion yang dipunyai. Jika satu passion ini berhasil dimanage, maka dengan mudah dapat memanage passion berikutnya.

Passion yang saya jadikan pilot project adalah Memasak. Lebih spesifiknya “Memasak dengan prinsip Eating Clean”. Lebih detil saya ceritakan di passion canvas.

Passion ini berharap akan lanjut ke passion for bisnis, passion for service, passion for people

Apa yang saya tuliskan benar-benar dari hati, semoga Allah meridhoi.

Tantangan yang terbesar sebenarnya adalah menaklukkan diri sendiri. Di jaman dimana semua hal tentang belajar sangat dimudahkan, kursus online bertaburan, peralatan canggih dengan harga terjangkau pun ada, hanya kemauan dan tekad kuat yang tak bisa dibeli. Walaupun ini adalah passion, mengapa mengasahnya pun kadang banyak alasan?

Selalu ada saja alasan untuk tidak menekuninya, fokus kemana-mana akhirnya tak kunjung menjadi karya. Ughh.. bener kata rasul, orang yang hebat adalah orang yang berhasil mengalahkan diri sendiri.

Terlalu banyak minat, berujung tak satupun menjadi passionate
Semua hanya biasa-biasa saja, tak bahagia menjalaninya, dan masih merasa bingung passion ku apa yaa lebih jauh lagi misi hidup aku apa yaa?

Ngapain aja di dunia? Udah jalanin puluhan tahun lhoo
Itulah mengapa fokus sangat penting, satu aja dulu. Yang nantinya akan membuka jalan ke arah tujuan. 

Dan juga inilah pentingnya berjuang bersama-sama atau berjamaah. Didalam jamaah, kita menemukan berbagai macam ide, yang tadinya terasa sudah mentok, ada ide segar dari teman-teman. Menemukan energi baru untuk berproses bersama. Bahagia, ternyata kita bisa berkontribusi agak lebih luas selain di keluarga. Menyumbang ide, mengambil peran yang sesuai dengan kekuatan kita. Ini sebagai latihan untuk berdampak pada sebuah lingkungan yang lebih besar lagi. Dalam simulasi ini adalah Hexagon City.

Tapi ingat ini perlu terus dijaga energinya. Energinya mesti bahagia menjalaninya, titik kebahagiaan itu adalah Passion.

Setelah berdiskusi dengan teman-teman satu Co Housing Memasak akhirnya kami memiliki passion project: Sajian Sehat Praktis

Disini masing-masing dari kami berkontribusi dalam memberikan 3 macam resep yaitu resep makanan, resep minuman dan resep cemilan yang sudah diuji coba bahkan sudah menjadi menu andalan keluarga.

Nantinya akan dikumpulkan dan dibukukan menjadi buku resep.

Berikut passion canvas saya



#bundaproduktif1
#hexagoncity
#cohousing5
#institutibuprofesional
#jurnalketiga

Saturday, February 24, 2018

Setahun Kelas Bunda Sayang

Setahun kelas Bunda Sayang

Alhamdulilah 
Senang  telah melewati kelas Bunda Sayang ini. Tahapan pertama Kurikulum bunda sayang telah selesai diberikan. Saya berharap dapat menerimanya dengan baik. Dengan langsung praktek melalui tantangan 10 hari membuat ilmu semakin melekat. 

Sangat disayangkan jika ilmu yang sangat berharga ini hanya berhenti dalam sebuah tulisan-tulisan tanpa praktek dan action. Apa gunanya coba?? Begitu banyak Badge yang didapat untuk apakah? Jika ilmunya tak dimanfaatkan dan tidak diterapkan.

Ilmu itu mudah lari, agar tidak hilang maka sekuat tenaga berusaha mempraktekkannya. Agar tak sia-sia pengorbanan waktu, tenaga, pikiran. 

Konsisten untuk sebuah hal sangat diperlukan. Banyak badge adalah simbol dalam Institute Ibu Profesional ini sebagai tanda kekonsistenan. Namun perjuangan dalam kehidupan nyata akan terus berjalan. Tantangan di Kelas Bunda Sayang hanyalah sampel saja. Selebihnya komitmen pada diri sendiri akan diuji lagi. Niat sebenarnya akan lebih diuji lagi. 

Dalam tahap Bunda Sayang cara penyampaian materi banyak menggunakan cara-cara yang lebih menantang dan merangsang peserta untuk lebih “mikir”. Wajar yaah.. ibu profesional memang harus cerdas, lebih sering mikir dan banyak belajar lagi supaya tidak cepat terserang penyakit “lupa” dan malas mikir...hehehe.. pengen banget sering-sering webinar agar mendengar langsung suara ibu Septi yang bersemangat, berharap ketularan semangat dan energi positifnya.. love you buu Septi

Sampai pada tahap ini saya sangat bersyukur dapat menyelesaikannya, banyak terimakasih untuk ibu Septi dan Pak Dodik, serta para Fasilitator yang menginvestasikan banyak waktu untuk mendampingi para peserta. Semoga semua akan berbuah manis dan dapat memetik hasilnya. Dan Allah dapat membalas segala kebaikan dan keikhlasannya. Tak lupa kepada teman-teman seperjuangan. Bersama kita bisa...

Akan ada lagi tahapan berikutnya.. perlu tetap menjaga semangat dan menambah amunisi lagi agar semua tantangan  tuntas..tas...tas...

Alhamdulilaah..
Sampai bertemu lagi dalam kesempatan berikutnya.. tetap semangattt..

Monday, February 19, 2018

Kakatu dan Rumah Sains Ilma

Kakatu, Rumah Sains Ilma

1. Kakatu

Informasi saja bahwa Kakatu adalah aplikasi yang berfungsi sebagai parental control yang membantu membatasi waktu anak dalam menggunakan handphone atau tablet.

Aplikasi ini bisa di download untuk smartphone atau tablet dengan android.

2. Rumah Sains Ilma

Rumah sains ilma diakses melalui blog www.rumahsainsilma.wordpress.com


Buat anak-anak usia sekolah dasar dan menyenangi sains, baik sekali membuka Blog ini sebagai referensi untuk bereksperimen. 

Eksperimen mengenai makhluk hidup, sifat dan perubahan benda, macam-macam energi, gaya, bumi dan antariksa. 

Panduan eksperimen ini mulai dari alat dan bahan, cara bereksperimen, alasan mengapa terjadi demikian, ada pembahasannya. Untuk memandu anak-anak, sebaiknya tidak langsung diberikan pembahasannya tapi berikan kesempatan mereka untuk menjawabnya. 

Selamat menyimak, seru banget eksperimennya, kejadian-kejadian yang sering kita temui sehari-hari. Saya yang membaca pun jadi menambah pengetahuan lagi tentang sains.








Sunday, February 18, 2018

Google Play Movie

Google Play Movie

Program ini sudah sejak lama ada sejak kami berlangganan indie home tapi belum pernah dimanfaatkan secara optimal. Sampai suatu saat saya dan suami menjadwalkan untuk menonton bareng di rumah. Film lucu yang efeknya bisa saling mengakrabkan antar suami istri. Tertawa bersama, dan menciptakan momen seru berdua saja. Waktu itu kami menonton “There’s something about Mary”. Jadwal nonton selanjutnya apa yaa yang seru lagi...


Karena jauhnya bioskop sekitar 6 jam perjalanan, kita bisa tetap menikmati film-film favorit yang sesuai. Pilihannya bisa dengan menyewa atau membeli. Jika hanya ingin menyewa, membayar beberapa puluh ribu untuk 48 jam akses. Setelah itu film tidak bisa diakses lagi. Pilihan film untuk anak juga tersedia lengkap. Yang terpenting pada saat menonton tetap didampingi dengan orang tuanya. 

Program ini bisa juga diinstall di smartphone.
Bisa menonton film dimana saja asalkan tersedia jaringan internet. 




Friday, February 16, 2018

Viva video


Aplikasi berikutnya yang sering dipakai adalah viva video, aplikasi ini memudahkan kita untuk menyimpan foto atau video dalam bentuk yang lebih menarik. Foto maupun video dapat kita pilih sesuai yang diinginkan, diselingi dengan music yang menambah efek tertentu terhadap suasana momen yang kita abadikan.

Thursday, February 15, 2018

Muslim Pro



Sebuah aplikasi yang diinstall di Handphone saya salah satunya adalah Muslim Pro, sangat membantu saya sebagai umat Islam. Fitur-fiturnya :
Memberikan alarm waktu sholat
Membantu menentukan arah kiblat 
Menyediakan Al Quran dalam bentuk visual maupun audio
Membantu kita dalam beristiqomah membaca Quran, karena disediakan notifikasi kapan dan ayat berapa yang harus dibaca.
Ada fitur 99 asmaul husna secara visual lengkap dengan artinya. Namun jika ingin menggunakan fitur audio, harus mendownloadnya terlebih dahulu.




Wednesday, February 14, 2018

Cookpad

Ada aplikasi khusus untuk mencari resep yang kita inginkan namanya adalah “Cookpad”

Aplikasi ini menyajikan resep-resep yang telah dicoba oleh komunitas cookpad. Sebagai pengguna aplikasi cookpad, jika ingin berbagi resep favorit pribadi ke komunitas, bisa langsung kita upload dengan cara klik “tulis resep” dan lengkapi kolom bahan-bahan, cara pembuatan, foto masakan. Dengan cara ini resep favorit kita bisa juga dicoba oleh orang banyak dan banyak yang merasakan kelezatan dari resep yang kita bagi. 

Selain itu, buat yang ingin coba-coba resep tertentu bisa mengupload hasil masakannya pada menu “re-cook”. Pengirim resep pasti akan senang jika ada orang lain yang mau mencoba resepnya sekaligus hasil fotonya. 

Resep yang saya coba adalah “Tumis cumi asin pedas”

Hmmm.. membuat lidah bergoyang



Tuesday, February 13, 2018

Blogtouch Pro

Aplikasi yang telah saya pakai dan sangat membantu sekali dalam penyelesaian tugas-tugas bunda sayang atau keperluan menulis saya adalah Blogtouch Pro

Ada dua versi, versi pertama Blogtouch Pro untuk pengguna Blogger sedangkan versi kedua Blogtouch Pro untuk pengguna Wordpress.

Aplikasi ini memungkinkan untuk saya mengupload tulisan dan beberapa gambar ke blog tanpa harus membuka laptop. Hanya pencet-pencet melalui handphone saja. Bisa dilakukan saat sedang mengantri, sedang dalam perjalanan panjang, sedang menunggu boarding atau dimanapun asalkan ada sinyal yang cukup untuk melakukan upload. Sebelum memakai aplikasi ini saya harus membawa laptop jika akan pergi ke luar kota dalam waktu beberapa hari. Untuk saat ini tidak ada alasan lagi untuk tidak menulis karena telah adanya kemudahan teknologi.




Youtube

Sebuah media yang bernama youtube sudah sangat mendunia, apapun bisa dicari lewat youtube ini. Media ini sangat bermanfaat sekali jika kita memang mencari kebaikan di dalamnya. Dan menjadi media perusak moral jika kita salah dalam memanfaatkannya.  Saya sering mendengarkan kajian-kajian atau ilmu-ilmu parenting lewat youtube ini. Contoh lain saat ingin mengetahui bagaimana membuat sebuah kreasi berupa kerajinan tangan, membuat kue atau jajanan untuk keluarga. Cukup dengan mengetik kebutuhan kita pada tombol search.

Begitu juga anak-anak saya, banyak memanfaatkannya untuk membuat sebuah karya. Seperti Nisa menonton youtube untuk melihat bagaimana membuat bros bunga dari merajut. Saat ini Nisa sudah bisa menghasilkan puluhan bros dari hasil panduan menonton youtube. Bahkan dijual saat “bussiness day di sekolah”. 

Satu lagi Nisa memanfaatkan youtube untuk mengenal dan belajar bahasa sekaligus tulisan korea. Mulai belajar bagaimana menyapa orang lain dengan bahasa korea, memperkenalkan diri, ungkapan-ungkapan kekaguman dalam bahasa korea. 

Selain itu untuk berlatih gerak tubuh atau meluweskan gerakan, anak-anak senang mengikuti dance dari saskiasdance via youtube.


Sunday, February 11, 2018

Blogger

Sebuah media yang telah kami terapkan di keluarga adalah media sosial berupa Blog. 
Saya memakai blog sejak tahun 2011 namun aktif kembali sejak ikut kelas Ibu Profesional, Saat ini postingannya sudah ratusan, hebat ibu profesional membuat blog saya menjadi berisi. Semangat ini kemudian saya tularkan kepada anak-anak saya. Yang sudah lumayan aktif menulis, anak pertama saya Nisa. Walaupun tetap harus diingatkan untuk mengisi blognya.

Blognya 


Dengan memiliki blog, Nisa bisa menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan. Dalam menulis ini dia pun belajar penulisan huruf besar, tanda baca dan lain-lain secara langsung. Ide-ide tulisannya berasal dari kesehariannya atau apa yang sedang disukai bahkan tentang sebuah keinginannya yang belum tercapai. 

Sebagai pelengkap, ilmu untuk mempercantik blog, saya dan Nisa belajar dari rumah inspirasi berupa video berlangganan selama setahun. Kerapkali saya berjanji pada diri sendiri untuk mencermati video-video tersebut namun karena banyaknya hal lain yang membutuhkan perhatian, akhirnya tertunda. Kami bersepakat lagi untuk mempelajarinya selepas Nisa menyelesaikan ujian UNnya.



Paint

Aplikasi/program yang sering dipakai tiara dalam menyalurkan bakatnya adalah “paint” di Laptop kesayangannya. Tiara sering menggambar “my little pony” versi manusia, “castle cats” versi manusia. Menggambar binatang, anime, komik dengan cerita pendek dan lain-lain. Melatih menggambar dengan paint sangat excited buat tiara, banyak file gambar yang telah dihasilkannya. 

Saya masih mencari-cari program animasi untuk keperluan tiara agar berlatih membuat animasi.

Adiknya ikut nimbrung
“Kak, tolong gambar princess nanti saya warna”

“Jangan princess, castle cats aja dijadikan versi manusia”

“Okee...”

Dan saya disampingnya membayangkan tahu isi panas-panas dengan “ceplusan” lombok rawit dan petis ditambah secangkir teh hangat..enaknya sambil menikmati sore yang dingin..

Hhmmmm cuman membayangkan agaknya perlu saya ini perlu kehangatan.

“Udah jadi belum Kak Tiara gambarnya, dan adik yang mewarna?

“Udah bun, ini diaa”






Friday, February 9, 2018

Reading Eggs, Razkids, IXL math dan Zenius

Reading Eggs, Razkids, IXL math dan Zenius

Saat ini banyak aplikasi yang beredar diperuntukkan bagi pengguna yang ingin mempermudah proses tercapainya tujuan. Misalnya saja jika ibu (baca: saya) kurang menguasai bahasa Inggris namun ingin mengajarkan bahasa Inggris dengan fun dan disekitar kita belum ada tempat kursus atau kalaupun ada harus dengan biaya yang relatif mahal. Terdapat pilihan aplikasi untuk mengakomodir kebutuhan ini, yaitu Reading Eggs, Raz kids untuk bahasa Inggris dan IXL untuk matematika. 

Untuk berlangganan harus membayar dengan jumlah  dan  waktu tertentu. Semua berbahasa Inggris. Jika ingin yang berbahasa Indonesia bisa mencoba Zenius. Berikut link untuk aplikasi tersebut




Ketiga aplikasi ini yang dipakai anak-anak dalam membantu mereka memahami bahasa Inggris, Matematika dan mata pelajaran lainnya (aplikasi Zenius). Untuk anak seusia 6 atau 7 tahun masih perlu pendampingan dalam menyelesaikan tantangan dalam aplikasi tersebut. Sejauh ini anak-anak menyukainya, terutama anak saya yang kedua yang memang tekun dalam mengerjakan sesuatu. 

Karena sifatnya hanya membantu, tetap pendampingan orang tua dibutuhkan. Pada aplikasi Reading Eggs terdapat games-games yang menarik, anak-anak bisa keasyikan bermain.  IXL math menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantarnya, orang tua perlu memastikan agar tidak terjadi salah persepsi.

Wednesday, February 7, 2018

Review diskusi tentang Stuktur Organisasi dan ide lainnya

Review diskusi kelompok Mentari Nusantara

Dalam Matrikulasi Tambahan ini, kelompok disusun secara acak terdiri dari 15 orang berasal dari berbagai kota.

Dalam diskusi menghasilkan beberapa kesepakatan yaitu sebuah struktur organisasi yang ideal sesuai potensi sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Dan juga dibahas mengenai tugas pokok dan fungsi masing-masing beserta program kerjanya.

Banyak ide-ide bermunculan dari masing-masing kota. Di salah satu kota struktur organisasi sudah sangat lengkap dengan kegiatan yang beragam, dapat memberi masukan kepada pengurus kota yang lain. 

Tantangan yang dihadapi pada masing-masing kota dapat dipecahkan dengan saling bertukar ide dan pendapat.
Semisal
1. Bagaimana mengatasi silent reader para pengurus kota/member?
- Adalah dengan sosialisasi Code of Conduct (COC). Diharapkan member menjadi aktif atau memutuskan untuk keluar dari grup.
- Bisa juga dengan cara diberikan tantangan untuk share buku yang telah dibaca, dan untuk member yang kurang aktif yang terpilih.
2. Jika diadakan kopdar yang hadir hanya sedikit hanya sekitar 30 persen dari seluruh member, dikarenakan kendala jarak dan kesibukan. Solusinya pemilihan waktu dan tempat yang mudah dijangkau member.
3. Kesulitan mencari pengganti PJ Rumah Belajar. Sebenarnya Rumah Belajar terbentuk karena ada orang-orang yang berminat dan merupakan passionnya minimal sebanyak 5 orang. Jika belum 5 orang maka Rumah Belajar belum dapat terbentuk. Bukan membentuk wadah rumbelnya terlebih dahulu baru kemudian mencari orang-orang/personilnya. Dan kesulitan mencari Penanggung jawab Rumah Belajar tidak menjadi masalah seandainya betul cara awal pembentukannya.
4. Jika sering mengadakan event hanya divisi yang terkait yang terlibat sehingga tidak merata tanggung jawabnya. Solusinya: jika sering atau mengadakan event tertentu, untuk pemerataan tanggung jawab di buat Open Recruitmen untuk menjadi panitia, dan semua harus terlibat sebagai bagian dari prinsip berbagi dan melayani.
5. Ada pengurus kota yang bercerita tentang terbentuknya Divisi Kids Corner dibawah Manager Offline. Pada saat diadakan event besar, Divisi Kids Corner bekerja sama dengan Rumbel Playdate untuk mengisi kegiatan di kids corner untuk kids dan juga teens. Namun yang telah banyak dilakukan saat ini adalah Kids Corner diadakan dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, dan orang tua yang menitipkan anak membayar dengan jumlah tertentu.

Demikian diskusi kelompok Mentari Nusantara, hasil diskusi ini menjadi bekal untuk berorganisasi di kota tempat tinggal kami. Semoga dapat menjalankan organisasi ini dengan prinsip saling berbagi dan melayani.




Sunday, February 4, 2018

Andai aku menjadi

Seandainya saya merupakan bagian dari kelas berbagi Tanjung dan saat ini masih mendapat amanah sebagai Sekretaris “Kelas Berbagi Tanjung" yang saya lakukan adalah seperti yang saya ceritakan berikutnya.

Kelas Berbagi ini akan dimaksudkan sebagai wujud peran dari ibu profesional yang ingin bermanfaat buat masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar dan tempat berkumpul, tempat bersosialisasi para ibu dan anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilannya.

Untuk itu harus didukung program kerja yang layak. Dengan mengutamakan kebutuhan belajar para ibu-ibu member Ibu Profesional dan kemudian mempertimbangkan kebutuhan bagi ibu-ibu masyarakat sekitar. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama dan bermanfaat.
Diantaranya:

1. Tahsin Al Quran

Saya merasa sangat membutuhkan ilmu tahsin ini mengingat bacaan quran yang terkadang masih belum benar. Di sekitar rumah ada teman yang mempunyai kemampuan tahsin yang bagus, dan saya pikir cocok untuk mengajar ibu-ibu yang masih belum fasih mengaji.

Targetnya adalah para ibu member IP dan ibu-ibu diluar member.

Untuk bagaimana model pengajarannya, selanjutnya akan didiskusikan lagi dengan pengajarnya.

Maksimal 25 orang

2. Playdate dengan berbagai tema, salah satunya belajar berenang yang baik dan benar.

Berenang ini pun tetap menjadi kebutuhan saya dan keluarga, dengan berenang melatih keberanian, melatih diri agar terbiasa dengan air, menjaga badan agar senantiasa bugar. Untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, lebih baik jika dibiasakan untuk berenang. Namun kalau diperhatikan, banyak anak-anak jika di kolam renang hanya bermain, tidak berlatih bagaimana berenang yang baik dan benar. Hal ini dimaklumi karena minimnya pelatih renang yang umumnya mereka juga masih bekerja pada office hour. 

Akan difasilitasi dengan guru/pembimbing untuk berenang. 

Target para ibu-ibu dan anak-anaknya

3. Fieldtrip explore alam Tabalong dan sekitarnya.
Alam Tabalong dan sekitarnya banyak menyimpan keunikan, selain masih asli dan natural, alam di sini termasuk serba ada, ada goa yang dingin dan airnya tenang, ada air terjun, ada banyak sungai bebatuan yang masih asli, ada lokasi untuk camping di sini, ada sungai yang lumayan deras airnya bisa dimanfaatkan untuk wisata bamboo rafting. 

Playdate bersama keluarga yang lain bisa menambah keseruan, dan ajang berkumpulnya para ibu, ayah dan anak-anak. Diharapkan dapat merekatkan hubungan dalam keluarga maupun antar keluarga.

4. Kajian online dan offline bekerjasama dengan komunitas parenting yang lain. Secara berkala mengadakan kajian parenting/sharing masalah parenting baik online maupun offline, jika memungkinkan mengundang praktisi parenting yang bisa mengisi kajian. Baru-baru ini telah dilaksanakan Seminar keluarga “Membangun Peradaban Dari Rumah” oleh bu Septi Peni Wulandani dan Bapak Dodik Mariyanto. Seminar ini terlaksana dengan kerjasama antara Kelas Berbagi Tanjung dan sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan anak. Diharapkan akan diadakan lagi seminar-seminar semacam ini yang pastinya dapat menambah ilmu dan juga sebagai bahan evaluasi diri dalam mendidik anak.

5. Playdate bersama membuat kue, mpek-mpek, membuat mie, merajut, decoupage, menggambar, mewarnai, menghias kue, menghias cupcakes, beauty class, gardening, hidroponik, membaca bersama, mendongeng.

Semua kegiatan pasti asyik dan seru jika dilakukan bersama-sama, tantangannya adalah bagaimana mengumpulkan orang yang sevisi misi, juga waktu yang sangat sempit, karena hanya ada waktu weekend, sedangkan weekday anak-anak banyak yang bersekolah yang menerapkan fullday school, bahkan di tahun ajaran baru nanti sekolah negeri kabarnya telah menerapkan fullday school bagi anak-anak.

Oiyaa.. selain kelas berbagi, ada juga rumah belajar, persamaannya adalah secara struktur organisasi keduanya dibawah posisi Manager Offline, perbedaannya, kelas berbagi boleh untuk non member, sedangkan rumah belajar hanya untuk member, yang punya passion sama, berkegiatan bersama dan konsisten dengan passionnya. Diharapkan nantinya dapat terbentuk sebuah karya hasil dari rumah belajar. 

Saya masih berangan-angan untuk memiliki rumah belajar, prosesnya cukup panjang dimulai dari kekonsistenan diri sendiri, dan berkumpul dengan teman-teman sesama member yang satu passion dan akhirnya dapat secara produktif menghasilkan sesuatu.
Dalam rencana, saya akan konsisten belajar mempercantik blog dan memperbanyak jam terbang dalam menulis dengan cara komitmen terhadap waktu yang saya tetapkan sendiri.

Demikianlah apa yang menjadi rencana kedepan untuk Kelas Berbagi dan saya khususnya yang terlibat di dalamnya.

Semoga Allah selalu memberikan jalan dan memberi kekuatan untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan.

Thursday, January 25, 2018

Apa peran yang kau ambil?

Untuk nice homework kali ini tetap.. menantang untuk dijawab, mungkin tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu dengan kondisi sekitar, ada rasa khawatir juga tidak bisa menghadapi tantangan dengan baik. Setiap orang menyadari bahwa untuk mengerjakan pekerjaan yang besar selalu dimulai dengan satu langkah pertama, tidak menunggu siap, tidak menunggu sempurna, tapi kemauan untuk berkontribusi, kemauan untuk belajar dan kemauan bekerja dalam tim.

Kondisi masyarakat disini bervariasi, ada yang pendatang ada pula penduduk asli, buat pendatang seperti saya ini, banyak yang harus dilakukan untuk penyesuaian diri. Begitu terasa sekali fasilitas umum seperti rumah sakit, pelayanannya masih belum memenuhi standar. Minim tempat bermain anak-anak, walaupun ada, kondisinya kurang terawat. 

Di sekitar kabupaten ini seharusnya makmur, tambang minyak dan tambang batubara dihasilkan di sini, malah sudah ada lagi pabrik semen di pinggiran kabupaten ini. Namun penampilan kota ini masih seperti kota yang semrawut, banyak galian dan timbunan, jalur lambat dijadikan parkir mobil pribadi, sepeda motor masuk ke jalur mobil, jalanan penuh debu dan genangan air. Lebih parah jalan keluar masuk truk tronton bermuatan semen yang lalu lalang di jalur luar kota, membuat jalan tak mampu menahan beban, membentuk lendutan dan ketika hujan menampung air sempurna. Bahkan banyak terjadi kecelakaan tunggal karena terlambat menghindari jalan rusak atau kendaraan menjadi tidak seimbang karena jalan aspal berubah menjadi bukit-bukit kecil. Jika pagi dan sore hari jalan umum dipenuhi mobil triton mengangkut pegawai yang bekerja di perusahaan pertambangan yang merupakan obvitnas atau objek vital nasional. Area pertambangan batubara mencapai Kalimantan Tengah saking luasnya, terdapat pula area pertambangan yang sudah ditinggalkan karena hasilnya tak lagi menjanjikan. Disinilah tantangannya, para bapak banyak bekerja di kantoran, sementara istrinya berkiprah di dalam rumah. Diantara banyaknya ibu-ibu di sini pastilah haus ilmu bagaimana mendidik anak-anak, bagaimana harus mandiri karena jauh dari keluarga. Jauhnya para ibu dan bapak dari kampung halaman, ketiadaan fasilitas modern seperti mall, bioskop dan lain-lain membuat ibu-ibu tergerak untuk beraktivitas yang lebih positif untuk mengisi waktunya.

Untuk para pendatang biasanya punya anak kisaran balita sampai dengan SMP, karena selepas SMA mereka memilih untuk menyekolahkan di Banjarmasin atau daerah lain. Jadi lebih banyak anak-anak yang berusia sampai dengan SMP. 

Karena di daerah yang jauh dari pusat kota, banyak para keluarga akhirnya memilih untuk mengeksplore alam yang masih natural, mengunjungi bahkan camping/menginap di alam terbuka. Sehingga meminimalisir hiburan-hiburan perkotaan yang akrab dengan mall dan gedung-gedung bertingkat.

Dalam mengeksplore alam pun lebih seru jika dilakukan beramai-ramai tidak sendiri-sendiri. Tantangannya mengumpulkan orang yang satu visi dan berkegiatan bersama secara teratur. 

Bicara mengenai bakat saya dalam hubungannya dengan tantangan ini, saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan parenting, orang yang mau untuk belajar untuk menjadi yang lebih baik. Mau bersusah payah untuk memperbaiki hubungan dengan anak-anak dan inginkan anak-anak mencapai potensi terbaiknya. Dan  semoga dengan dimulainya komunitas/rumah belajar di daerah ini, memperluas pergaulan dan keterampilan mengorganisir sebuah kegiatan. Menjadi magnet buat para ibu-ibu untuk melakukan hal yang sama yaitu selalu merancang dan berkegiatan untuk mengakrabkan keluarga dan antar keluarga.

Inginnya, sebuah komunitas atau rumah belajar tidak pernah sepi dari kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak dan orang tua, selalu ramai, tempat belajar bersama dan tempat sosialisasi dan juga tempat curhat buat sesama orang tua, bukan untuk mengeluh tapi untuk menyalurkan energi yang mungkin bisa berakibat kurang baik jika dipendam.

Bayangan kegiatan-kegiatan seperti yang sudah pernah beberapa temen-temen lakukan, kumpul bocah dan berkegiatan bersama. Kegiatan seperti ini baik jika terkoodinir, punya tujuan dan apa yang dilakukan selalu mendekat ke visi misi komunitas atau visi misi keluarga. Karena Tanjung cukup jauh dari pusat kota, jarang sekali ada pemateri kondang yang mau datang ke sini, namun pasti akan ada orang yang berjuang tanpa berharap imbalan. 

Bismilah semoga semangat untuk mendidik anak dengan baik tetap terjaga sampai kapanpun. Melalui komunitas, diri secara personal tumbuh dan bersiaplah untuk menjadi besar. Jangan lupa semua butuh konsekuensi.

Tahun-tahun selanjutnya berharap bisa bekerja sama untuk membuat sebuah creative event organizer yang selalu siap  menjadi penyedia  pemateri khususnya parenting secara offline dan online. Semakin solid dengan teman-teman seperjuangan, karena sendiri itu ga enak. Bukankah silaturahim itu memperpanjang umur?

Learning By Teaching

Aliran rasa Learning By Teaching

Belajar dengan mengajarkan. Seringkali banyak orang termasuk saya menunggu ahli dulu baru mengajarkan, padahal Rasul mengajarkan ke kita bahwa sampaikanlah walau hanya satu ayat. Artinya kita tidak harus untuk  punya 100 ayat untuk bisa mengajarkan. Cukup apa yang kita ketahui dan yakini selama berasal dari sumber yang benar, maka sampaikanlaah.

Bagaimana menyampaikannya agar orang lain mengerti tentang ide yang ada di kepala kita?


Pertama yang pasti kita harus yakin akan sebuah ide yang akan kita utarakan, diperkuat dengan pengalaman, baik pengalaman yang dialami sendiri atau dialami oleh orang lain. 

Kedua penyampaian yang menarik, jika melalui media online bisa dalam bentuk infografis, atau tulisan yang berwarna warni, foto ataupun video.
Kata-kata yang lugas dan tidak menimbulkan berbagai macam persepsi.

Ketiga dalam penyampaiannya tidak bernada provokatif, menjelekkan orang lain demi terlihat menjadi baik. 

Keempat,  dalam berfikir fokus pada solusi
Kemudian berusaha dan berjuang untuk mengamalkan “ayat” atau ilmu yang telah diyakini dan disampaikan. Agar ilmu tidak menjadi sia-sia. 

Dan yang terakhir menuliskannya sehingga penyebaran ilmunya lebih luas lagi.

Learning by teaching membuat otak kita senantiasa dilatih berfikir, menganalisis dan tentunya diiringi dengan action. Berharap dengan memberikan aktivitas pada otak, maka otak kita selalu fresh dan lincah untuk mendapatkan solusi terbaik. Aamiin.

Sunday, January 14, 2018

Belajar Mereview 9

Bismilah

Hari ini presentasi kelompok 10 yang anggotanya adalah mbak Fifta Indrawati dan mbak Nuraini Fitriana.

Presentasi kelompok 10 ini disajikan dengan menarik dan jelas poin-poinnya. Sebagai contoh pada “tantangan yang dihadapi berkaitan dengan gender” sekaligus dikaitkan dengan solusi bagaimana mengatasi tantangannya. Jadi semua tantangan ada solusinya asalkan sebagai orang tua sadar akan perannya. 



Lebih jelas dinyatakan dalam presentasi tersebut tentang pentingnya membangkitkan fitrah seksualitas anak, dengan melihat tujuan akhir bahwa:

 jika fiitrah seksualitas berhasil dibangkitkan, kemudian dibarengi dengan pendidikan akhlak/adab sesuai dengan fitrahnya maka akan menghasilkan laki-laki atau perempuan sejati yang ketika aqil baligh sudah memahami dan memiliki akhlak yang baik terhadap keluarga sehingga dapat melakukan peran terbaik sebagai ayah atau ibu yang bermanfaat dan bermartabat atau mulia baik di hadapan Alloh maupun manusia.


Sudah diketahui bersama tujuan di akhir, dengan sabar kita jalani prosesnya. 

Demikian review kali ini. Menjadi tantangan selanjutnya buat kita semua adalah melaksanakan apa yang sudah kita tuliskan dan kita yakini kebenarannya. Semoga berhasil...


Berikut presentasinya secara lengkap












Saturday, January 13, 2018

Belajar Mereview 8

Bismilah

Untuk review hari ini adalah presentasi yang dibawakan oleh kelompok 9 yaitu mbak Gita Merina dan mbak Erie Afianti. 

Presentasi disajikan dalam bentuk slide dan cukup menarik. Apa yang disajikan telah menjawab tentang “Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas anak”

Dikatakan alasan utamanya adalah 

Fitrah seksualitas penting untuk dibangkitkan agar kelak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan suami sejati dan anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati baik bagi keluarga maupun masyarakat.
Dan agar anak kita tidak terpengaruh dengan maraknya penyimpangan fitrah seksualitas seperti homo seksual karena fitrah seksualitas anak kita sudah tumbuh dengan sempurna.

Bisa ditambahkan bahwa penting membangkitkan fitrah seksualitas karena bertujuan membentuk akhlak yang baik dan mulia terhadap pasangannya kelak dan keluarga. 

Membentuk akhlaq tidak bisa instan tapi melalui tahapan-tahapan. Dan setiap tahapan ayah dan bunda memiliki perannya masing-masing. 

Sebuah solusinya  dikatakan dalam presentasinya bahwa adab pergaulan dengan prinsip menjauhkan anak dari hal yg berbau aktivitas seksual dan erotis. 

Hal di atas mengandung makna bahwa kita mensterilkan anak dari hal-hal berbau aktivitas seksual. Apakah tidak lebih baik memberikan imun kepada anak agar anak mengetahui benar dan salah sebuah tindakan. Karena kita tidak akan bisa mengawasinya selama 24 jam dan kita tidak selalu berada disampingnya.  Imun adalah menanamkan aturan Allah yang harus ditegakkan dimana dan kapanpun si anak itu berada.

Demikian review yang dapat saya sampaikan, semoga Allah mengaruniakan ilmu yang bermanfaat buat kita semua. 


Secara lengkap berikut materi presentasinya.














 Bacaan :
• Santosa, Harry, Fitrah Based Education ver 2.6
• Peni Wulandani, Septi : Bunda Sayang : 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Gazza Media, 2013
• Chomatia, Nurul, S. Psi, Pendidikan seks untuk anak, Aqwam, 2012
• Https://m.facebook.com/indonesiaparenting
• Kurnia, Nahda; Tjandra, Ellen. 2012. Bunda? Seks Itu Apa Sih?. Jakarta: PT. Gramedia Indonesia
• Baihaqi Ibnu Bukhari, Ihsan. Booklet Pendidikan Sex Islami. Jakarta: Auladi Parenting School






Friday, January 12, 2018

Belajar Mereview 7

Untuk review hari ini, presentasi oleh kelompok 8 yaitu mbak yuniyanti dan mbak rizki.

Presentasi ini sangat lengkap dan sudah menjawab “Pentingkah membangkitkan fitrah seksualitas” 

Dari tantangan membangkitkan ditrah seksualitas beberapa solusi yang ditawarkan sudah adalah menguatkan kembali peran ayah bunda, mengawasinya dan berperan sesuai tahap. Ada pula solusi tentang bagaimana orang tua harus menguasai strategi memaksimalkan fungsi pemrosesan informasi sehingga mampu menanamkan nilai-nilai positifsebagai upaya untuk menjaga fitrah seksual anak.

Solusinya sangat detail dalam 5 poin dengan penjabaran yang jelas.


Lebih bagus lagi jika dibuatkan presentasinya dalam bentuk videografi, lebih cepat diserap dan dapat disebarkan dengan lebih luas.

    Berikut presentasi lengkapnya:


PENTINGKAH MEMBANGKITKAN FITRAH SEKSUALITAS ANAK


#FitrahSeksualitas

#LearningByTeaching

#BundaSayangSesi11

 

APA SAJA TANTANGAN YANG KITA  HADAPISAAT  INI BERKAITAN DENGAN GENDER ?

● Penyimpangan perilaku seks di masyarakat.
● Meningkatnya populasi  kaum LGBT yang menjadibahaya laten untuk generasi selanjutnya.
● Hilangnya identitas fitrah seksual setelah aqilbaligh
● Disfungsi peran Ayah Ibu dalam pengasuhan 
● pornografi
● Gagal paham dalam memaknai kesetaraan gender / feminitas.

(dalam Islam, pemaknaan hal tersebut tidaklah berartipersamaan antara laki-laki dan perempuan dalam semuahal).

 

 

APA ITU FITRAH SEKSUALITAS ?

 

Fitrah seksualitasfitrah gender adalah tentangbagaimana seseorang berfikirmerasa dan bersikapsesuai dengan fitrahnya sebagai laki2 sejatiperempuan sejati

 

“ Tantangan besar bagi kita dalam menyiapkan anakmemasuki masa baligh yang kelihatannya sepelenamun sangat penting bagi mereka untuk mengetahuiseputar masa baligh agar mereka dapat tumbuhmenjadi pribadi dengan seksualitas yang sehat,lurusdan benar.”

 

 

SEBERAPA PENTINGKAH UNTUK DIBANGKITKAN ? 

 

Penting Sekali

Merujuk pada tantangantantangan yang sudahdisebutkan di atas

 

Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahirsampai aqil baligh.

Anak lahir dengan membawa potensi baikPotensiadalah kondisi laten yang memerlukan pengetahuandan latihan  untuk menjadi kompetensi.

Disinilah pentingnya proses membangkitkan fitrahseksualitas anak , agar secara alamiah anak-anakpaham menempatkan diri sesuai seksualitasnya daricara ;

● Merasa
● Berfikir
● Bertindak / berperilaku
● Berbicara
● Berpakain

Sebagai lelaki atau perempuan dengan jelas.Sehinggakelak mampu menjalankan peran kehidupan sesuaidengan fitrah seksualitasnya.

 

“ Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuandari situlah proses berkembang biak berjalan”.

Hai manusiasesungguhnya Kami menciptakan kamu dariseorang laki-laki dan seorang perempuan

Q.S al hujurat: 13

 

 

SOLUSI YANG KAMI COBA BERIKAN 

 

1. Hadirkan kembali sosok Ayah Bunda dan jalin kelekatan  sepanjang masa pedidikan seksualitasanak disetiap tahapan usia.
2. Pelajari  tahapan-tahapan usia pendidikan fitrahseksualitas anak
3. Buat resolusi pendidikan fitrah seksualitas sesuaidengan zaman
4. Kembali pada peran  orang tua sebagai pendidikutama bagi anak-anaknya.
5. Orang tua harus menguasai strategimemaksimalkan fungsi pemrosesan informasisehingga mampu menanamkan nilai2 positifsebagai upaya untuk menjaga fitrah seksual anak.
• Mempersiapkan filter ;

Memberi pemahaman pada anak sesuai nilai-nilai agama dan moral, agar        anak pahambatasan-batasan mana yang boleh  dan tidakboleh sebagai        benteng awal.

• Mengisi :

Mengisinya dengan ilmu pengetahuan tentangalat reproduksi dan cara merawatnyawawasandan logika sesuai dengan usia anak.

• Mengganti dan mengoreksi :

Jika dalam mempersiapkan filter dan mengisiorang tua melakukan kesalahan  atau mungkinanak menerima” program” yang keliru selamainteraksinya dengan lingkungan.

    Berikan anak informasi/jawaban yang benar  saat bertanya tentang seksualitasmenanamkan keyakinan dengan memanfaatkansemua indera

 

 

 

• metode instalasi:
1. Jadilah role mpdel

Menjadi role model untuk anak.Go first, lakukan terlebih dahuluJadikan diri sendirisebagai teladanKarena anak2 seperti cctvuntuk kita orang tuanya

2. Memanfaatkan moment :

Memafaatkan isu sosial yang sedang marak.Seperti saat ini LGBT yang sedang marakkita bisa mengaitkan dengan akibat  akandialami para kaum tersebut karenaperbuatan merekaDengan contoh kisahkaum nabi Luth.

3. Metafora

memberikan nasehat melalui kisahdongengdan perumpamaan,akan lebih mudahditerima karena kita berbicara denganbawah sadar anak

4. Afirmasi

Bisa langsung maupun tidak langsungBisapujiandoa yang kita ucapkan secara rutinatau pesan singkat ketika anak berangkat kesekolah 

5. Sentuhan rasa.:

Pelukanelusansentuhan ,dan pijatanselain menunjukkan kasih sayang jugamembantu fungsi syaraf.

6. Menembus bawah sadar 

Pada mumnya anak 2-11 tahun masihberada dalam kondisi gelombang otakdominan Alpha dan theta,yaitu gelombangotak yang dicapai dalam konsisi trance dalam proses hypnosis. Kondisi yang mudah disugesti

 

 

 

 

 

 

MEDIA EDUKASI

 

1. Melalui nyanyian tentang sentuhan, (agar lebihmudah sampai pada anak-anak  dan tidak vulgar).
2. Mendongeng atau  berkisah  yang membangunkarakter sesuai gender anak.
3. Bermain peran bersama anak. (bermain sambilmengenalkan apa saja peran anak kelak  sesuaigendernya).
4. Mengkaji Ilmu fiqih bersama anak

 

 

📚 Sumber bacaan ;

  Fitrianiokinaet al., 2016.Enlightening Parenting .Jakarta:Gramedia.

  Harry, Santosa. 2017. Fitrah Based Education version 3.0BekasiYayasan      Cahaya Mutiara Timur.

   Professional, Institut Ibu 2013. Bunda Sayang: 12 Ilmu Dasar Mendidik AnakJakarta: Halaman Moeka.

 

 

 

 

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...