Showing posts with label Bunda Cekatan1. Show all posts
Showing posts with label Bunda Cekatan1. Show all posts

Monday, July 20, 2020

Aliran Rasa Tahap Kupu-Kupu Bunda Cekatan

 


Belajar setahap demi setahap mulai dari tahap telur menemukan mindmap atau peta jalan, dengan “project bunda bahagia” tahap ulat-ulat mencari ilmu yang bertebaran yang sesuai dengan kebutuhan menghasilkan sekeranjang besar ilmu yang sangat menutrisi, diantaranya tentang self healing sadar nafas, inner child, terapi gratitude, pola makan sehat,

Isi keranjang besar itu adalah ilmu-ilmu yang saya butuhkan yaitu tentang manajemen emosi, bagaimana merilis emosi saat ini dan emosi yang lalu, ikut komunitas untuk saling menguatkan. Juga ada ilmu tentang hidup sehat Rasulullah salah satunya yang saya jalani sekarang adalah Eating Clean yang menjadi project keluarga kami.

Kemudian di tahap kepompong saatnya fokus, menentukan prioritas, menguji komitmen dan konsisten untuk cekatan satu hal, yaitu saya fokus dan memprioritaskan untuk melakoni “Aktivitas Hidup Sehat”

Aktivitas tersebut diantaranya belanja sehat, memasak sehat, olahraga, sweeping bahan dapur yang kurang sehat, membuat MSG alami.

Bersamaan dengan puasa berbagai hal negatif selama 30 hari. Seperti puasa gadget, puasa menunda pekerjaan dan puasa berkata kurang berguna alias puasa mengomel

Akhirnya tantangan dan puasa kepompong selama 30 hari telah terlewati.


Selanjutnya tahap Kupu-kupu saatnya belajar menjadi mentor dan mentee artinya selain berbagi dan melayani, tetap harus belajar sesuai kebutuhan. Diantara banyak bidang yang ingin dipelajari, prioritas adalah bidang komunikasi, saat ini yang saya pilih adalah sharing Eating Clean melalui media podcast. Ini tantangan lagi buat saya namun karena fokus pada kemajuan walau kemajuan itu kecil, tetap selalu semangat. Mentor saya menyemangati tetaplah bahagia dengan yang dijalani saat ini walau bukan dengan fokus bidang yang dituliskan, penting menjaga tetap bahagia, agar menarik kebahagaian yang lainnya. Akhirnya dengan mengeraskan dan menguatkan hati pada tahap ini podcast pertama saya telah “publish” Ini satu kebahagiaan lagi. Masih perlu banyak belajar dan memang ternyata asyik mempelajari hal baru.

Terimakasih buat mbak Iqiq Febrilian, partner belajarku dalam menjalankan Pola makan Eating Clean dan Mbak Imaniar Prastiwi mentorku dalam belajar podcast makasih untuk penyemangatnya semoga kita bisa selalu mengingatkan dalam kebaikan.

Bahagia di bunda cekatan

Dengan belajar di bunda cekatan, sejatinya belajar bagaimana caranya belajar, belajar itu bukan untuk kebutuhan orang lain, belajar bukan ingin menjadi seperti orang lain, belajar adalah untuk kebutuhan diri, belajar adalah melihat perubahan diri untuk menjadi lebih baik setiap harinya dan mengukurnya di lintasan sendiri bukan di lintasan orang lain. Tak lupa untuk selalu memperbaiki laku hidup. Adab sebelum ilmu.

Bertahan di bunda cekatan

Menyadari bahwa menempuh perjalanan yang panjang perlu stamina yang kuat. Sekali-sekali merasa capek itu tidak masalah beristirahat sebentar untuk kemudian lanjut lagi sampai garis finish. Masa istirahat yang sebentar itu adalah bukan berpikir untuk mundur tapi bagaimana mengikhlaskan diri dan pasrah pada Allah, meminta pada Allah untuk selalu menemani kita dalam setiap langkah, berdoa untuk selalu diberikan kekuatan dan keteguhan hati. InsyaAllah, Allah akan menuntun kita ke jalan yang diridhoiNya.

Apa yang baik dan menjadi semakin baik

Senang belajar dan kesenangan dalam belajar difasilitasi dengan bagaimana caranya belajar, sebuah hal yang sangat menginspirasi. Semoga bisa menyelesaikan satu hal sampai tuntas dan sukses.

Tantangannya adalah mengamalkan semua yang telah diketahui, melanjutkannya dalam realita kehidupan dan tetap semangat menjalaninya.

Kupu-kupu hijau akhirnya terbang dengan riangnya hinggap di kebahagiaan menuju ke kebahagiaan yang lain lagi, bermanfaat untuk sekitarnya. Jangan risaukan besar atau kecil kebaikanmu. Karena tidak ada hal yang kecil untuk sebuah kebaikan. Menjadi ibu harus bahagia, Allahlah satu-satunya alasan untuk bahagia, dan berada di bunda cekatan adalah salah satu caranya.

Kata kuncinya adalah tentukan prioritas,
fokus, komitmen dan konsisten.
Insya Allah sampai ke tujuan.

Alhamdulilah terimakasih, Bu Septi Peni Wulandani 💕 telah menjadi jalan kebaikan buat banyak ibu. Semoga barokah dan menjadi amal jariyah yang tiada putus-putusnya.

Saya bahagia berada di Bunda Cekatan Batch 1.

Salam dari saya Ratih Wisnu Sari, IP Banua Lima, Tabalong, Kalimantan Selatan



#aliranrasabuncek1
#selebrasibuncek1


Saturday, July 11, 2020

Kelas Bunda Cekatan Telah Berakhir

Alhamdulilaaah akhirnya selesai kelas bunda cekatan batch 1
Senang karena berhasil melewatinya tahap-tahapnya selama hampir 7 bulan
Sedihnyaa karena merasa belum maksimal, masih belajar untuk fokus dan menentukan prioritas.

Kelas bunda cekatan batch 1 ini terspesial karena langsung dipandu secara full oleh bu Septi Peni Wulandani. InsyaAllah lanjuut ke kelas berikutnya sampai garis finish. Masih ada tahap Bunda Produktif dan Bunda Shaliha.

Beliau dengan semangat dan energi yang tinggi mampu menularkan motivasi buat para ibu terutama saya yang naik turun semangatnya. Beliau mengajarkan bagaimana caranya belajar dengan model permainan metamorfosis kupu-kupu. Jadi tidak susah menyerap ilmunya. Insya Allah ga akan lupa juga proses naturalnya.

Perubahan buat saya secara umum jika saya berefleksi, pertama lebih terorganisir dalam belajar sesuatu. Di kepala ini sudah tergambar peta jalan apa saja hal yang harus diambil atau ditinggalkan.

Kedua, belajar fokus dan menentukan prioritas yang mana yang akan dijalani terlebih dahulu.

Ketiga, bisa paralel belajar bersama anak. Berguna sekali ilmunya untuk bekal mendampingi anak yang homeschooler. Ketika mereka bingung saking banyaknya yang mau dipelajari, ternyata saya pun mengalaminya. Jadi bisa saling menyemangati dan belajar untuk menentukan prioritas.

Keempat dengan suami menjadi lebih baik komunikasinya, karena bisa lebih mengurai benang kusut diri saya sendiri jadi tidak sering ngerecokin suami. Jika diri sendiri bahagia dengan yang dijalani saat ini, maka akan dapat memberikan suasana rumah yang kondusif.

Satu kalimat untuk menggambarkan kelas bunda cekatan ini adalah kebahagiaan ibu itu penting, kenali diri masing-masing, cari seribu alasan untuk bahagia, dan berada di bunda cekatan memberikan alasan untuk bahagia.

Buat yang masih ragu untuk join, saya merasakan bunda cekatan adalah kuliah kehidupan yang dikemas dalam permainan yang mengasyikkan, jika sukses dengan pilot project di kelas ini, insyaAllah yakin bisa mengulang kesuksesan di project-project berikutnya. Polanya adalah pegang tongkat “Ceu Kokom” alias konsisten dan komitmen selalu.

Barokah buat bu Septi Peni Wulandani dan Tim Bunda Cekatan. Semoga menjadi amal jariyah yang tiada putus-putusnya. Terimakasih yang tak terhingga

Salam dari saya, Ratih Wisnu Sari, IP Banua Lima di Tabalong Kalimantan Selatan


Monday, July 6, 2020

Mentoring 7 Rayakan Kemajuan


Bismillah

Pekan ini memasuki pekan ketujuh, setelah melewati fase false celebration, kemudian master mind untuk fokus pada kesuksesan, saatnya di pekan ketujuh ini merayakan kemajuan, mengapresiasi kemajuan walaupun kecil karena akan membuat kita fokus, akan membangun momentum sehingga bisa menguatkan perjalanan kita di kehidupan nyata.

Fokus pada keberhasilan, fokus pada tujuan mau kemana. Membangun kefokusan itu dengan merayakan setiap kemajuan yang ada walau kecil. Karena akan mengeluarkan hormon endorfin yang membuat kita tenang dan nyaman. Kedepannya diharapkan bisa konsisten untuk menjaga apa yang sudah dituliskan. Saat merayakan kemajuan kita jadi paham bahwa kita akan tetap pada tujuan tersebut atau menggantinya. Hal ini tidak bisa dilakukan jika kita tidak paham kemajuan-kemajuan kita.

Begitulah materi singkat dari bu Septi.

Untuk pekan ini yang kita lakukan:
1. Merayakan kemajuan program mentoring sampai pada pekan ini bersama mentor atau mentee, dengan cara menuliskan kemajuan mentor dan mentee dari awal sampai dengan sekarang.
2. Warnai kupu-kupu versi terbaik darimu, jika cerah menggambarkan senang jika gelap sebaliknya.

Mari kita mulai

Kemajuan mentor
Saat awal saya ingin berpartner dalam mentorship, sempat beberapa kali diyakinkan oleh mentor, “Benerkah mau jadi mentee saya” katanya. Dan saya jawab iyaa bener, karena saya hanya ingin sedikit perubahan baik dalam diri saya dan target saya tidak terlalu berat kalau saya mengukurnya sebagai mentor. Tapi bagi saya hal ini cukup menantang. Semoga saya bisa menaklukkan.

Akhirnya mentor mau menerima saya sebagai mentee dan mentor saya mendampingi saya untuk mencapai tujuan.

Tanggapan positif dari perkembangan-perkembangan kecil saya, terus diapresiasi.

Saya pun diberikan challenge yang belum mampu saya tunaikan.

Sampai beliau memberikan kebebasan untuk melakukan hal yang membuat saya bahagia. Dan hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan materi pokok mentorship. Saya agar berbelok dari tujuan.
Akhirnya beliau pun menerima saya kembali untuk menjadi menteenya walau saya belum memberikan perkembangan yang besar menurut saya.

Sebagai mentor memang hanya bertugas mendampingi selagi mentee serius dan mau, memberikan motivasi jika perlu namun mentor pun tak dapat memaksa jika mentee tak melakukan apa yang disarankan mentor.

Keberhasilan mentorship ini bukan karena salah satu pihak saja tapi kedua belah pihak apakah tetap komitmen atau tidak. Dan beliau tetap komitmen untuk mendampingi sampai saat ini.

Terimakasih sudah sabar denganku
#terimakasihmentor







Kemajuan mentee

Terimakasih mbak Iqiq sudah bersedia belajar bersama di Eating Clean ini.

Semua tahap mentorship dilalui dengan baik, sudah menetapkan tujuan di awal, menetapkan action plan dengan sangat detail, kemudian dengan kendala-kendala yang dialami masih berusaha untuk mencapai tujuan, tidak beralih ke tujuan yang lain.

-Berusaha mengatasi kendala dengan tetap “on track”
-Telah konsisten dalam :
-membuat makanan dan cemilan sehat sendiri di rumah,
-tidak makan makanan kemasan,
-menjalani intermitten fasting namun jika terpaksa makan malam hanya makan buah atau makanan yang mudah dicerna,
-mengurangi olahan tepung dan makanan yang digoreng,
-makan makanan pokok berupa beras merah mix dengan beras putih,
-menggunakan minyak goreng kelapa,
-mindfull eating
-menghindari makanan GMO
-memelihara kebugaran tubuh dengan jalan pagi dan kardio menyesuaikan dengan kondisi karena sedang hamil muda. Bisa diganti dengan senam hamil yang ringan saja.
-Komitmen untuk selalu menjalani tahapan mentorship dengan baik, responsif dan berusaha lebih baik setiap harinya.

Ini tambahan aja yaa buat ibu hamil

Untuk asupan kalsium dan magnesium penting banget, selain mix nasi merah dengan nasi putih yang sudah dijalani sesekali makan nasi cokelat atau hitam juga. Tentunya plus sayuran hijau, apalagi sayurnya panen dari kebun sendiri. Dengan tetep diusahakan kena sinar matahari pagi.

Semoga terus bisa menjaga konsisten dan komitmennya, jangan pernah bosan, sabar, dan tetap memperhatikan alarm tubuh. Selamat menjalani kehamilan dengan sehat dan bahagia yaa mbaak..
#terimakasihmentee



Dan saya mendapat surat cinta dari mbak Iqiq



Warna Kupu-Kupu

Warna kupu-kupu saya adalah  hijau dengan sedikit warna hitam.

Hijau adalah warna kesukaan yang menggambarkan suasana segar, fresh, yang bisa membuat mata lelah menjadi sejuk kembali. Jika penat dengan segala hiruk pikuk masalah kehidupan coba main ke alam, disana alam mengajarkan banyak hal, tentang kejujuran, kekonsistenan, kepatuhannya pada hukum alam, mengajarkan konsekuensi atas sebuah hal. Warna hijau dari daun-daun memberi kita energi baru, menggantikan kesedihan, kegalauan dan apapun keresahan dalam hati.

Warna hitam berarti dalam hidup pasti pernah mengalami fase “jatuh” atau “gagal”. Yang penting adalah bagaimana caranya harus bangkit dan segera bisa kembali menata hidup.

Kupu-kupu hijau dengan sedikit hitam menggambarkan bahwa hidup adalah bagaimana kita bersyukur dan bersabar atas apa yang Allah hadirkan untuk kita lalui. Bisa sesuatu yang menyenangkan untuk kita atau sebaliknya dan yakinlah bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.

Melihat kupu-kupu ini terbang seperti melihat diri sendiri yang sampai saat ini berusaha untuk selalu lebih baik dari hari kehari walau kadang masih merugi karena sama bahkan tidak lebih baik dari hari kemarin. Bismilah Insya Allah tetap semangat..

Melihat kupu-kupu ini terbang menjadi semangat untuk selalu konsisten memegang komitmen saling mengingatkan dalam kebaikan




#jurnalmingguketujuh
#bundacekatan1
#tahapkupu-kupu
#institutibuprofesional

Monday, June 29, 2020

Mentorship 6 Fokus Pada Kemajuan

Bismillah
Saat ini memasuki pekan keenam dalam tahap kupu-kupu atau mentorship program.

Pekan ini yang akan dilakukan adalah fokus pada kemajuan (Keep it Going). Sudah di dalam perjalanan menuju tujuan, tidak menengok lagi ke belakang, sudah siap berada di peta masing-masing dengan kecepatan dan konsentrasi penuh.

Untuk memandu bagaimana menjalaninya, gunakan mastermind:
-Sudah sukses apa hari ini?
-Mengapa dianggap sebuah kesuksesan?
-Kuncinya apa?
-Besok ingin sukses apa?
-Kuncinya apa?
-Dst

Agar menjadi lebih baik setiap harinya.

Untuk memudahkan dalam menilai tingkat kebahagiaan, lukiskan dan tuliskan perasaan setiap harinya. Saling bercerita tentang pengalaman dan perjalanannya, terima perasaan partner kita. Kemudian lukiskan analog kepribadian dan karakternya seperti apa. Dan sisipkan testimoni dari teman atau siapapun tentang sebuah perubahan kecil setelah kita berusaha untuk cekatan di dalamnya. Misal ingin cekatan di bidang Fotografi, tanyakan tentang hasil foto yang kita buat.

Terakhir tahap di pekan ini mengalirkan rasa yang ada di dalam hati, mungkin ada rasa bahagia, senang, gembira, bersemangat atau sebaliknya.

Cukup singkat panduannya, pekan ini “dipaksa” untuk menjalani komitmen yang telah dibuat. Berjanji harus berani menepati. Mudah berjanji sulit menepati, wahh bener-bener diuji. Tidak mencari-cari alasan lagi dan mulai!!! titik.

Alhamdulilah sudah menuliskan sukses apa setiap harinya, tingkat kebahagiaan masih rendah, kecuali di hari Senin dan Selasa sudah mulai bisa berbinar. Hari Jumat rasanya ga tau mau lanjut atau tidak di bunda cekatan ini, merasa mentok dan ingin ganti haluan, mengingat hal yang ingin dipelajari ini bermanfaat, saya memutuskan untuk bertahan meskipun tidak mudah. Kalau digambarkan itu emoticon menangis, bukan bahagia, mungkin awalnya harus merilis emosi terlebih dahulu bisa dengan menangis dan berusaha berpikir dengan jernih. Ekspresi berteriak pun muncul di hari berikutnya, rasanya tidak enak keluar dari zona nyaman hehehe. Tapi begitulah belajar mesti melalui zona dimana kita tidak boleh menyerah dan membuat excuse yang akhirnya membuat mundur. Hari Minggu mulai bisa menerima walau belum maksimal belajarnya, hari berikutnya sudah mulai ada binar mata meskipun masih harus terus memupuk keyakinan untuk pantang menyerah. Dan di hari Selasa sudah bisa tersenyum dan optimis. Alhamdulilah.

Belajar pekan ini adalah fokus pada kesuksesan, walau kesuksesan itu kecil, belajar menghargai diri sendiri, mencatat kemajuan perharinya. Belajar setahap demi setahap, belajar konsisten melakukan hal yang sama diiringi dengan progress, tidak over thinking terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi, lakukan saja hal yang diyakini, jangan membandingkan kesuksesan kita dengan kesuksesan orang lain, karena setiap orang berbeda jalan kesuksesannya. Juga jangan ragu untuk melangkah, luaskan niat dan Bismillah.

Jika ingin menggambarkan karakter apa untuk diri sendiri?
Saya memilih seperti kuda, setidaknya menjadi doa agar bisa memiliki ketahanan dan energi yang kuat untuk menjalankan segala proses dengan penuh kesabaran.

Testimoni orang terdekat yaitu anak saya Nisa, dia mengatakan kalau bundanya ini harus banyak praktek, trial dan error, harus banyak berlatih dan tidak mudah menyerah saat menemui kesulitan. Terimakasih yaa..

#jurnalminggukeenam
#bundacekatan1
#tahapkupu-kupu
#institutibuprofesional
  




Sunday, June 14, 2020

Mentorship 4 Check In

Di pekan ke-4 ini adalah pekan yang pas untuk melakukan check in bagi mentor dan mentee. Apa saja yang dilakukan saat check in?

Update situasi perkembangan mentorship.
Apakah akan ada perubahan atau lanjut seperti rencana sebelumnya?
Apakah perlu mengatur jadwal pertemuan?
Bagaimana tentang kenyamanan berkomunikasi, kejujuran, keterbukaan dalam mentorship ini?
Aktifkah menjalankan peran masing-masing? Jika sebagai mentor, menyiapkan poin yang diprioritaskan untuk dibahas, jika sebagai mentee aktif dalam mengerjakan apa yang telah menjadi goalnya. Bagaimana fokus dan keseriusannya dalam menjalankan program mentorship ini?
Bagaimana masing-masing dapat mengevaluasi hal-hal yang terjadi?
Begitulah kira-kira tahap mentorship pekan keempat.

Ok, kita mulai..

Cek in perjalanan mentorship sebagai mentee.

Saya menyadari bahwa sepertinya saya ini bukan mentee yang baik, walau sudah merancang goal, dan rencana tapi untuk eksekusinya masih belum bisa berjalan dengan baik. Saat ini kesibukan bukan tentang hal komunikasi khususnya podcast, tapi malah tertarik belajar baking dan fotografi bareng anak, karena si anak lagi seneng baking dan saya sedang mengenal dunia baking dan fotografi yang dulu semasa kecil saya inginkan. Dan saya pun jadi tune in dengan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Sementara bidang komunikasi ini saya butuh banget dan perlu upgrading diri. Klo boleh dinilai saya sedang off track, ternyata kembali lagi ke on track itu butuh energi lagi.

Aku merasa belum dapet feelnya di bidang komunikasi ini..

Gimana caranya kembali?

Melihat lagi saat itu saya menetapkan komunikasi adalah hal yang penting untuk menjadi prioritas. Dengan alasan, karena bagaimana caranya berbagi atau menyampaikan ide-ide jika komunikasi masih kurang terlatih. Dan saya memilih podcast sebagai media belajar saya.

Komitmen:

Untuk sebuah hal yang sudah saya tuliskan, bismilah saya akan mulai belajar tentang seluk beluk podcast, berusaha menemukan hal menarik di dalamnya seperti saya menemukan hal yang menarik saat belajar baking dan fotografi. Saya pernah baca cerita orang yang belajar otodidak, gagal coba lagi, gagal coba lagi, tanpa menyerah, bisa kok jadi sukses dan bermanfaat buat orang banyak. Mungkin kalau dia berhenti saat gagal yang pertama dia tidak akan jadi apapun selain meratapi dirinya menjadi orang yang gagal. Semoga saya bisa untuk pantang menyerah.

Jadi.. saya berusaha berkomitmen untuk on track sesuai dengan apa yang sudah saya tuliskan.
Cek in perjalanan mentorship sebagai mentor

Karena berperan pula sebagai mentee, maka tau banget gimana rasanya sulit untuk memulai, program ini membuat empati terasah, walau bukan untuk mencari pembenaran. Untuk memulai, tipsnya sebaiknya mulai dari yang mudah, yang menyenangkan diri, dan dengan progress kecil-kecil, menjadi bersemangatlah kita.

Sebenernya kami belajar bareng tentang Eating Clean, mbak Iqiq partner belajar saya memiliki keinginan untuk cekatan di bidang kesehatan. Beliau ingin konsisten menjalani Eating Clean
Sekilas gambarannya
Mbak Iqiq dalam 1-2 bulan ingin berada di titik membiasakan diri untuk meninggalkan junkfood, makan malam sebelum jam 6 sore, tidur malam sebelum jam 10 malam. Dalam 1-2 tahun kedepan sampai pada titik mampu menyediakan makanan sehat untuk keluarga, menambah olahraga selain 10 km step cardio, makan berkesadaran, makan yang menutrisi tubuh, bukan merusak. Pada akhirnya akan berada di titik punya catering makan sehat untuk membantu teman yang punya keterbatasan waktu dan tenaga, menjadi mentor dalam melakukan pola hidup sehat secara menyeluruh tanpa bayaran.

Dalam check in-nya mbak Iqiq menyampaikan masih perlu untuk mengatur jadwal ketemu, dan disepakati hari Senin dengan jam yang fleksibel.

Melihat kembali plan di minggu pertama diantaranya:
Mengurangi frekuensi beli makan di luar, menyajikan sayuran tiap kali makan, mengurangi konsumsi makanan manis, membatasi jam makan yaitu dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore, menyediakan cemilan sehat, jalan pagi 5 km sehari dan cardio. Yang belum bisa dilakukan adalah menyediakan sayur setiap kali makan, jalan pagi, cardio. Karena kondisi saat ini yang kurang memungkinkan untuk sering ke pasar membeli sayur, mbak Iqiq memikirkan cara bagaimana jika menanam sayuran sendiri. Untuk olahraga masih terkendala dengan anak yang tidak ada yang menjaga karena suami sudah aktif bekerja di kantor kembali, setelah sebelumnya kerja di rumah (WFH).

Walau ada beberapa yang belum dikerjakan, semoga masih tune-in dengan goal dan planningnya.

Mbak Iqiq, sudah membuat goal dan planning dengan baik dan sungguh-sungguh, semoga bisa juga dieksekusi dengan baik, tetap on track, dan komitmen dengan apa yang telah dituliskan. Semoga jika simulasi di satu bidang ini bisa berhasil, bisa mengulang keberhasilannya di bidang lain. Komunikasi dengan mbak Iqiq juga lancar saja, messenger aktif dan cepat responnya.

Selama mentoring ini bener-bener saya juga baru belajar bagaimana menjadi mentor dan mentee yang baik. Dan selalu butuh masukan. Mungkin saat ini kondisi kesibukan masing-masing jadi belum bisa saling memperhatikan dengan intensif. Kami saling terbuka seandainya merasa ada yang kurang cocok dapat menyampaikannya dengan baik. Dan demi kenyamanan bersama kami tindak lanjuti bersama juga.

Semoga mbak Iqiq akan sampai pada titik dimana mbak Iqiq merasa itu adalah titik suksesnya. Aamiin..

Bismilah, semoga tetap semangat dan semakin baik dari hari ke hari.

#jurnalminggukeempat
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan1
#institutibuprofesional







Sunday, June 7, 2020

Mentoring 3 Membuat Tujuan dan Rencana


Jujur, ada rasa pengen mundur dari kelas ini, serasa tidak siap dan amburadul, banyak sekali hal-hal yang baru yang ingin dipelajari. Merasa tidak tune in dengan segala macam tahapan ini. Mengerjakan dengan terpaksa, hanya karena deadline, mengerjakannya hanya karena tidak enak dengan mentor atau mentee. Merasa tak sanggup jadi mentor, ga tau harus bagaimana menjalani menjadi mentor yang baik. Serasa banyak sekali yang harus dikerjakan yang menjadi prioritas pertama, yang akhirnya doing nothing.

Banyak hal negatif lainnya yang bersliweran.
Saatnya harus mengatakan “cancel, cancel go away..”

Bismilah dengan nama Allah aku mengerjakan ini, aku ingin hidupku lebih baik, aku ingin hidupku sesuai kemauanMu menciptakan aku. Aku berusaha untuk itu, kalau tidak karena Engkau untuk apa aku bersusah payah begini. Cara yang sudah pernah “works” di orang lain semoga bisa “works” juga di diri ini. Hanya di bidang yang berbeda, di bidang masing-masing.

Bismillah Bismillah Bismillah

Ya Allah beri aku banyak energi positif juga keberkahan dalam ilmu yang sedang aku pelajari. Jangan sampai hal ini menjadi sia-sia. Dalam perjalanannya aku memohon tetapkan hati dan jiwa ini untuk niat karena Engkau, dan aku yakin Engkau akan memberikan petunjuk dan bimbingan untuk hidupku di sepertiga terakhir umurku. Karena aku memintanya dan mengusahakannya. Aku ikhlas dan aku pasrah ya Allah..aku ikhlas dan aku pasrah..

Bismilaah, aku mohon tuntun dan temani aku dalam menuliskannya. Aku titip semua hal diluar kemampuanku hanya kepadaMu.

Setelah sekitar 2,5 sampai 3 jam, memahami kembali rekaman live Bu Septi di FBG Bunda Cekatan, pelan-pelan akhirnya paham maksudnya dan Alhamdulilah ya Allah aku sudah selesai menuliskannya, terimakasih ya Allah..

 




 

Ada banyak yang belum tertulis, misalnya target-target mendampingi atau sebagai fasilitator proses belajar untuk anak di rumah, membuat portofolio mereka, dan banyak lagi. Terkait hobby baru saya yaitu motret. Asyiiikkk….

Jadi intinya adalah darn tahap sebelumnya sudah menghasilkan mindmap, dari mindmap itu dijabarkan lagi menjadi bidang apa kita ingin cekatan di dalamnya. Misal kalau saya bidang komunikasi, kesehatan, manajemen. Jabarkan masing-masing bidang mengenai tujuannya “Pada akhirnya saya akan berada di titik ini”, bisa dibilang ini tujuan jangka panjang, dengan deadline kita tentukan berdasarkan seberapa besar penilaian kita terhadap diri sendiri. Sedangkan tujuan jangka pendeknya bisa dengan menentukan hal berikut: 

“Dalam 1-2 bulan saya berada di titik ini”
“Dalam 1-2 tahun saya berada di titik ini”

Untuk mencapai tujuan tersebut langkah-langkah yang diambil harus nyata. Setiap tahapan tujuan, identifikasi keterampilan apa saja yang harus dilakukan dan dikuasai. Lakukan dengan komitmen, konsisten, dan disiplin. Utamakan melibatkan Allah dalam setiap langkah.

Kemudian di minggu ketiga ini, sebagai simulasinya ambil satu saja bidang yang menjadi prioritas. Kerjakan sampai tuntas, tentu saja kemungkinan belum tuntas di kelas bunda cekatan ini, namun kita sudah mengetahui gambaran yang akan dikerjakan. Konsultasikan dengan mentor kita untuk mendapatkan feedback atau masukan yang baik. Batas waktu bunda cekatan ini adalah 8 minggu. Sekarang berada di minggu ke-3 sedangkan minggu ke-4, akan ada lagi materi baru terkait mentoring. Selain menjadi bekal diri sendiri, belajar di bunda cekatan ini juga menjadi bekal untuk mendampingi anak-anak di rumah.

Jadi untuk rencana dan langkah-langkah sesuai mindmap saya sudah tertulis pada lampiran, saya telah mengkomunikasikannya dengan mentor saya. Jika ada masukan dari mentor saya akan saya report pada jurnal saya berikutnya. Dan ada juga report dari mentee tentang rencananya mempraktekkan eating clean secara keseluruhan. Secara umum audah lengkap sekali yang akan dilakukannya, dimulai dengan hal yang mudah dan dilakukan secara terus menerus, setahap demi setahap. Semoga sukses programnya yaa partner belajarku.

#jurnalmingguketiga
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Thursday, May 14, 2020

Mentorship 2 Self Assesment

Posisi saat ini saya adalah terdaftar sebagai Mentor tentang Menjalani pola makan Eating Clean dengan satu orang mentee dan sebagai sekaligus sebagai mentee tentang Bagaimana berkarya melalui podcast melalui seorang mentor.

Tahap kupu-kupu ini belajar menjadi mentor bagi saya bukan karena sudah mumpuni tapi belajar berbagi sesuatu yang sudah dikerjakan selama ini dan membuat perubahan yang baik pada diri sendiri. Namun bagi yang sudah mumpuni wajib hukumnya untuk menjadi mentor.

Menilai tingkat keahlian sendiri

Menjalani program eating clean ini baru berlangsung selama 3 bulan. Menurut saya program ini yang paling cocok buat saya dan membuat saya lebih bahagia. Bahagia dalam berbelanja, bahagia dalam menyiapkan masakannya, bahagia dalam menikmati masakannya dan bahagia merasakan respon tubuh yang baik terhadap makanan lebih sehat yang dimakan.

Bahagia menjalaninya bersama keluarga. Dan program ini merupakan salah satu dari wujud syukur kepada Allah Swt untuk menjaga kesehatan kita masing-masing.

Program ini insya Allah akan diterapkan dalam hidup sehari-hari selama seumur hidup. Semakin lama menjalaninya semakin luwes dalam memilih bahan pangan. Berlatih memasak makanan sehat dengan cepat dan praktis. Sesuai dengan prinsip eating clean. Berinovasi dengan menu-menu yang lebih bervariasi.

Kalau dalam tahap belajar tingkat keahlian saya masih tahap basic secara materi dan prakteknya.

Kalau dalam tahap sistem mentoring, tingkat keahlian saya pun masih tahap basic, bersyukur bisa ikut program mentoring di kelas ini, sudah diberikan langkah-langkah yang harus dilakukan selama 8 minggu. Dan perlu banyak belajar dengan bu Septi. Menurut beliau dalam tahap mentoring, tugas mentor adalah memandu, mendampingi, menjadi fasilitator dan melatih kemampuan bertanya dengan baik dimulai dengan How, What, Where, When, Who, Why dan which one. Tetap menjaga adab menjadi mentor dan tetap rendah hati dan tetap tegas dalam prosesnya. Tidak selalu “menyuapi materi” namun menggali kemampuan mentee, bahkan mentor belajar banyak dari mentee.

Bertemu dengan pasangan mentorship melalui Video Call

Bertemu muka secara online. Alhamdulilah akhirnya bisa video call bersama mentor dan juga mentee, jadi terasa lebih dekat dan mengenal lebih jauh tentang latar belakangnya, bercerita tentang awal perjalanan ikut bunda cekatan dan menceritakan sedikit tentang mindmapnya.

Mendapatkan sedikit gambaran tentang mereka, dan insyaAllah siap bersama-sama belajar.

Untuk mentor saya, tentang Public Speaking khususnya podcast adalah mentor yang tepat untuk saya karena saya sedang memerlukan media untuk sharing namun masih dalam batas audio, bagaimana mengatur ide yang akan disampaikan, bagaimana mengatur intonasi suara, bagaimana mengeluarkan power suara agar jelas terdengar namun tetap ramah di telinga para pendengar dan juga bagaimana agar dalam waktu yang singkat bisa menyampaikan ide dengan baik.

Untuk mentee saya dalam menerapkan hidup sehat dengan eating clean, kita layaknya belajar bareng atau peer mentoring, karena level saya masih basic dan masih harus banyak belajar. Banyak yang sudah mentee lakukan misalnya rutin berolahraga, meninggalkan makanan gorengan dan bacaan-bacaan yang berhubungan dengan eating clean. Dan punya harapan untuk bisa menyajikan makanan-makanan sehat yang lebih bervariasi agar tidak cepat bosan. Untuk harapan ini semoga bisa kita capai bersama-sama.

#jurnalminggukedua
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan1
#Institutibuprofesional


Thursday, May 7, 2020

Mentorship Program tahap 1



Haii, yuuk mari bergabung bersama saya

Menerapkan pola hidup sehat Eating Clean

Bukan diet, tapi efeknya luar biasa buat tubuh. Bisa jadi hal ini adalah solusi dari permasalahan tubuh selama ini.

Buat yang sering gagal diet, memaang ga usah diet, Eating Clean pola makan seumur hidup, buat semua umur, anak-anak, dewasa, dan orang tua. Dan untuk sehat bukan hanya pola makan, tapi pola hidup keseluruhan. Kesehatan menjadi sangat penting, menjaganya adalah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah.

Pilih makan sehat, makan pintar, makan benar dengan Eating Clean.



Begitu kira-kira apa yang saya tuliskan pada deskripsi profile mentor

Tahap kupu-kupu ini adalah tahap dimana kupu-kupu mulai belajar terbang dan melihat sekitarnya. Dalam bunda cekatan diwujudkan dengan cara mentorship program. Tantangan kali ini adalah menawarkan diri untuk menjadi mentor, disisi lain menjadi mentee pada orang lain di bidang yang kita anggap perlu improvement. Teknis program ini disupport oleh Facebook dimana aktivitas kita di rekam oleh system. Selama 8 minggu aktivitas pada conversation di aplikasi Messenger terdeteksi. Dan system akan memberi keterangan sampai dimanakah step yang telah dilalui, dan system akan merekomendasikan beberapa pilihan terkait langkah selanjutnya.

Apa manfaatnya mentorship ini?

- Agar setiap orang punya kesempatan pada posisi yang berbeda. Bisa menjadi mentor, bisa menjadi mentee, sesuai prinsip semua guru, semua murid.
-Agar bisa memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan, empati.
-Agar menjaga adab dalam belajar.

Bagaimana pengalaman menjadi mentor dan mentee?

Tahap awal ini saya dag dig dug derr, mulai menawarkan diri, banyak pertentangan batin hahaha. Namun bu Septi menguatkannya dengan menyemangati pada bunda tidak apa-apa, tidak harus menunggu sempurna untuk melangkah.

Sedangkan menjadi mentee terasa lebih mudah hehehe, yang sulit memutuskan untuk menjadi mentee di bidang apa? Ternyata banyak sekali pilihan yang menggiurkan dan kembali para bunda dilatih untuk memprioritaskan sebuah pilihan, diantara banyak pilihan menggiurkan.

Saya menjadi mentor di bidang “Hidup Sehat” dan menjadi mentee di bidang “Public Speaking”

Pekan ini antara mentor dan mentee saling berkenalan menggambarkan profil masing-masing sehingga bisa saling menilai kapasitasnya sebagai mentor dan mentee, mungkin disini saatnya menerima inilah mentor saya dan inilah mentee saya. Sambut dengan baik dan tetap berbaik sangka. InsyaAllah ilmu yang akan kita dapatkan menjadi berkah.

#jurnalkesatu
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan1
#instituibuprofesional

Sunday, April 26, 2020

Aliran rasa tahap kepompong

Bismillah
Alhamdulilah tantangan 30 hari terlewati, juga puasa 3 hal pun yang merupakan uji coba puasa sebelum puasa sesungguhnya dalam kehidupan nyata, sudah terlewati.

Naik turun mengerjakan tantangan ini sungguh terasa, dimulai dengan niat, bu Septi “hanya” sebagai pemandu, kita yang menjalaninya, kita pula yang bertanggung jawab atas apa yang kita pilih. Mau mengerjakan dengan baik atau asal-asalan itu kembali lagi kepada diri kita sendiri, bebas saja di tahap ini. Namun setiap individu tidak akan terbebas dari konsekuensi atas apa yang dia pilih.

Tahap ini merupakan pilot project untuk project seumur hidup saya, selesai tahap kepompong bukan berarti selesai membuat tantangan dan selesai berpuasa 3 hal. Tantangan selanjutnya adalah meneruskannya sampai akhir hidup. Bismilah InsyaAllah.

Tantangan 30 hari dengan tema apapun tentang hidup sehat. Puasa 3 hal berupa puasa bersuara seperti keledai, puasa gadget, puasa menunda pekerjaan. Begitulah gambarannya, semoga segala sesuatunya menjadi baik seiring dengan perjuangan untuk mengubah diri sendiri yang memang butuh energi. Lakukan dengan bahagia, setiap perubahan yang baik akan kembali lagi efeknya kepada kita. Bahkan orang-orang di sekitar kita.

Saat lebaran kepompong, saatnya silaturahim dengan Bu Septi dan Pak Dodik, ini dia insightnyaa..

Seperti yang disampaikan pak Dodik dan Bu Septi, perubahan kecil yang bisa dilakukan lebih baik daripada hanya bermimpi untuk melakukan perubahan besar dan tidak pernah terlaksana.

Memaknai proses ibu dalam program bunda cekatan ini, menurut pengamatan Pak Dodik, momen ini merupakan sebuah keberkahan yang harus disyukuri.

Pertama, secara tidak sengaja proses ini berbarengan dengan merebaknya krisis covid-19, dimana ibu-ibu saat tahap kepompong menarik diri dari keramaian, ketika selesai tahap kepompong, keluar menjadi kupu-kupu, telah disiapkan lahan untuk para kupu-kupu untuk bisa menebarkan manfaat sesuai dengan amalan masing-masing. Membantu proses penyerbukan bunga-bunga. Yang sangat berperan untuk kehidupan.

Hal-hal yang bisa dilakukan yaitu menolong diri sendiri dan menolong orang lain terutama orang-orang terdekat yaitu saudara, tetangga, lingkungan sekitar.
-Lakukan apa yang bisa dilakukan
-Mengajak ibu yang lain untuk melakukan kebaikan
-Meluberkan empati sebesar-besarnya

Kedua, timing memulai tahap kupu-kupu berbarengan pula dengan bulan puasa dimana amalan-amalan dilipatgandakan. Sebuah keberkahan yang patis disyukuri.

Sebagai pasangan Pak Dodik sangat mendukung apa yang dilakukan Bu Septi. Pak Dodik merasa mendapatkan kejutan dan hadiah dari tantangan 30 hari bunda cekatan. Mendapatkan menu makanan yang fresh dan dapur yang rapi selama 30 hari. Dan bu Septi pun menganggap tantangan seperti permainan yang fun untuk dilakukan.

Bagaimana agar perilaku tidak kembali lagi seperti sebelum melakukan tantangan?
Bagaimana agar selalu komitmen dan konsisten?

Jangan merasa selesai setelah wisuda, atau jangan merasa berhenti berproses karena telah menjadi kupu-kupu.

Wisuda arti katanya winisudo dadi senopati (diangkat menjadi senopati)
Tidak ada proses wisuda yang turun kelas

Saat ini ibu-ibu berproses dan memulai kehidupannya sebagai kupu-kupu. Dan tidak meninggalkan prosesnya saat menjadi kepompong.

Terimakasih Bu Septi dan Pak Dodik telah memfasilitasi belajar para ibu-ibu di Indonesia, sehingga tidak kehilangan arah tujuan.

Begitulah lebaran seru selesai di tahap kepompong, InsyaAllah dengan sekuat tenaga berusaha selalu lebih baik dari hari kemarin.

Sampai jumpa di masa depan. Semoga sukses



#aliranrasatahapkepompong
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Wednesday, April 22, 2020

Melanjutkan puasa menunda pekerjaan


Pekan ini adalah pekan terakhir puasa kepompong, dimulai dari tanggal 19 April sampai dengan tanggal 22 April 2020. Momen kali ini saya harus berlatih lagi untuk tidak menunda pekerjaan yang sudah direncanakan. Bukan karena ada hal yang lebih penting tapi karena yang direncanakan tersebut dianggap belum mendesak. Astaghfirullah. Inilah yang perlu diperbaiki lagi, menganggap masih banyak waktu luang, sehingga santai dan masih juga menunda. 

Satu saja item to do list yang kita kerjakan, ternyata banyak sekali sub item yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Makin sering menunda, makin menumpuklah item to do list tersebut. Bijaklah mengelola waktu, manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu. Allah sudah memberi waktu yang sama kepada setiap orang, kembali kepada masing-masing mau dimanfaatkan seperti apa, mau menjadi apa dengan waktu yang diberikan, apakah hanya terbuang sia-sia atau menjadi waktu yang berkah dalam setiap detiknya.

Puasa sampai dengan pekan keempat ini masih tertatih-tatih, masih banyak alasan dan masih belum bisa efektif dalam menggunakan waktu. Insya Allah akan terus diperbaiki dan dengan kesadaran diri memaksa diri untuk mengerjakan apa yang sudah direncanakan.

Berikut penilaian puasa sampai dengan pekan keempat

Excellent
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-bisa ngobrol seru dengan suami dan anak
-Emosi stabil dan bisa dikendalikan
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Kurang dari atau sama dengan 3 jam memegang handphone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang selesai dengan tuntas sesuai dengan waktu yang direncanakan

Very good
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Ngobrol biasa dengan suami dan anak
-Tidak ada teriakan, bisa dengan sadar mengendalikan
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Dalam range 3-4 jam memegang handphone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang lebih penting

Satisfactory
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Sedikit ngobrol dengan suami dan anak
-Ada teriakan, namun cepat sadar dan mengoreksi sikap
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Dalam range 4-5 jam memegang handphone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai
dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang kurang/tidak penting

Need improvement
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Hanya pertanyaan ya atau tidak, bukan mengobrol
-Teriakan keras panggilan untuk mereka bisa menaati hal yang sudah disepakati, ada nada jengkel
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Lebih dari 5 jam memegang handpone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi tidak dikerjakan sama sekali

Bismilah walau puasa ini hanya sampai pekan keempat, Insya Allah akan diteruskan sepanjang hidup, berharap semoga perubahan diri secara perlahan-lahan bisa konsisten dilakukan.



#jurnalmingguan
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#minggukeempat

Tuesday, April 21, 2020

Hidup sehat secara menyeluruh



Hari ini hari terakhir dalam tantangan 30 hari, untuk melanjutkan tantangan ini pada kehidupan yang nyata. InsyaAllah akan terus konsisten dengan hidup sehat. Dalam hidup sehat tidak hanya secara fisik tapi juga secara psikis, lebih luas lagi secara social dan spiritual. Hidup sehat secara menyeluruh bukan setengah-setengah.

Misal pola makan udah bagus, tapi masih iri sama orang lain, ghibahin orang, senang lihat orang susah, susah lihat orang senang hehehe. Apakah ini hidup sehat? Enggak kan?

Misal orangnya santun, kalem, ibadah keren, tapi makannya kurang diperhatikan, apa saja dimakan asal enak di lidah dan perut kenyang. Kurang memperhatikan apakah yang dimakan itu halal dan thayyib. Apakah ini hidup sehat? Enggak juga kan?

Misal semua udah keren, ibadah, pola makan, silaturahim jalan terus, tapi suka menyimpan emosi tertentu terhadap orang lain. Kurasa inipun ga sehat. Bisa jadi bom waktu dan bisa jadi penyakit.

Kesimpulannya hidup sehat harus dilakukan secara menyeluruh. Mencakup segala tingkah polah perilaku individu itu sendiri terhadap diri sendiri, orang lain, alam semesta, dan Allah Yang Maha Kuasa.

Memulainya bisa dari mana saja, mulai dari hal yang mudah dulu. Allah selalu menunjukkan caranya. Mungkin kita diberi permasalahan yang tak kunjung selesai, dari situlah pesan cinta-Nya yang harus dibaca. Sesuatu itu sering kita anggap sebagai masalah, padahal Allah sedang menyampaikan sesuatu kepada kita, baca pesan cinta-Nya berhentilah berfikir, tapi rasakan cinta Allah kepada kita dengan mengirimkan -yang sering kita anggap sebagai “masalah”. Pelan-pelan jalani, mohon petunjuknya. Secara ga sadar Allah tuntun kita untuk mendapatkan petunjuk. Misal, ke toko buku tiba-tiba kita tertarik dengan sesuatu yang sebelumnya kita acuhkan. Atau lagi jalan-jalan di timeline facebook, ada yang share sesuatu. Dan saat itu kita merasakan “AHA” momen. Atau pas banget baca Quran dan terjemahan merasa pas banget dengan yang dialami saat ini. Saya percaya itu merupakan petunjuk-Nya. Bukan suatu yang kebetulan. Selalu dekati Allah, selalu minta petunjuknya, minta sama Allah agar mempunyai pikiran yang terbuka dan hati yang lembut untuk dapat membaca petunjuk-Nya.

Ini prakteknya wow banget susahnya…

Terkadang baru sadar klo itu sebuah petunjuk setelah kita melewati prosesnya. Astaghfirullah selalu terlambat menyadari.

Semoga apa yang dilakukan dengan bahagia bisa mengantarkan kita kepada peran hidup kita sebenarnya, sesuai dengan fitrahnya.

Mari sematkan badge “very good” untuk semangatnya sampai hari ini.


#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#hariketigapuluh


Monday, April 20, 2020

Belajar Hidup Sehat


Hidup sehat ini yang akhirnya menjadi resolusi kami dalam sepanjang tahun 2020 ini. Entah ujungnya seperti apa akankan melahirkan beberapa project baru yang berkesinambungan?

Insya Allah.

Dalam sebuah perubahan yang diperlukan adalah open mind, mau menerima masukan yang baik, tidak banyak beralasan, tidak perlu menunggu sampai sesuatu terjadi dalam tubuh kita kan? Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati?

Mencegah itu, membatalkan terjadinya penyakit-penyakit yang berbahaya dengan cara makan sehat dan gaya hidup yang sehat. Mengobati pastinya banyak biaya yang dikeluarkan, selain biaya, waktu dan produktifitas terganggu. Karena itu, penting sekali menjaga kesehatan kita, dan ini adalah salah satu wujud syukur kita kepada Allah Swt. Sudah diberikan kehidupan di dunia ini, jangan secara sengaja maupun tidak sengaja kita merusaknya secara perlahan-lahan. Cari tahu apa yang kita makan, sehat ataukah tidak, baik ataukah tidak untuk badan, terus belajar, tidak boleh malas, tidak boleh sembarangan, asal enak di lidah, tapi tidak baik untuk tubuh. Segera berhenti dari kebiasaan yang kurang baik gantikan dengan kebiasaan baik sedikit demi sedikit. Mulai dari yang mudah dulu, tetapkan dalam waktu tertentu dan tambah lagi kebiasaan baik lainnya. Dan saya pernah punya pengalaman kurang mengenakkan buat suami karena secara tidak sengaja saya agak memaksakan kemauan saya, menganggap bahwa setiap orang harus punya pemahaman dan kecepatan perubahan yang sama seperti saya, saya lupa bahwa tiap orang itu berbeda, dan saya harus menghargai setiap perubahan yang telah dilakukannya, dan menunggu langkah-langkah berikutnya dengan sabar, tidak menggegasnya. Hehehe.. maafkan yaa..

Agar perubahan pola makan menjadi lebih smooth, berlatihlah memasak sehat dan enak. Tambah variasi dalam memasak. Sangat banyak sekali ragam jenis menu dengan satu jenis bahan saja. Misal dengan ikan nila bisa dimasak dengan berbagai macam jenis masakan. Yang penting tetap diperhatikan cara pengolahannya. Sangat penting dipelajari dan dipraktekkan, memasak mudah, memasak cepat, memasak benar, memasak yang sehat, sehingga tidak lagi sering beli makan diluar karena malas ke dapur atau malas belanja. Ayoo berhenti dari kebiasaan buruk. Lalu komitmen dan konsisten yang menjadi senjatanya. Yang penting selalu bahagia menjalaninya.

Seperti mengerjakan tantangan ini hampir 30 hari terlewati. Semoga tetap dapat terus menjaga komitmen dan konsisten.

Mari sematkan badge “satisfactory” untuk kali ini. Semoga tetap semangat.



#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhsembilan

Sunday, April 19, 2020

Dapurku

Waktu awal pindah ke Tanjung, tempat tinggal kami masih original banget yaitu tipe 45, dengan 2 kamar dan 1 kamar mandi, ruang tamu gabung dengan ruang keluarga sekaligus dapur. Dan sepertinya ga layak untuk menerima tamu. Saya udah jelas stress, sering uring-uringan karena minimnya area gerak saya terutama kalau sedang menyiapkan makanan. Sampai berangan-angan punya dapur yang luas, bersih, dan lengkap. 

Akhirnya bilang sama suami, “Mas, gimana aku bisa hidup normal, semua serba ga lengkap?”

Suami jawab, “Buat ayah, bunda dan anak-anak pindah kesini, itu sudah lengkap banget”

#Eaaa.. diem deh beberapa detik..senyum juga sih walau lanjut lagi komplainnya. Hehehe maafkan kelakuanku.

Sekarang alhamdulilah udah ada dapur sendiri walau ga terlalu luas tapi sudah layak untuk menyiapkan segala keperluan makan. Masih harus decluttering barang-barang biar ga terlalu penuh dan sesak. 

Apa keistimewaan dapur buat saya?

Dapur itu merupakan salah satu tempat me time saya selain kasur dan bantal, hehehe, saya yang termasuk jarang masak tapi suka banget kegiatan dapur, kalo ga ada kegiatan lain pengennya berlama-lama di dapur. Terjun ke dapur full baru saat pindah ke Tanjung ini tahun 2014an, karena ga ada ART yang bantuin hehehe. Sudah 10 tahunan setelah menikah ga pegang dapur, klo ga beli yaa dimasakin sama yang bantuin di rumah. Wajar kalo ternyata saat masak sering gagal juga, tapi suami ga tau sih kalo itu masakan gagal, masih bisa dan enak dimakan. Baru 2 bulanan ini saya hampir ga pernah beli makan di luar alasannya sejak mempraktekkan eating clean, masak di rumah lebih sehat, ternyata masak sendiri ga ribet kok karena masakannya sederhana, mudah dan tidak terlalu banyak proses.

Lay out dapur yang sekarang walau masih banyak kekurangan, saya happy karena bisa mengerjakan banyak pekerjaan sambilan saat memasak. Bisa sambil nonton tv atau mendengarkan kajian, bisa sambil ngobrol bareng anak-anak. Ada meja serba guna yang saat memasak dipakai untuk persiapannya, saat selesai masak berubah menjadi meja makan. Maklum rumah yang tidak terlalu besar memang perlu disiasati. Dapurnya menyatu dengan ruang keluarga sehingga saat memasak tidak terisolasi melainkan masih di tengah-tengah keluarga.

Dapur yang nyaman buat pemakainya bikin hati bahagia dan semangat untuk beraktivitas, diusahakan dapur selalu bersih, di meja makan hanya ada hiasan bunga, seluruh barang tersimpan rapi di lemari, kompor bersih, minim percikan minyak, tipsnya selalu dilap dengan air hangat setelah selesai memasak. Agar minyak tidak lengket. Kulkas tersusun rapi, selalu memakai wadah yang tertutup agar makanan tidak terkontaminasi.

Usahakan sinar matahari bisa menembus dapur, untuk mencegah bakteri-bakteri dan jamur berkembang biak.

Kalau dapur nyaman, setiap anggota keluarga merasa happy dan betah sehingga meningkatkan mood dan segala sesuatunya menjadi lancar. Dapur salah satu penunjang hidup sehat, kalo dapur kurang menyenangkan, jadi males masak, dan akhirnya kembali lagi ke kebiasaan lama, beli makan di luar, dan makan bebas.

Tetap jaga dapur agar bersih, rapi dan spark joy

Mari sematkan badge “very good” atas usahanya menjaga dapur tetap menyenangkan.








#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhdelapan

Membuat MSG Alami



MSG atau monosodium glutamat yang beredar dipasaran sering dikenal dengan nama Vetsin atau micin adalah merupakan MSG hasil proses di pabrik. Fungsinya adalah untuk memberi rasa gurih dan lezat pada makanan. MSG buatan disebut para ahli memiliki banyak efek negatif pada kesehatan, sedangkan MSG alami dalam makanan alami selain memberi rasa lezat pada makanan juga dapat memberi manfaat bagi pencernaan. Prinsip dasar Eating Clean: makanan sehat terbaik adalah bahan pangan alami yang mengandung berbagai vitamin dan mineral alami yang baik untuk kesehatan tubuh dan mental kita, termasuk MSG alami.




MSG alami terdapat dalam berbagai bahan makanan seperti tomat, jamur, kerang, ikan, udang, kecap ikan, rumput laut, bawang putih dan lain sebagainya. Jadi dalam memasak untuk rasa gurihnya dapat dicampurkan bahan-bahan alami tersebut ke dalam masakan. Misalnya MSG alami dari kulit udang.
Hari ini saya membuat MSG alami dari kulit udang.

Terinspirasi dari mbak dk wardhani, inilah Msg alami saya.

MSG Alami dari sisa udang




Bahan:
-sisa kulit udang, kepala udang, buntut udang
-bawang putih goreng, jika suka bisa ditambahkan bawang merah goreng juga
-garam himalaya

Cara membuat:
-keringkan kulit udang dengan oven, atau di sangrai
-campurkan dengan bawang putih goreng dan garam
-blender sampai halus
MSG alami siap digunakan.

Bisa dipakai untuk tambahan saat menumis, membuat sup dan masakan lainnya.
Tidak ada sisa konsumsi yang terbuang. Dan lebih menyehatkan dibanding MSG buatan.
Selamat memasak sehat..



Sematkan badge “very good” untuk praktek ilmu sehat hari ini.



#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#Institutibuprofesional
#harikeduapuluhtujuh

Friday, April 17, 2020

Memilih bahan pangan



Masih dari buku Eating Clean Series Inge Tumiwa, ada informasi penting buat saya untuk memilih bahan pangan yang benar baik untuk kesehatan kita, bukan yang diiklankan dan dimitoskan sehat, ini sebagai catatan buat saya, yaitu:

1. Pilih sayuran dan buah lokal yang tidak berasal dari bibit yang direkayasa genetik, serta minim atau bahkan bebas pestisida.

2. Pilih protein hewan alami lokal yang berkualitas, tidak diternak menggunakan pakan ternak yang berasal dari bahan pangan yang direkayasa secara genetik, antibiotik dan hormon, pewarna buatan, dan tidak diproses secara modern di dalam pabrik.

3. Pilih beras yang tidak mengandung pestisida

4. Pilih kacang-kacangan yang sudah dikeringkan

5. Pilih biji-bijian dalam bentuk aslinya, bukan dalam bentuk minyak.

6. Pilih kedelai alami dan organik yang sudah difermentasi antara lain tempe

7. Pilih minyak yang mengandung lemak sehat untuk memasak dan minyak untuk membumbui, antara lain minyak kelapa, coconut butter, minyak zaitun alami, minyak alpukat, minyak wijen alami, ghee dan clarified butter.

8. Pilih bahan pangan yang tidak mengandung gluten seperti beras, kentang, ubi, jagung, singkong, labu.

9. Pilih tepung pengganti yang tidak mengandung gluten, misal tepung beras, tepung kelapa, tepung singkong, tepung kentang, tepung jagung, polenta, tepung kacang arab, tepung buckwheat, sorghum, sago, teff, carob, tepung quinoa, tepung millet.

10. Gunakan bumbu segar dan rempah-rempah kering alami.

11. Pilih gula alami dan tidak usah menggunakan gula berlebihan sekalipun menggunakan gula alami. Misalnya stevia yang masih berbentuk daun ataupun diproses secara tradisional, madu mentah yang tidak dipasteurisasi, gula kelapa, gula aren dan kurma alami.

12. Gunakan susu selain susu sapu misalnya susu kelapa, susu kambing, dan susu kacang-kacangan (plant base milk). Bisa mengonsumsi susu sapu, pilih susu dari sapi yang diternak dengan pakan alami (rumput) dan tidak dipasteurisasi.

13. Gunakan garam laut alami.

14. Gunakan bumbu yang dibuat dari bahan alami yang baik untuk kesehatan dan tidak ditambahkan dengan berbagai zat kimia, misalnya Liquid Coconut Amino, kecap ikan, saus tamari, dan kecap manis kelapa atau sorghun.

Dari semua panduan ini yang sampai saat ini bisa dilakukan adalah membeli sayur dan buah lokal yang tersedia di pasaran, ayam organik masih belum tersedia, jadi masih memasak dengan ayam broiler namun sebulan hanya 2-3 kali dengan menu ayam broiler. Sebisa mungkin menggunakan ayam kampung asli. Sisanya didominasi dengan ikan laut dan ikan sungai. Beras menggunakan neras merah yang tersedia di minimarket lokal. Kacang hanya sekali-sekali saja dan dimasak dengan cara disangrai. Bisa dibikin bumbu pecel, bumbu tahu telor, bumbu gado-gado atau dijadikan cemilan biasa. Tempe hanya membeli yang tersedia di pasaran, kalau dilihat-lihat kedelainya bagus bentuknya apakah ini Kedelai GMO?. Minyak goreng sudah beralih ke minyak goreng kelapa, dan di rumah tersedia minyak wijen dan minyak zaitun untuk campuran salad. Mengusahakan untuk membeli ubi, singkong dan unbi-umbian lainnya untuk cemilan. Bisa juga aneka makanan yang berbahan dasar tepung beras seperti putu mayang, bubur sum sum yang dimakan dengan campuran gula kelapa/gula aren. Untuk bumbu-bumbu menggunakan bumbu alami, tidak ada bumbu instan hanya masih memakai terasi. Konsumsi berupa susu sementara ini berhenti, masih belum menemukan susu berbahan dasar protein nabati/kacang-kacangan yang bebas gula. Garam laut menggunakan garam laut alami atau garam pink himalaya. Kecap pun sementara ini masih stop dulu, karena belum menemukan versi sehatnya.

Alhamdulilah semoga konsisten dan terus ada peningkatan dalam hal pemilihan bahan alami dan kemampuan menyediakan makanan sehat buat keluarga.

Mari sematkan badge “very good” untuk kemajuan ini.


#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhenam

Tentang Telur


Dalam kuning telur terkandung berbagai macam vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan antara lain vitamin B12 yang penting untuk kesehatan syaraf dan darah. Telur juga merupakan sumber protein yang baik yang mengandung asam amino, untuk membangun otot, meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu mengurangi stress. Namun telur yang benar-benar sehat. Yaitu telur yang berasal dari ayam kampung liar dan ayam organik. Karena ayam-ayam tersebut diternak dengan bahan pangan alami, beban bahan kimia, termasuk antibiotik dan suntikan hormon.

Cara memasak juga harus benar, yaitu dimasak dengan minyak goreng yang sehat yaitu minyak goreng kelapa, ghee, atau clarified butter.

Selain telur ayam, ada telur burung puyuh, telur bebek, dan telur ikan. Telur bebek ini tinggi protein, lemak sehat dan vitamin, antara lain vitamin D. Dan banyak mengandung selenium yang punya banyak manfaat kesehatan antara lain sebagai salah satu antioksidan menangkal radikal bebas, meningkatkan kekebalan tubuh dan membantu memproduksi hormon tyroid. Telur bebek juga mengandung zat besi yang berfungsi untuk memproduksi sel darah merah. Telur bebek juga bisa diawetkan dengan cara diasinkan. Jika harus memakan telur asin, pilihlah telur asin yang dibuat dengan menggunakan garam laut.

Telur ikan juga banyak dikonsumsi manusia modern, hati-hati ada banyak telur ikan yang dibuat dengan cara diproses secara kimia. Banyak disajikan di restoran-restoran ala Jepang di Indonesia.

Demikian dirangkum dari buku Eating Clean Series. Walau sehat dan banyak mengandung protein, mengkonsumsi telur juga tidak boleh berlebihan. Banyak sumber protein yang sehat lainnya yang berasal dari ikan. Biasakan konsumsi makan sehari-hari dengan gizi yang seimbang, dan makanan yang bervariasi agar terpenuhi kebutuhan asam amino esensial bagi tubuh.

Badge kali ini adalah “very good”








#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhlima

Thursday, April 16, 2020

Selalu pilih versi sehatnya

Hidup sehat, mulai dari mana?

Mulai dari yang kita bisa..

Eating Clean itu makan makanan yang menyehatkan, ramah untuk organ-organ tubuh kita, ramah untuk enzim dan hormon tubuh.

Kalau tidak baik buat tubuh maka tinggalkan.

Tekwan itu enakk, bikin versi sehatnya yaituu tanpa tepung..penasaran?

Resep ini diambil dari buku Eating Clean Series, resep dari Legia Merissa Hanif

Resep lainnya seperti tekwan biasa kecuali, dibuat tanpa tepung, hanya campuran bumbu dan putih telur, telurnya diganti dengan telur ayam kampung asli, garam diganti dengan garam laut, kecap asin yang dipakai adalah Liquid Coconut Amino atau kecap adin yang dibuat dari kelapa.

Hari ini belum punya ikan tengirinya, di kulkas hanya ada kepala ikan kakap. Ya udah akhirnya bikin supnya doang, aromanya udah mirip dengan tekwan, kapan-kapan deh semoga ada yang jual ikan tengiri, maklum ikan ini lumayan langka. Ternyata enak sekali rasanya. Makin penasaran pengen bikin tekwannya.

Banyak sekali menu masakan nusantara yang bisa kita bikin versi sehatnya. Klo ga bisa bikin versi sehatnya masih banyak pilihan lain, hidup tak hanya untuk makan, masih banyak hal lain yang menarik untuk dinikmati.

Badge hari ini “very good” semoga tetap semangat sampai akhir.


#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhempat


Puasa Menunda Pekerjaan

Bismilah

Memasuki puasa pekan ketiga mulai dari tanggal 9-15 April 2020 dan pengumpulan jurnal tanggal 16-18 April 2020

Pekan ketiga puasa menunda pekerjaan


Excelent
-ada satu pekerjaan yang selesai dengan tuntas sesuai dengan waktu yang direncanakan
Very Good
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang lebih penting
Satisfactory
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang kurang/tidak penting
Need Improvement
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi tidak dikerjakan sama sekali.

Dengan bertekad menyelesaikan satu demi satu pekerjaan, bismilah InsyaAllah tetap semangat. Selesaikan satu pekerjaan dan lanjut dengan pekerjaan berikutnya. Begitulah nabi mengajarkan.

Waktu tak dapat diulang, waktu tak dapat kembali, pelajaran berharga buat manusia sudah Allah tulis di surah Al Ashr.

Berikut penilaian puasa sampai dengan pekan ketiga

Excellent
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-bisa ngobrol seru dengan suami dan anak
-Emosi stabil dan bisa dikendalikan
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Kurang dari atau sama dengan 3 jam memegang handphone
Pekan ketiga puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang selesai dengan tuntas sesuai dengan waktu yang direncanakan

Very good
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Ngobrol biasa dengan suami dan anak
-Tidak ada teriakan, bisa dengan sadar mengendalikan
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Dalam range 3-4 jam memegang handphone
Pekan ketiga puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang lebih penting
Satisfactory
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Sedikit ngobrol dengan suami dan anak
-Ada teriakan, namun cepat sadar dan mengoreksi sikap
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Dalam range 4-5 jam memegang handphone
Pekan ketiga puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai
dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang kurang/tidak penting

Need improvement
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Hanya pertanyaan ya atau tidak, bukan mengobrol
-Teriakan keras panggilan untuk mereka bisa menaati hal yang sudah disepakati, ada nada jengkel
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Lebih dari 5 jam memegang handpone
Pekan ketiga puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi tidak dikerjakan sama sekali
 
Pekan ini masih naik turun puasanya seperti ini badgenya







#jurnalmingguan
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#mingguketiga

Tuesday, April 14, 2020

Sehat Qalbu


Halooo.. sampai juga di tantangan hari ke 23

Masih dengan tema hidup sehat, selain harus sehat badan, harus sehat pula jiwanya. Jiwa erat hubungannya dengan hati. Ada jurus menyehatkan Qalbu/hati ala Rasulullah seperti dalam buku JSR oleh dr. Zaidul Akbar

Keyakinan kepada Allah, semua mungkin kalau Allah berkehendak. Allah berfirman, “Janganlah berputus asa dari rahmat Allah”

Memperbaiki amal ibadah kepada Allah, salah satunya berprasangka baik kepada Allah. Segala yang diberikan Allah untuk hambaNya adalah untuk kebaikan. Hadits Qudsi, Allah berfirman, “Allah baik dan hanya menerima yang baik”. Cara mendekati Allah adalah dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda mengenai Allah,”Aku sesuah persangkaan hamba-Ku” Iman adalah kekebalan tubuh terbaik, jika mau jiwa dan raga sehat, jagalah iman. Iman yang baik senantiasa menjaga sikap, akhlak, buri pekerti, atau tingkah lakunya kepada Allah dan kepada manusia. Dasar dari kesehatan adalah amal ibadah yang dikerjakan secara benar.

Menjaga Hati, Iman dan Pikiran. Emosi yang baik berasal dari keimanan yang terjaga. Keimanan akan menghasilkan kebahagiaan yang luar biasa. Allah berfirman, “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin…” QS Al-Fath 48:4. Orang-orang yang menjaga keimanannya pasti memiliki hati dan emosi yang baik.

Beribadah dengan benar. Amal ibadah yang dapat mendukung kesehatan kita jika dilakukan dengan benar dan sungguh-sungguh. Wudhu, sholat, membaca Al Quran, berdoa, sedekah, haji dan umroh.

Perbanyak bersujud, saat sujud dalam sholat, posisi jantung mengarah ke otak, saat itulah jantung dapat menyalurkan darah ke otak secara optimal. Otak merupakan organ yang sangat membutuhkan oksigen.

Dasyatnya Subuh dan Bangun Pagi. Pada waktu subuh hingga dhuha ada hal luar biasa yang diberikan Allah kepada Bumi ini. Peningkatan Nitric Oxide (NO) atau gas ozon di dalam udara dan mulai menghilang ketika matahari terbit. Ketika matahari terbit, cahaya matahari tampak kemerahan. Cahaya merah ini digunakan untuk menghasilkan vitamin pada kulit.

Demikian kutipan sebagian isi buku JSR, untuk hidup sehat harus paham kita sebagai pribadi kudu gimana, harus ngapain. Panduannya sudah ada tinggal action, open mind, mohon kepada Allah lembutkan hati untuk menerima petunjuk yang Allah berikan, mohon dimampukan untuk membaca petunjuk yang Allah kasih dalam berbagai bentuk dan cara.

Bismilah.. lanjutkan hidup sehat hidup bahagia, bunda sehat, bunda bahagia.

Tantangan kali ini memperoleh badge satisfactory, karena merasa belum maksimal.



#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhtiga

Monday, April 13, 2020

Bahagia jalani hidup sehat

Hidup sehat nyiksa? Makan sehat ga enak? Kalau merasa begitu Jadinya malah stress bukannya 
sehat karena tidak bahagia. Jika berusaha untuk hidup sehat pada waktunya nanti kita akan memetik hasilnya. Mungkin keluhan yang selama ini ada menjadi hilang, atau malah tubuh jadi mengalami detoksifikasi alias muncul reaksi tubuh tertentu sebagai bagian dari membuang racun dalam tubuh.
Tergantung kondisi tubuh saat ini seberapa banyak racun, radikal bebas yang ada dalam tubuh. Sampai saatnya nanti tubuh kita bener-bener sudah hilang racunnya, dan tubuh kita berkembang sesuai dengan umurnya atau bahkan tampak lebih muda. Nah kalo ini bonus.

Perubahan mulai yang kecil dulu, ukur kemampuan diri, perubahan kecil tapi terus menerus dan jangan balik lagi ke kebiasaan lama. Hijrah atau berpindah.. klo belum bisa drastis, sedikit demi sedikit. 

Sebagai tambahan literatus saya, Alhamdulilah buku JSR sudah di tangan
Jurus Sehat Rasulullah yang disusun oleh Ustadz Zaidul Akbar.
Buku ini berbicara tentang bagaimana sehat sesuai tuntunan rasulullah. Ada jurus menyehatkan Qalbu ala Rasulullah. Jurus Menyehatkan tubuh ala Rasulullah. Mengupas masalah kesehatan manusia saat ini. Makan makanan yang halal dan thayyib.

Betapa banyak informasi dari berbagai sumber yang didapatkan. JSR yang insyaAllah dikaji sesuai sunnah rasul, Eating Clean yang sesuai dengan prinsip makan makanan yang halal dan thayyib. Hanya yang baik yang dimakan. Jika tidak baik untuk tubuh maka tinggalkan meskipun sebuah makanan tersebut memiliki rasa yang enak di lidah. Buku mengenai keajaiban enzim tubuh manusia. Ada banyak rambu-rambu yang wajib dipatuhi agar tubuh kita terhindar dari berbagai macam gangguan kesehatan tubuh. Ada berbagai macam resep sehat yang bisa dipraktekkan.

Siapkan semangat, stamina, temukan hal yang membuat bahagia untuk action, ini adalah marathon seumur hidup perlu kekonsistenan, tekad yang kuat, bukan karena ikut-ikutan, tapi lebih ke tanggungjawab terhadap diri sendiri. Dan jalani dengan penuh kesungguhan. Up and down itu biasa, segera sadari dan kembali ke track yang benar.

Ini sekedar cerita saja tentang keinginan hidup sehat di tengah-tengah kepungan makanan yang enak-enak ala western, seperti roti, cake, burger, fried chicken, pizza, pasta, keju dan lain sebagainya, minuman yang dingin manis menyegarkan, belum lagi eskrim yang menggiurkan. Ini sesuatu yang tidak mudah. Namun dengan berlatih makan makanan yang baik, lidah kita akan tahu mana makanan baik, mana makanan yang terlalu banyak “racun”. Dan karena perbaikan palet lidah, maka lidah kita akan menolak secara perlahan makanan-makanan yang sebelumnya kita anggap “lezat”.

Mari sematkan badge “very good” untuk semangat yang kuat untuk hidup sehat.








#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhdua

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...