Showing posts with label homework. Show all posts
Showing posts with label homework. Show all posts

Sunday, February 4, 2018

Andai aku menjadi

Seandainya saya merupakan bagian dari kelas berbagi Tanjung dan saat ini masih mendapat amanah sebagai Sekretaris “Kelas Berbagi Tanjung" yang saya lakukan adalah seperti yang saya ceritakan berikutnya.

Kelas Berbagi ini akan dimaksudkan sebagai wujud peran dari ibu profesional yang ingin bermanfaat buat masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar dan tempat berkumpul, tempat bersosialisasi para ibu dan anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilannya.

Untuk itu harus didukung program kerja yang layak. Dengan mengutamakan kebutuhan belajar para ibu-ibu member Ibu Profesional dan kemudian mempertimbangkan kebutuhan bagi ibu-ibu masyarakat sekitar. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama dan bermanfaat.
Diantaranya:

1. Tahsin Al Quran

Saya merasa sangat membutuhkan ilmu tahsin ini mengingat bacaan quran yang terkadang masih belum benar. Di sekitar rumah ada teman yang mempunyai kemampuan tahsin yang bagus, dan saya pikir cocok untuk mengajar ibu-ibu yang masih belum fasih mengaji.

Targetnya adalah para ibu member IP dan ibu-ibu diluar member.

Untuk bagaimana model pengajarannya, selanjutnya akan didiskusikan lagi dengan pengajarnya.

Maksimal 25 orang

2. Playdate dengan berbagai tema, salah satunya belajar berenang yang baik dan benar.

Berenang ini pun tetap menjadi kebutuhan saya dan keluarga, dengan berenang melatih keberanian, melatih diri agar terbiasa dengan air, menjaga badan agar senantiasa bugar. Untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, lebih baik jika dibiasakan untuk berenang. Namun kalau diperhatikan, banyak anak-anak jika di kolam renang hanya bermain, tidak berlatih bagaimana berenang yang baik dan benar. Hal ini dimaklumi karena minimnya pelatih renang yang umumnya mereka juga masih bekerja pada office hour. 

Akan difasilitasi dengan guru/pembimbing untuk berenang. 

Target para ibu-ibu dan anak-anaknya

3. Fieldtrip explore alam Tabalong dan sekitarnya.
Alam Tabalong dan sekitarnya banyak menyimpan keunikan, selain masih asli dan natural, alam di sini termasuk serba ada, ada goa yang dingin dan airnya tenang, ada air terjun, ada banyak sungai bebatuan yang masih asli, ada lokasi untuk camping di sini, ada sungai yang lumayan deras airnya bisa dimanfaatkan untuk wisata bamboo rafting. 

Playdate bersama keluarga yang lain bisa menambah keseruan, dan ajang berkumpulnya para ibu, ayah dan anak-anak. Diharapkan dapat merekatkan hubungan dalam keluarga maupun antar keluarga.

4. Kajian online dan offline bekerjasama dengan komunitas parenting yang lain. Secara berkala mengadakan kajian parenting/sharing masalah parenting baik online maupun offline, jika memungkinkan mengundang praktisi parenting yang bisa mengisi kajian. Baru-baru ini telah dilaksanakan Seminar keluarga “Membangun Peradaban Dari Rumah” oleh bu Septi Peni Wulandani dan Bapak Dodik Mariyanto. Seminar ini terlaksana dengan kerjasama antara Kelas Berbagi Tanjung dan sebuah Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan anak. Diharapkan akan diadakan lagi seminar-seminar semacam ini yang pastinya dapat menambah ilmu dan juga sebagai bahan evaluasi diri dalam mendidik anak.

5. Playdate bersama membuat kue, mpek-mpek, membuat mie, merajut, decoupage, menggambar, mewarnai, menghias kue, menghias cupcakes, beauty class, gardening, hidroponik, membaca bersama, mendongeng.

Semua kegiatan pasti asyik dan seru jika dilakukan bersama-sama, tantangannya adalah bagaimana mengumpulkan orang yang sevisi misi, juga waktu yang sangat sempit, karena hanya ada waktu weekend, sedangkan weekday anak-anak banyak yang bersekolah yang menerapkan fullday school, bahkan di tahun ajaran baru nanti sekolah negeri kabarnya telah menerapkan fullday school bagi anak-anak.

Oiyaa.. selain kelas berbagi, ada juga rumah belajar, persamaannya adalah secara struktur organisasi keduanya dibawah posisi Manager Offline, perbedaannya, kelas berbagi boleh untuk non member, sedangkan rumah belajar hanya untuk member, yang punya passion sama, berkegiatan bersama dan konsisten dengan passionnya. Diharapkan nantinya dapat terbentuk sebuah karya hasil dari rumah belajar. 

Saya masih berangan-angan untuk memiliki rumah belajar, prosesnya cukup panjang dimulai dari kekonsistenan diri sendiri, dan berkumpul dengan teman-teman sesama member yang satu passion dan akhirnya dapat secara produktif menghasilkan sesuatu.
Dalam rencana, saya akan konsisten belajar mempercantik blog dan memperbanyak jam terbang dalam menulis dengan cara komitmen terhadap waktu yang saya tetapkan sendiri.

Demikianlah apa yang menjadi rencana kedepan untuk Kelas Berbagi dan saya khususnya yang terlibat di dalamnya.

Semoga Allah selalu memberikan jalan dan memberi kekuatan untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan.

Thursday, January 25, 2018

Apa peran yang kau ambil?

Untuk nice homework kali ini tetap.. menantang untuk dijawab, mungkin tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu dengan kondisi sekitar, ada rasa khawatir juga tidak bisa menghadapi tantangan dengan baik. Setiap orang menyadari bahwa untuk mengerjakan pekerjaan yang besar selalu dimulai dengan satu langkah pertama, tidak menunggu siap, tidak menunggu sempurna, tapi kemauan untuk berkontribusi, kemauan untuk belajar dan kemauan bekerja dalam tim.

Kondisi masyarakat disini bervariasi, ada yang pendatang ada pula penduduk asli, buat pendatang seperti saya ini, banyak yang harus dilakukan untuk penyesuaian diri. Begitu terasa sekali fasilitas umum seperti rumah sakit, pelayanannya masih belum memenuhi standar. Minim tempat bermain anak-anak, walaupun ada, kondisinya kurang terawat. 

Di sekitar kabupaten ini seharusnya makmur, tambang minyak dan tambang batubara dihasilkan di sini, malah sudah ada lagi pabrik semen di pinggiran kabupaten ini. Namun penampilan kota ini masih seperti kota yang semrawut, banyak galian dan timbunan, jalur lambat dijadikan parkir mobil pribadi, sepeda motor masuk ke jalur mobil, jalanan penuh debu dan genangan air. Lebih parah jalan keluar masuk truk tronton bermuatan semen yang lalu lalang di jalur luar kota, membuat jalan tak mampu menahan beban, membentuk lendutan dan ketika hujan menampung air sempurna. Bahkan banyak terjadi kecelakaan tunggal karena terlambat menghindari jalan rusak atau kendaraan menjadi tidak seimbang karena jalan aspal berubah menjadi bukit-bukit kecil. Jika pagi dan sore hari jalan umum dipenuhi mobil triton mengangkut pegawai yang bekerja di perusahaan pertambangan yang merupakan obvitnas atau objek vital nasional. Area pertambangan batubara mencapai Kalimantan Tengah saking luasnya, terdapat pula area pertambangan yang sudah ditinggalkan karena hasilnya tak lagi menjanjikan. Disinilah tantangannya, para bapak banyak bekerja di kantoran, sementara istrinya berkiprah di dalam rumah. Diantara banyaknya ibu-ibu di sini pastilah haus ilmu bagaimana mendidik anak-anak, bagaimana harus mandiri karena jauh dari keluarga. Jauhnya para ibu dan bapak dari kampung halaman, ketiadaan fasilitas modern seperti mall, bioskop dan lain-lain membuat ibu-ibu tergerak untuk beraktivitas yang lebih positif untuk mengisi waktunya.

Untuk para pendatang biasanya punya anak kisaran balita sampai dengan SMP, karena selepas SMA mereka memilih untuk menyekolahkan di Banjarmasin atau daerah lain. Jadi lebih banyak anak-anak yang berusia sampai dengan SMP. 

Karena di daerah yang jauh dari pusat kota, banyak para keluarga akhirnya memilih untuk mengeksplore alam yang masih natural, mengunjungi bahkan camping/menginap di alam terbuka. Sehingga meminimalisir hiburan-hiburan perkotaan yang akrab dengan mall dan gedung-gedung bertingkat.

Dalam mengeksplore alam pun lebih seru jika dilakukan beramai-ramai tidak sendiri-sendiri. Tantangannya mengumpulkan orang yang satu visi dan berkegiatan bersama secara teratur. 

Bicara mengenai bakat saya dalam hubungannya dengan tantangan ini, saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan parenting, orang yang mau untuk belajar untuk menjadi yang lebih baik. Mau bersusah payah untuk memperbaiki hubungan dengan anak-anak dan inginkan anak-anak mencapai potensi terbaiknya. Dan  semoga dengan dimulainya komunitas/rumah belajar di daerah ini, memperluas pergaulan dan keterampilan mengorganisir sebuah kegiatan. Menjadi magnet buat para ibu-ibu untuk melakukan hal yang sama yaitu selalu merancang dan berkegiatan untuk mengakrabkan keluarga dan antar keluarga.

Inginnya, sebuah komunitas atau rumah belajar tidak pernah sepi dari kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak dan orang tua, selalu ramai, tempat belajar bersama dan tempat sosialisasi dan juga tempat curhat buat sesama orang tua, bukan untuk mengeluh tapi untuk menyalurkan energi yang mungkin bisa berakibat kurang baik jika dipendam.

Bayangan kegiatan-kegiatan seperti yang sudah pernah beberapa temen-temen lakukan, kumpul bocah dan berkegiatan bersama. Kegiatan seperti ini baik jika terkoodinir, punya tujuan dan apa yang dilakukan selalu mendekat ke visi misi komunitas atau visi misi keluarga. Karena Tanjung cukup jauh dari pusat kota, jarang sekali ada pemateri kondang yang mau datang ke sini, namun pasti akan ada orang yang berjuang tanpa berharap imbalan. 

Bismilah semoga semangat untuk mendidik anak dengan baik tetap terjaga sampai kapanpun. Melalui komunitas, diri secara personal tumbuh dan bersiaplah untuk menjadi besar. Jangan lupa semua butuh konsekuensi.

Tahun-tahun selanjutnya berharap bisa bekerja sama untuk membuat sebuah creative event organizer yang selalu siap  menjadi penyedia  pemateri khususnya parenting secara offline dan online. Semakin solid dengan teman-teman seperjuangan, karena sendiri itu ga enak. Bukankah silaturahim itu memperpanjang umur?

Thursday, June 15, 2017

Jika Pillow Talk tak seindah yang dibayangkan

Hampir setiap malam Deny dan Ike berselisih karena sesuatu yang tidak jelas. 

Malam menjelang tidur, Ike galau menunggu suaminya, Deny, di tempat tidur. Ike berusaha konsentrasi membaca buku yang ada di hadapannya dan kadang-kadang bermain gadget, sedangkan Deny menunggu juga di ruang tengah sambil nonton televisi, yaah sama-sama menunggu dan tidak ada yang memulai untuk mengobrol. Maksud Ike, pengen mengobrol bersama suaminya di tempat tidur yang biasa dikenal dengan istilah Pillow Talk.

 Ike males datang ke ruang tengah, kenapa? karena disitu ada televisi yang memecah konsentrasi mengobrol. Sementara Deny tetep berada di tempatnya. Belakangan setelah semuanya dibicarakan, baru ketahuan kalau Deny akan pergi ke tempat tidur kalau sudah ngantuk dan pasti akan tidur, klo mau mengobrol ya di ruang tengah, pikirnya. Otomatis harus bareng sama televisi juga. Karena ternyata Deny itu sejak dulu di keluarganya, kalau mengobrol bareng keluarga, bapak, ibu dan saudara-saudaranya, itu tidak pernah berhadapan satu sama lain, tapi sama-sama menghadap televisi sambil nonton dan sambil ngobrol. Kalo obrolan lebih seru, televisi dicuekin, klo ngobrol kurang seru yaa nonton televisi jadinya. Atau kalo sedang perjalanan ke luar kota, sama-sama menghadap ke depan jalan, jadi deh obrolannya. Kerap kali mereka lumayan sukses kalau ngobrol di mobil.

Sementara Ike, sang istri, kalau malam menjelang tidur pengennya meniadakan televisi kemudian bersama suaminya Deny mengobrol berdua. Bagi Ike televisi itu penganggu dan membuatnya tidak didengarkan. Perbedaan ini yang membuat Ike  tidak pernah klop dan selalu terjadi miskomunikasi antara mereka.

Benarkah Pillow Talk tak seindah yang dibayangkan?

Kalau menyimak cerita di atas belum nyampe ngerasain Pillow Talk malah udah miskomomunikasi

 Apa itu Pillow Talk?

 Kalau kita cek dengan mesin pencari, dengan mudah menemukan artinya, namun Pillow Talk menurut yang saya pahami adalah bincang-bincang ringan antara suami istri menjelang tidur tentunya di tempat tidur tujuannya agar semakin dekat secara fisik dan hati. Inti dari Pillow Talk adalah komunikasi dengan pasangan. Pasangan yang sudah seharian tidak bertemu, suami yang sibuk kerja, istri yang sibuk dengan anak-anak, mengurus rumah, atau sibuk karena ada kegiatan lain di luar rumah, menyebabkan tidak ada waktu buat mereka untuk mengobrol. Buat pasangan yang seperti ini Pillow Talk bisa menjadi solusi buat keduanya.

 Pillow Talk hanya salah satu cara berkomunikasi

 Komunikasi dengan pasangan selalu menjadi topik sehari-hari, sumber perselisihan dan sumber kebahagiaan juga buat suami dan istri. Menjadi sumber perselisihan jika suami istri sama-sama tidak mengerti maksud komunikasi masing-masing dan tidak ada yang bersedia untuk meluruskannya. Menjadi sumber kebahagiaan jika suami istri lancar berkomunikasi, pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.


Apa yang seharusnya dilakukan Ike dan Deny agar Pillow Talk mereka berakhir indah?

 

Paling tidak diantara keduanya saling memahami kebutuhan masing-masing dan kebutuhan pasangannya. Simak yaa, inilah yang paling tidak, bisa dilakukan. 

1. Sebelumnya ada kesepakatan di awal tentang ini.

 Ada kesepakatan khusus antara istri dan suami, bahwa sebaiknya menikmati dulu paling lama 1 jam untuk mengobrol bareng yang ga jelas. Bukan yang berat-berat apalagi membahas visi misi. Hehehe

2. Suami istri tidak perlu terlalu memiliki harapan yang tinggi terhadap situasi saat menjelang tidur

 Kondisi suami istri tidak selalu sama. Istri terkadang sedang fit, tidak ngantuk dan sedang ingin untuk bercerita panjang lebar tentang kondisi anak-anak hari ini dan apapun yang menarik. Harapan seorang istri tentunya ingin berintim-intim dengan suami setelah seharian di tinggal kerja. Waktu terbaik menurut  istri bisa berbeda dengan suami. Persepsi istri, Pillow Talk itu menyenangkan dan mengakrabkan dengan pasangan.

Gimana dengan suami?

Versi suami kebanyakan kerja itu capek dan pulang ke rumah adalah waktunya tiduuur..jangankan Pillow Talk, senyum aja dan sekedar menyapa seperti sudah terlalu lelah. Wajar saja ini terjadi. Mungkin suami beranggapan istri harus mengerti kondisinya yang capek. Harapan suami itu, istri selalu tersenyum menyambut suami pulang, cerah ceria, bercerita yang ringan sukur-sukur cerita lucu tentang anak-anak. Tapi kadang istri tak selalu bisa begitu. 

Jadi berdamai dengan kondisi pasangan mungkin lebih membuat situasi terkendali. Perlu keterampilan untuk dapat berdamai dengan situasi kondisi yang tak nyaman.

 3. Beri kesempatan pasangan untuk siap mengobrol.

 Membayangkan Pillow Talk yang menyenangkan, siapa yang tak ingin menikmatinya. Mungkin kebutuhan ini lebih ke istri karena adanya  kebutuhan untuk mengeluarkan kata-kata. Sementara suami ingin segera istirahat jika sudah sampe rumah, "mengobrol bisa kapan-kapan laah.. kaya ga ada waktu lain aja.." mungkin begitu pikirnya. Jangan sampai memaksakan ingin mengobrol jika kondisi tidak memungkinkan, tunda sejenak atau beri kesempatan pasangan untuk siap mengobrol.

4. Mencari Alternatif cara mengobrol yang lain

Tidak harus Pillow Talk. Kalau salah satu merasa keberatan sebaiknya  dicari cara mengobrol yang lain yang sama-sama senang dan happy menjalaninya. Kalau kita lihat cerita di atas sepertinya tidak nyambung antara keinginan suami dan istri, istri ingin mengobrol di tempat tidur, sementara suami ingin mengobrol di ruang tengah. 

5. Perlunya mengkomunikasikan sesuatu dengan lugas dan jelas.

 Istri menyampaikan pesan terhadap orang lain dalam hal ini suami, maka istrilah yang bertanggungjawab terhadap tersampaikannya pesan dengan baik. Jika suami tidak mengerti apa yang dibicarakan istri, maka istri harus mengubah strategi berkomunikasi. Begitu juga sebaliknya.

 Adakah cara lain?

 Jika tidak dengan Pillow Talk, masih banyak cara lain berkomunikasi, dan cara mengobrol yang enak, yang terpenting kenali terlebih dahulu kemauan masing-masing dan diskusi bersama di waktu yang pas. Bisa juga dengan nge-teh bareng, sholat berjamaah, selama dalam perjalanan atau saat kondisi tubuh sedang fit. Jadi andaikan Ike dan Deny tidak menemukan keasyikan dengan Pillow Talknya.. please carilah cara lain untuk happy bareng.

 Bagaimana Rasulullah memberikan teladan?

 Dalam sebuah hadits menyebutkan,

“(Suatu malam) aku menginap di rumah bibiku Maimunah (istri Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam). Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam berbincang-bincang dengan istrinya (Maimunah) beberapa saat kemudian beliau tidur” (Hadits Riwayat Al-Imam Bukhori)

Hadits lain menyebutkan,

“Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari) 

Demikianlah rosul memberi teladan bahwa rasul pun melakukan bincang-bincang dengan istri beliau. Baik pada saat menjelang tidur  atau pada saat yang lain. Mengobrol atau bencengkerama dengan pasangan memberikan banyak manfaat dan merekatkan hubungan antara suami dan istri. Dan banyak cara mengobrol, Pillow Talk hanya salah satunya, jangan berkecil hati jika tak seindah yang dibayangkan..

 


Tuesday, June 13, 2017

Parenting, Never Ending Story

Dalam sebuah kulwap (kuliah via whatsap) oleh ustadz Adriano Rusfi ada salah satu peserta yang bertanya: “Dalam mendidik anak, saya sering bingung karena kebanyakan membaca referensi tentang parenting, Bagaimana sebaiknya?”
Kemudian ustadz menjawab secara singkat bahwa pada dasarnya Allah telah mengilhamkan pada diri kita tentang prinsip-prinsip dasar pendidikan anak. Bahkan Allah telah mengilhamkan parenting yang berbeda untuk anak yang berbeda, sehingga kita tidak perlu menjadi robot-robot parenting. Yang perlu dilakukan adalah menggali ke dalam diri, membersihkan diri, mengasah intuisi, nurani, dan kepercayaan diri bahwa Allah bersama kita,

Selama ini tema parenting adalah tema yang menarik untuk dipelajari. Merasa diri ini kurang sekali ilmunya, dan ingin lebih baik lagi menghadapi anak. Walaupun prakteknya tidak selalu mudah, perlu perjuangan dan tekad yang kuat. Saya sendiri sedikit demi sedikit mempelajari sambil langsung mempraktekkan pendidikan berbasis fitrah, (fitrah based education). Yang disusun oleh Ustadz Harry Santoso dan Adriano Rusfi. Senada dengan pendidikan berbasis fitrah, saya ikut kuliah online Institut Ibu Profesional, dipandu oleh Ibu Septi Peny Wulandani. Secara detailnya saya sering juga mendengarkan tausiyah ustadz Muhammad Fauzil Adhim. Membaca buku-buku ibu Ida Nur Laela. Ikut belajar bersama Abah Ihsan. Mendengarkan seminar ibu Elly Risman. Dan menyimak program Indonesian strong from home-nya Ayah Edy. Dan banyak buku-buku penunjang lainnya.

Apakah bingung terlalu banyak teori parenting?
Jika sumbernya Al Quran, tidak ada yang bertentangan. Malah sejalur dan saling melengkapi. Jika sumbernya penelitian/research bisa dimungkinkan terjadi pertentangan. Maka kembali ke Al-Quran dan Hadits. Seperti ada anggapan bahwa dilarang memakai kata "jangan" dalam melarang anak, karena anak justru akan melakukan yang dilarang. Namun di Al-Quran banyak sekali dalam mendidik anak dan menasihati anak dipakai kata "jangan" diawali dengan panggilan yang baik kepada anak, dan kata-kata yang lembut.

Contoh yang ada di Surah Luqman : 13 "Ya bunayya la tusyrik billah" Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah.

Sebelum menjalankan semua teori parenting itu sebaiknya kita menyadari bahwa dalam diri orang tua sudah terinstall fitrah keayahbundaan yang diberikan Allah sepaket dengan fitrah yang dimiliki anak. Orang tua lah yang seharusnya paling tahu apa yang diperlukan buat anaknya, dengan catatan orangtua itu sendiri paham akan fitrah yang dimilikinya. Kebanyakan orang tua terlalu sibuk mencari referensi teori parenting di luar sehingga lupa menengok pada dirinya sendiri.

Bagaimana menengok fitrah keayahbundaan pada diri sendiri ini?

Perlu kejernihan pikiran dan mata hati melihat ke dalam diri, pembersihan diri dan mendekat ke Allah, berdoa meminta petunjuk. Masing-masing dari ayah bunda memiliki kelebihan dan kekurangan, punya sesuatu yang suka dan bisa, punya sesuatu yang menjadi passion, punya sesuatu yang unik, yang tidak dipunyai orang tua lain atau keluarga lain. Punya cara mendidik anak yang dapat menentramkan hati. Teori-teori parenting hanya sebagai penunjang, apabila tidak cocok untuk diterapkan, jangan memaksakan, berdoalah kepada Allah, minta yang terbaik untuk anak-anak kita. Pasti Allah akan mengilhamkan cara terbaik mendidik anak versi kita dan cocok untuk anak-anak. Jangan lupa berempati terhadap anak. Juga kepercayaan diri sebagai orang tua perlu ditumbuhkan, Allah tidak akan membiarkan kita sendirian mengurus amanahNya, asal kita pun mau berkomunikasi dengan Allah. Nyambung dengan Allah, menyamakan frekuensi dengan Allah, dengan kata lain selalu berusaha dekat dengan Allah, tidak meremehkan perbuatan maksiat, menganggap enteng janji kepada Allah dan janji kepada diri sendiri.

Lalu mengapa kalau sedang marah menguap deh itu teori parenting ABCDEFG? Dan setelah pelampiasan itu tumpah yang kita rasakan adalah menyesal, berjanji tidak mengulangi kesalahan lagi. Walaupun yang terjadi adalah kesalahan yang berulang. Jatuh ke lubang yang sama.

Lihatlah lagi apakah marah kita itu hanya ilusi?

Ilusi yang dimaksud adalah aktivitas marah-marah ga jelas tanpa sebab, salah sasaran. Lihat ke dalam diri, selami lebih jauh, kenapa kita marah? Apakah kita marah karena masalah hidup kita, marah karena kemiskinan, marah karena orang tua kita, marah karena pasangan, marah karena tumpukan emosi yang sudah mengeras, marah karena sesuatu yang tidak tahu sebabnya apa?


Apakah kita marah karena emosi-emosi yang kita tahan dan akhirnya meledak juga?
 
Apakah layak kemarahan itu kita lampiaskan ke anak? Sedikit saja air minum tumpah, marahnya sudah kaya orang kesurupan dan suara udah setinggi 7 oktaf.. Astaghfirullah…

Sedangkan emosi, baik emosi negatif atau emosi positif (senang, bahagia, gembira, dan lain-lain) diperlukan dalam hidup kita, kalau tidak ada emosi udah kaya zombie jadinya..flat, datar, dan dingin. Emosi negatif bisa marah, kesal, bosan, iri, sedih, dan lain-lain. Tidak apa-apa, akui saja kalau kita marah, kesal, bosan, sedih atau iri. Akui saja dulu, jangan mengingkari. Setelah mengakui terima perasaan itu dan sampaikan dengan baik dan benar.

Misalnya emosi negatif marah. Marah perlu tapi marah yang proper atau layak.

Jadi bagaimana marah yang proper atau layak?

Marah yang baik yang disampaikan dengan tenang, kalimatnya efektif tidak terlalu panjang alias mengomel. Bagaimana marah yang tenang? Kalau sedang di puncak ingin marah, mengubah posisi ke yang lebih rendah, klo sedang berdiri maka duduk, sedang duduk maka berbaring, atau dengan berwudhu. Atau mengambil time out sebentar untuk menenangkan diri, bisa dengan menarik nafas panjang, atau sudah agak lebih tenang tapi belum bisa bicara bisa dilampiaskan dengan menulis. Biasanya pada saat menulis, energi kita yang besar tersalur, terlihat lebih jelas permasalahannya, dan kemungkinan solusi juga sudah nampak atau paling tidak sudah bisa tenang. Setelah tenang kita sudah bisa bicara dengan teratur, dan pemilihan kata yang baik sehingga kalimat yang keluar adalah kalimat yang efektif.

Mengenali emosi diri

Sadari emosi kita sehat atau kurang sehat. Kenali diri baca tanda-tandanya. Lihat wajah kita apakah tampak lebih tua dari umur? Lihatlah foto-foto kita, apakah tampak seperti orang yang memendam perasaan? Lihatlah senyum kita apakah tulus? Apakah senyum kita sekedar menggerakkan bibir tidak menggerakkan hati untuk benar-benar tersenyum? Lihatlah fisik kita, apakah sehat dan baik-baik saja? Apa sering sariawan? Apakah sering pusing? Apa sering mengalami alergi? Apakah punya tumor atau bahkan kanker? Seringkali kita mengkambinghitamkan makanan yang menyebabkan penyakit-penyakit itu. Padahal kemungkinan sebagian besar adalah emosi terpendam dan tertahan bertahun-tahun yang lalu yang menjalar ke penyakit fisik. Hati-hati lho…

Ada pengalaman nyata orang yang mengidap kanker payudara, bisa berkurang sel kankernya setelah dia berhasil mengalahkan egonya untuk memaafkan ibunya. Subhanallah..

Bagaimana jika yang kita sakiti adalah anak-anak kita? Bagaimana jika anak-anak kita yang menyimpan emosi negatif karena kita orang tuanya yang selalu melampiaskan kemarahan kepadanya? Dan bukan hanya penyakit yang akan dideritanya, tapi hidupnya tidak akan bisa dia jalani dengan baik. Tidak menutup kemungkinan dia pun akan melakukan hal yang sama dengan orang tuanya. Karena sudah terrekam ke alam bawah sadarnya.

Teori parenting yang mana yang dipakai?
 
Parenting tak akan pernah ada habisnya untuk digali, pentingnya terus belajar dan keberanian untuk praktek langsung. Saat ini saya sreg dengan home education berdasarkan fitrah, fitrah anak-anak yang telah diinstall oleh Allah, kita orang tua mendampingi anak-anak dalam mengeluarkan potensi yang dipunyai anak dan memunculkan peran apa yang akan dimainkan dalam kehidupan ini, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah, baik bagi orang tua maupun anak itu sendiri. Meyakini bahwa bersama Allah kita akan mampu melewatinya. Aamiin..

Monday, June 12, 2017

Episode Kangen Mamak

Saya sebut mamak, beliau adalah guru kehidupan saya, setiap orang memang sebaiknya memiliki guru kehidupan, tentu saja pedoman hidup kita adalah Al-Quran dan Hadits yang dicontohkan Rasulullah, namun dalam praktek sehari-hari perlu contoh nyata atau penuntun dari orang lain dan diharapkan dapat meluruskan apa yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Guru kehidupan saya ini kaya akan pengalaman hidup, atas izin Allah beliau akhirnya berhasil mengatasi permasalahan-permasalahan hidup yang menghimpitnya, mulai dari kecil sudah menikmati bullying dari keluarga, kematian ibunda tercinta, terlilit hutang, diselingkuhi suaminya, bercerai dengan suami, hingga percobaan bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari mobil yang sedang berjalan, luar biasa.. semua pengalaman hidup sepertinya sudah mampir untuk menempa dirinya menjadi orang yang "kuat". Serupa dengan Wonder Women..

Sebelum bercerai dengan suaminya, beliau memutuskan untuk memeluk Islam, dan berhijab. Subhanallah..

Hikmah perjalanan hidupnya

Hikmah dari apa yang telah dialaminya adalah akhirnya beliau dapat berbagi bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan, bagaimana caranya melunasi hutang yang bejibun tanpa harus menggali lubang baru untuk menutupnya, bagaimana menghadapi bullying dimasa kecil, bagaimana menghadapi suami yang selingkuh, dan bagaimana menghadapi perceraian, dan bagaimana menjalani hidup dengan status janda, bagaimana mengatasi emosi yang timbul. Semua solusinya adalah dari Al-Quran dan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah yang semua dipraktekkan dalam kehidupan nyata, bukan hanya dibaca namun tidak mengerti artinya dan maksud ayatnya, membaca namun tidak mentadabburi sama saja seperti kita baca buku dalam bahasa Inggris namun tidak mengerti maksudnya, walaupun manfaatnya pasti ada.

Subhanallah..

Allah memberikan ujian hidup, teguran hidup dan apapun namanya itu bukan dengan sia-sia atau menyusahkan kita sebagai manusia, namun jika kita dapat melihat dengan jernih, kita bisa melihat dengan mata hati, maksud Allah yang baik di dalamnya. Karenanya kita memang seharusnya bersyukur atas segala keadaan. Yang akhirnya beliau dapat menolong orang lain juga yang memiliki pengalaman yang sama, namun kehidupan terus bejalan berbagai ujian hidup tetap menerpanya, bedanya.. beliau punya kunci dalam mengatasi permasalahan atau lebih tepatnya tantangan hidup. Yaitu apa yang telah dicontohkan Rasul dan tetap berpegang teguh pada Al-Quran.

Misalnya menghadapi marah, menghadapi hutang banyak, menghadapi kejombloan, menghadapi fitnah, bagaimana yakin dengan pertolongan Allah,bagaimana yakin dengan rizki dari Allah, dan lain-lain

Sesaat rasa kangen itu datang

Dalam hal-hal tertentu saya mendapat pelajaran atas apa yang telah dikatakannya kepada saya..Ketika saya ingat, rasa kangen itu muncul.. oh ini yang pernah mamak katakan ke saya.. dalam hati bersyukur dan mendoakan semoga mamak mendapatkan pahala yang tak putus-putusnya.

Awalnya saya adalah orang yang galau, disini galau, disana galau. Kerja di luar rumah galau, kerja di dalam rumah pun galau juga. Sesaat setelah resign dari kerjaan, seperti ada sesuatu yang hilang. Yang tadinya punya penghasilan sendiri, punya kesibukan sehari-hari yaitu bekerja di salah satu bank syariah, punya asisten rumah tangga, punya orang kepercayaan yang jagain anak-anak dan antar jemput sekolahnya, apapun dilakukan untuk mensupport pekerjaan saya di luar rumah, sekarang setelah resign, tidak menerima penghasilan, tidak sering keluar rumah, lebih sering bersama anak-anak, dan masih sering merasa kurang puas dengan hidup ini, bosan, pengen mendapatkan kembali penghasilan yang dulu dipunyai, merasa menjadi ibu rumah tangga biasa yang kurang keren hahaha.., merasa tidak bahagia, dan tidak berharga..

Alhasil ikut-ikut berbagai macam bisnis semacam MLM, seminar ini itu, untuk mencari sesuatu yang tidak saya temukan.. yaitu kebahagiaan. Ternyata untuk menerima keadaan perlu perjuangan, perlu perenungan, dan berbagai macam proses yang tiap orang berbeda. Temen-temen kerja yang dulu sering nanyain kabar, gimana rasanya di rumah aja dan kegiatannya apa sekarang? Hehe.. pengennya sih ga ditanya-tanya kaya gitu.. emangnya ga tau apa kerjaan ibu rumah tangga..?? Ngurus anak dan ngurus suami dan segala kerempongannya. Saya sih seringnya jawab sekenanya.."Enakan kerja.. dirumah makan tidur doang..hahaha" biasalah jawaban orang galau..

Sebenernya di rumah justru lebih ribet, ngurusin perkerjaan yang ga selesai-selesai, anak nangis, anak teriak, anak males makan, melihat suami setiap hari dan tahu semua kebiasaan baik dan kurang baiknya. Iyaa...dulunya saya long distance marriage ketemu seminggu sekali, sejak keluar kerja, otomatis saya pindah rumah ke kota yang lebih kecil, tempat kerja suami. Yaah bener-bener seperti menempuh hidup yang baru lagi..

Sudah saatnya saya memerlukan bantuan orang lain untuk sharing apa yang terjadi dalam diri dan kehidupan saya. Dan berharap menemukan "harus bagaimana saya ini melanjutkan hidup yang bermakna"

Perjalanan hidup yang dimulai dari nol lagi

Setelah Allah mempertemukan saya dengan guru kehidupan, perlahan saya mulai menata kembali hidup ini beliau sering menasihati saya bahkan memberikan tugas-tugas kehidupan, sedikit demi sedikit saya mulai bisa menerima diri, mengenali diri, mensyukuri kehidupan ini, mencari passion saya yang tidak pernah terpikir sebelumnya dan menjalaninya dari nol. Sehingga Allah menuntun saya untuk mengikuti kelas menulis dari Pak Cah dan Bu Ida ini. Alhamdulilah.. Benar menulis itu menyehatkan, menulis itu me-release emosi negatif, menulis menyembuhkan luka, lukaa bathin yaa..:)

Tugas-tugas kehidupan nampaknya ringan saja, prakteknya penuh perjuangan.. semacam jihad di medan perang hehehe karena musuhnya adalah diri kita sendiri.

Misalnya, tugas bersih-bersih lemari, tugas memanage waktu, tugas positif thinking, tugas membaca buku yang sudah dengan semangat dibeli, tugas mengantar dan menyambut suami kerja dengan tersenyum, tugas melakukan sesuatu atau berbuat baik karena Allah, walau kebaikan kita tidak dibalas orang lain tetap kita lakukan kebaikan itu, tugas belajar bersama dengan anak, tugas membangunkan anak dengan cinta, tugas release emosi melalui menulis, tugas menulis dan posting, dan terakhir tugas tidak boleh menghindar dan lari dari kenyataan.. hehehe

Selain itu tugas agar istiqomah dan konsisten. Sejatinya hidup kita ini dipenuhi dengan tugas-tugas yang harus kita kerjain, bukan kita tunda, apalagi tidak dikerjain. Tugas itu kita lakukan seumur hidup..tanpa nanti tanpa nunda..Sekali menunda Allah akan menunda juga kebaikan untuk kita. Mauu….?

Lets Move on

Ayo,,, move on dan bergeraklah, walau selangkah demi selangkah, dan saya sudah sampai tahap menyadari bahwa ibu rumah tangga adalah pekerjaan di dalam rumah, yang mulia, menjaga amanah dari Allah, suami dan anak-anak. Dan sudah sampai tahap bersyukur telah memilih jalan ini, yaitu bekerja di dalam rumah. Tidak perlu mencari pengganti penghasilan seperti yang saya lakukan dulu, karena rezeki adalah urusan Allah, bisa saja Allah gantikan penghasilan saya dalam bentuk yang lain, yang pengen Allah lihat adalah rasa syukur kita terhadap nikmat yang Allah berikan, dan wujud syukur itu dalam bentuk menerima apa yang telah Allah kasih, memahami mengapa Allah berikan ini, memaksimalkan nikmat yang Allah berikan termasuk potensi diri, dan mempertanggungjawabkan kepada Allah kehidupan yang sudah Allah berikan.

Tentu saja dalam hidup ini banyak sekali guru kehidupan yang sangat berperan mewarnai hidup saya ini. Semua saya syukuri dan membuat hidup ini menjadi penuh arti.
Setiap orang punya guru kehidupan, dialah orang yang kita percaya untuk sharing, bercerita, tahu diri kita apa adanya, tahu kehidupan kita secara mendalam, dan dia haruslah orang yang dapat menjaga amanah, dia orang yang bukan selalu membenarkan kita, tapi berusaha meluruskan seandainya kita salah dalam bertindak atau salah dalam pemikiran.

Kangen mamak, dan pengen peluk mamak..semoga hidup mamak makin barokah karena banyak membantu orang yang galau seperti saya, dan membantu menemukan makna hidup.

Wednesday, June 7, 2017

33 judul artikel yang mau ditulis

33 Daftar Judul Artikel yang ingin ditulis

1. Parenting...Never ending story
2. Pillow talk...ga seindah yang dibayangkan
3. Homeschooling itu kereen
4. Ketagihan main di sungai
5. Tips bangunkan anak
6. Ayaaah... ayo kita ngobrol
7. Memecahkan misteri passion ketiga anakku
8. Passion dan hobby, apa bedanya?
9. Bundaa, ngobrol yuuk...
10. Konsisten, sulitkah?
11. Mendidik anak, mendidik diri kita sendiri
12. Bermain bersama anak atau didekat anak?
13. Aqil, baligh bagaimana agar tercapai bersamaan?
14. Bersepeda itu menceriakan anak-anak
15. Ramadhan, akankah berakhir indah?
16. Puasa pertama anak bungsuku
17. Ini emosi ataukah ilusi?
18. Telah bersyukurkah kita?
19. Baiti Jannati, pernahkah rasakan itu?
20. Menyerap energi dari orang-orang yang hebat
21. Menikmati project menulis Bu Ida dan Pak Cah
22. Menikmati hari-hari sebagai ibu rumah tangga (profesional)
23. Episode kangen mamak
24. Tantangan melatih keterampilan dasar anak
25. Ekspresikan kreativitasmu lewat coretan dinding kamar
26. Membaca sekaligus memaknai
27. Dreamboards anak-anak
28. Semoga Allah menjaga Mamah
29. Blog pertama anakku
30. Pikiran ruwet? Menulislah sepuasnya
31. Manajemen waktu buat emak-emak rempong
32. Masih mau menunda?
33. Merancang project bersama anak

Tuesday, June 6, 2017

33 alasan menulis ala saya

33 alasan menulis

1. Menulis adalah untuk therapy jiwa
2. Menulis untuk penyaluran energi
3. Menulis untuk menyusun pikiran yang ruwet
4. Menulis untuk mengalirkan rasa 
5. Menulis untuk menyegarkan pikiran
6. Menulis untuk mengubah mood menjadi bagus
7. Menulis untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan lebih jelas dan teratur.
8. Menulis untuk mengeluarkan uneg-uneg yang menyesakkan dada
9. Menulis untuk kebutuhan mengeluarkan kata-kata
10. Menulis untuk bernarasi terhadap sebuah ide/gagasan
11. Menulis agar pikiran sehat dan segar
12. Menulis agar tidak memendam emosi, tapi mengalirkan emosi dengan baik
13. Menulis itu menyembuhkan dari sakit hati
14. Menulis itu merekam kejadian lewat kata-kata
15. Menulis itu jalan untuk menginspirasi baik diri sendiri maupun orang lain
16. Menulis itu membantu memperkuat ingatan
17. Menulis itu dapat mengubah dunia
18. Menulis itu menampilkan isi kepala
19. Menulis itu jalan agar dapat bermanfaat buat orang lain
20. Menulis itu healing my soul
21. Menulis itu memaksa untuk membaca banyak buku
22. Menulis itu jalan menuju kebaikan
23. Menulis itu proses menuju impian
24. Menulis itu berlatih untuk peduli terhadap sekitar
25. Menulis itu bagian dari proses mencari solusi
26. Menulis itu menggali emosi-emosi negatif yang numpuk sejak dahulu, dan mengalirkannya
27. Menulis itu menambah semangat hidup
28. Menulis itu sebagai sarana untuk perbaikan diri
29. Menulis itu mengoptimalkan kemampuan diri
30. Menulis itu untuk berbagi pengalaman pribadi 
31. Menulis itu untuk membuat waktu menjadi lebih bermakna
32. Menulis itu merangsang untuk melahirkan ide/pemikiran
33. Menulis itu menyeimbangkan jiwa dan menyehatkan raga

Sunday, April 30, 2017

Rumah Belajar yang seru dan asyiik

Rumbel Tanjung

Seandainya saya merupakan bagian dari "Rumah Belajar Tanjung"

Rumah belajar ini akan dimaksudkan sebagai wujud peran dari ibu profesional yang ingin bermanfaat buat masyarakat sekitar, sebagai tempat belajar dan tempat berkumpul, tempat bersosialisasi para ibu dan anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilannya.

Untuk itu harus didukung program kerja yang layak. Dengan mengutamakan kebutuhan belajar para ibu-ibu member IIP (Institut Ibu Profesional) dan kemudian mempertimbangkan kebutuhan bagi ibu-ibu masyarakat sekitar. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama dan bermanfaat.
Diantaranya:

1. Tahsin Al Quran

Saya merasa sangat membutuhkan ilmu tahsin ini mengingat bacaan quran yang terkadang masih belum benar. Di sekitar rumah ada teman yang mempunyai kemampuan tahsin yang bagus, dan saya pikir cocok untuk mengajar ibu-ibu yang masih belum fasih mengaji.

Targetnya adalah para ibu member IIP dan ibu-ibu diluar member.

Untuk bagaimana model pengajarannya, selanjutnya akan didiskusikan lagi dengan pengajarnya.

Maksimal 25 orang

2. Playdate dengan berbagai tema, salah satunya belajar berenang yang baik dan benar.

Berenang ini pun tetap menjadi kebutuhan saya dan keluarga, dengan berenang melatih keberanian, melatih diri agar terbiasa dengan air, menjaga badan agar senantiasa bugar. Untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, lebih baik jika dibiasakan untuk berenang. Namun kalau diperhatikan, banyak anak-anak jika di kolam renang hanya bermain, tidak berlatih bagaimana berenang yang baik dan benar. Hal ini dimaklumi karena minimnya pelatih renang yang umumnya mereka juga masih bekerja pada office hour. 

Akan difasilitasi dengan guru/pembimbing untuk berenang. 

Target para ibu-ibu dan anak-anaknya

3. Fieldtrip explore alam Tabalong dan sekitarnya.
Alam Tabalong dan sekitarnya banyak menyimpan keunikan, selain masih asli dan natural, alam di sini termasuk serba ada, ada goa yang dingin dan airnya tenang, ada air terjun, ada banyak sungai bebatuan yang masih asli, ada lokasi untuk camping di sini, ada sungai yang lumayan deras airnya bisa dimanfaatkan untuk wisata bamboo rafting. 

Playdate bersama keluarga yang lain bisa menambah keseruan, dan ajang berkumpulnya para ibu, ayah dan anak-anak. Diharapkan dapat merekatkan hubungan dalam keluarga maupun antar keluarga.

4. Kajian online dan offline bekerjasama dengan komunitas parenting yang lain. Secara berkala mengadakan kajian parenting/sharing masalah parenting baik online maupun offline, jika memungkinkan mengundang praktisi parenting yang bisa mengisi kajian.

5. Playdate bersama membuat kue, mpek-mpek, membuat mie, merajut, decoupage, menggambar, mewarnai, menghias kue, menghias cupcakes, beauty class, gardening, hidroponik, membaca bersama, mendongeng.

Semua kegiatan pasti asyik dan seru jika dilakukan bersama-sama, tantangannya adalah bagaimana mengumpulkan orang yang sevisi misi, juga waktu yang sangat sempit, karena hanya ada waktu weekend, sedangkan weekday anak-anak banyak yang bersekolah yang menerapkan fullday school, bahkan di tahun ajaran baru nanti sekolah negeri kabarnya telah menerapkan fullday school bagi anak-anak.

Semoga Allah selalu memberikan jalan dan memberi kekuatan untuk melaksanakan apa yang telah direncanakan.








Tuesday, April 25, 2017

Sulit bukan berarti tidak bisa

Untuk nice homework kali ini tetap.. susah untuk dijawab, mungkin tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu dengan kondisi sekitar, ada rasa khawatir juga tidak bisa menghadapi tantangan dengan baik. Setiap orang menyadari bahwa untuk mengerjakan pekerjaan yang besar selalu dimulai dengan satu langkah pertama, tidak menunggu siap, tidak menunggu sempurna, tapi kemauan untuk berkontribusi, kemauan untuk belajar dan kemauan bekerja dalam tim.

Kondisi masyarakat disini bervariasi, ada yang pendatang ada pula penduduk asli, buat pendatang seperti saya ini, banyak yang harus dilakukan untuk penyesuaian diri.  Untuk para pendatang biasanya punya anak kisaran balita sampai dengan SMP, karena selepas SMA mereka memilih untuk menyekolahkan di Banjarmasin atau daerah lain. Jadi lebih banyak anak-anak yang berusia sampai dengan SMP. 

Karena di daerah yang jauh dari pusat kota, banyak para keluarga akhirnya memilih untuk mengeksplore alam yang masih natural, mengunjungi bahkan camping/menginap di alam terbuka. Sehingga meminimalisir hiburan-hiburan perkotaan yang akrab dengan mall dan gedung-gedung bertingkat.

Dalam mengeksplore alam pun lebih seru jika dilakukan beramai-ramai tidak sendiri-sendiri. Tantangannya mengumpulkan orang yang satu visi dan berkegiatan bersama secara teratur. 

Bicara mengenai bakat saya dalam hubungannya dengan tantangan ini, saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan parenting, orang yang mau untuk belajar untuk menjadi yang lebih baik. Mau bersusah payah untuk memperbaiki hubungan dengan anak-anak dan inginkan anak-anak mencapai potensi terbaiknya. Dan  semoga dengan dimulainya komunitas/rumah belajar di daerah ini, memperluas pergaulan dan keterampilan mengorganisir sebuah kegiatan. Menjadi magnet buat para ibu-ibu untuk melakukan hal yang sama yaitu selalu merancang dan berkegiatan untuk mengakrabkan keluarga dan antar keluarga.

Inginnya, sebuah komunitas atau rumah belajar tidak pernah sepi dari kegiatan-kegiatan yang melibatkan anak dan orang tua, selalu ramai, tempat belajar bersama dan tempat sosialisasi dan juga tempat curhat buat sesama orang tua, bukan untuk mengeluh tapi untuk menyalurkan energi yang mungkin bisa berakibat kurang baik jika dipendam.

Bayangan kegiatan-kegiatan seperti yang sudah pernah beberapa temen-temen lakukan, kumpul bocah dan berkegiatan bersama.

Bismilah semoga semangat untuk mendidik anak dengan baik tetap terjaga sampai kapanpun..

Saturday, December 17, 2016

My very nice homework

 Hadirnya peran kita dalam masyarakat tidak lepas dari peran kita dalam mengatasi permasalahan dalam keluarga. Bila kita sanggup mengatasi permasalahan dalam keluarga paling tidak tidak menambah permasalahan dalam masyarakat. Lebih bagus lagi menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat.

Peran dalam masyarakat secara bersama-sama bisa diwujudkan dalam komunitas-komunitas kecil yang sevisi. Bisa dengan mengikuti komunitas sevisi yang sudah ada atau dengan membentuk sendiri komunitas dengan visi yang berbeda. Dengan bertambahnya jumlah komunitas, bertambah pula kesadaran masyarakat tentang isu sosial yang terjadi. Terkumpullah ide-ide untuk mewujudkan kegiatan yang bermanfaat.

Merumuskan ide sosial sebagai berikut, dengan tetap berharap agar semua bisa terwujud sesuai dengan "misi spesifik hidup kita"


Empati+passion = social venture

Ketertarikan/minat hobi
Koleksi buku parenting dan keluarga
Menulis
Mendampingi anak

Skill hard, soft
Manajemen waktu
Manajemen diri
Mengorganisir anak-anak
Menyusun dan mengembangkan portofolio anak
Melatih untuk selalu mendokumentasikan perkembangan anak

Isu sosial
Budaya membaca yang menurun
Anak-anak kurang eksplorasi diri terhadap minat bakatnya
Tantangan memfasilitasi anak sesuai fitrahnya

Masyarakat
Anak-anak
Orang tua

Ide sosial
Kesadaran masyarakat bahwa pendidikan anak dimulai dari rumah


 Ketertarikan/minat hobi
Koleksi buku resep
Memasak makanan tradisional 

Skill hard, soft
Manajemen waktu
Manajemen diri
Kepuasan diri dan aktualisasi diri krn bisa menghasilkan karya berupa masakan.
Melatih diri untuk berusaha menyiapkan masakan yang fresh
Melatih kreatifitas diri dalam menyusun menu

Isu sosial
Banyak junkfood yang makin digemari walaupun kurang memenuhi keseimbangan gizi
Banyak keluarga menyediakan makanan praktis yang instan, tinggi protein dan kurang serat, berakibat pencernaan terganggu

Masyarakat
Anak-anak
Orang tua

Ide sosial
Melestarikan masakan Indonesia
Menyediakan masakan sehat dimulai dari rumah.
Peduli kesehatan dan gizi anak-anak.

Menyusun nice home work ini bukan hal  yang mudah. Setiap selesai penyusunan nice homework ada review di hari berikutnya. Untuk kita melihat ulang lagi apakah sudah benar yang kita lakukan. Kuncinya harus mau memaksa diri untuk memperbaiki kembali apa yang tidak sesuai. Dan yang paling penting adalah menjalankannya. Walaupun kita sudah mengakui hal-hal yang kita sukai dan bisa, kalau tidak dijalani maka akan sekedar menjadi tulisan dan angan-angan.
Yang menjadi semangat adalah Allah akan selalu memberikan jalan keluar jika kita mau berikhtiar.

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...