Showing posts with label My Family My Team. Show all posts
Showing posts with label My Family My Team. Show all posts

Tuesday, April 18, 2017

Badge cantik lagii

Badge cantik lagi
Setelah berhasil menyelesaikan tantangan ketiga 
Masih ada tantangan berikutnya yang lebih seruuu

Ayoo semangat..

 

Thursday, April 13, 2017

Perlu perjuangan mengalahkan diri sendiri

Mengerjakan beberapa project bersama anak-anak tidak semulus yang dibayangkan. Bayangan saya dalam merancang sebuah project semua anggota keluarga terlibat, masing-masing mengemukakan keinginan dan pendapatnya, kemudian merancang dan menuliskannya agar dapat dengan mudah menyamakan kerangka berpikir masing-masing anggota keluarga. Kemudian dalam menjalankannya semua berperan sesuai kesepakatan, saling bantu jika ada kesulitan-kesulitan. Membicarakan bersama, mengerjakan  bersama, tampak respon yang berbeda dari anak-anak. Saya orang tua melakukan pencatatan serta pendokumentasian dengan baik, kemudian dibuatlah jurnal yang di dalamnya menceritakan banyak hal mengenai kejadian apapun. Dan membuat jurnal dengan konsisten/istiqomah/terus-menerus/kontinyu dengan kemauan yang kuat. Sehingga terlihat pola anak-anak mengenai perkembangannya, minat, bakat, bahkan prediksi profesi yang bakal digeluti anak-anak nantinya.

Idealnyaa yaaa...

Namun kenyataannya tak semudah kondisi ideal, walau tetap optimis menjalankannya, tak banyak target, minimal anak-anak merasa senang dan bahagia. Melihat respon yang terlihat terkadang  anak-anak biasa-biasa saja, terkadang senang, lebih banyak merasa tidak sedang menjalani project, masih seperti sedang tidak ada project. Apa malah bagus yaa? Anak-anak tetap enjoy..tapi apa muatannya sampai ke anak-anak? Ini yang mungkin masih bikin saya sendiri tidak bisa memastikannya.

Oh anak-anakku, bunda ini masih harus banyak belajar.. belajar teori, 
teori bahwa mendidik anak adalah merawat fitrah yang sudah tertanam dalam diri anak 
teori bahwa setiap anak memiliki keunikan yang nantinya akan menjadi peran spesifik dalam hidupnya
teori bahwa orang tua memiliki tanggungjawab terhadap pendidikan dan pengasuhan anak.

belajar praktek semua ilmu parenting, praktek membuat jurnal setiap hari tanpa lelah.

belajar mengobservasi, belajar membaca tanda, belajar membaca ekspresi, belajar tidak menuntut, belajar optimis dan belajar memanaj diri sendiri, belajar memgelola emosi negatif, belajar konsisten dan istiqomah dalam kebaikan. 

Dan belajar ini takkan ada batas waktunya. 

Merasa tak mampu memikulnya sendiri, mengingat besarnya tantangan yang akan dihadapi nantinya.

Sangat-sangat bersyukur bertemu dengan komunitas ini.. membuat diri ini merasa tidak berjuang sendiri, bukankah berjuang secara berjamaah mempunyai kekuatan yang lebih? baik pada semangatnya maupun pada hasilnya. Insya Allah..

Terimakasih Allah, terimakasih teman-teman, dan terimakasih untuk diri saya sendiri yang sudah mau bekerjasama agar selalu optimis.

 

Wednesday, April 5, 2017

Project dadakan by Nisa

Wah ternyata buat Nisa anak pertama saya 11 tahun, mendadak ngajakin adik-adiknya untuk melakukan sebuah project yaitu "bersih-bersih lemari display"

Nisa: "Ayo.., adik kakak kita beresin lemari pajangan ini biar rapi dan ga berantakan, ini kan isinya pernak-pernik mainan kita"
Adik-kakak: "ayoo.."

Saya perhatikan cara mereka kerja, Nisa dan kakak segera mengeluarkan barang-barang dari rak lemari paling atas dan rak tengah. Kakak memilah milah dan Nisa menyusun kembali mainannya ke dalam lemari. Waktu menyusun kakak meminta cara menyusun pernak perniknya sesuai kemauan kakak.

Kakak: "Mainan yang sama dijejerin biar lucu yaa"

Yang lain setuju aja. Mereka aktif semua, saat nemu wayang-wayangan, malah adik dan kakak asyik berdialog dengan menggunakan wayang itu..Entah apa yang mereka omongin, yang pasti seru sampe pada ketawa-ketawa dan lupa beres-beresnya. Protes deh Nisa.

Nisa: "Ayooo.. kita beresin mainannya.. ini jadinya Nisa aja yang beresin, kalian malah mainan."

"Okeee.." kata adik kakak.

Saat kakak akan mengeluarkan barang-barang di rak ketiga, Nisa segera melarang "Jangan, Kak. Besok aja kita lanjutin lagi, ini sudah waktunya sholat Isya."

"Baiklah"

Nisa emang anaknya suka mengatur, mengatur adiknya atau teman-teman dalam kelompoknya. Sering saya libatkan dalam pengambilan keputusan. Namun tetap harus dilatih  dan dimotivasi dalam berkomunikasi dengan orang lain.




Mimpi punya perpustakaan mini

Kalau sudah pergi ke toko buku paling ga bawa pulang 2 sampai 3 buku sekaligus.. atau kalo ada buku online yang oke udah deh, mau cash, mau arisan hajaar terus, sampai rumah kayanya ga ada tempat yang lega lagi. Di bawah meja ada buku, di lemari pakaian hahha ada space juga untuk buku-buku yang sedang dibaca. Buku resep adaa walaupun belum semua dipraktekin.. 

Sekarang saatnya mengumpulkan koleksi buku-buku yang tersebar. Rak udah 50 persen dirakit sama ayah, anak-anak juga sudah pesen tempat untuk buku-bukunya. Mitha udah atur-atur, dia bilang bukunya dikelompokkan bun biar gampang nyarinya. Siiip.. bantu bunda yaaa, Nak..

Kendalanya ada ajaa..
Ruang tempat perpus mini yang bocor belum diperbaiki, kebetulan tukang bangunan sedang ada kerjaan lain jadi ga bisa perbaiki. 
Akhirnya project ini ditunda lagi sampai kebocoran berhasil diperbaiki. Untuk sementara berpikir lagi loncat project yang lain.

Monday, April 3, 2017

Project baru lagi

Belum jalan project tentang berkebun (gardening project) karena lagi keluar kota, muncul ide lagi untuk membuat project cinta buku. 

Saya seneng banget baca lebih tepatnya koleksi buku hehehe.. sampai-sampai rumah jadi penuh buku, dimana-mana buku dan kurang teratur. Buku-buku koleksi saya kebanyakan buku untuk anak-anak, kisah-kisah tentang nabi, para sahabat dan beberapa novel. Banyak juga buku parenting dan buku-buku lainnya.

Bentuk project ini menyusun perpustakaan mini dan ruang baca di rumah
Tujuan project ini tentu saja agar 
-anak-anak cinta membaca, menumbuhkan keinginan anak-anak untuk membaca
-akses yang mudah apabila mencari buku, saat ini buku masih tersimpan di kotaknya dan tersebar di tempat yang berbeda.

Tentu harus ada usaha dibalik keinginan untuk tujuan tersebut. Kendala ruangan sempit harus bisa diatasi. Sementara ini masih memanfaatkan ruangan mushola untuk tempat perpustakaan mini kami.

Untuk keberhasilannya harus didukung oleh peran semua anggota keluarga.
Peran ayah: merakit rak buku
Peran bunda: mengatur penempatan rak, buku dan barang-barang lain
Peran Nisa/anak pertama: mensortir barang-barang yang ada di ruang mushola agar ruangan bisa dimanfaatkan. Selama ini ruangan mushola penuh dengan tumpukan-tumpukan buku dan mainan yang tidak terpakai
Peran tiara/anak kedua: membantu menyusun buku
Peran mitha/anak ketiga: membantu menyusun buku

Project ini akan dikerjakan bertahap karena anak-anak masih bersekolah sampai sore dan juga masih menunggu ayah merakit rak buku. Sementara ruangan untuk perpus mini sudah siap, walaupun barang-barang yang dikeluarkan dari ruang ini sebelumnya masih numpuk dan belum disortir.

Semoga project ini cepat selesai, anak senang semua happy

 Ruang untuk perpus mini 


Friday, March 31, 2017

Gardening Project

Di samping garasi ada space tanah yang masih perlu untuk dipercantik.  Dulunya ada beberapa tanaman, namun sekarang seperti kurang terurus, saatnya memberi sedikit perhatian agar lebih menyegarkan mata.

Anak-anak setuju project selanjutnya adalah gardening, mereka bersemangat untuk melakukan aktivitas ini. Namun project ini tidak bisa langsung kami jalankan, bisa jadi ditunda sampai beberapa hari karena weekend ini ada keperluan  ke luar kota. 

Tujuan project ini, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanaman, bahwa tanaman itu bisa membantu kita apabila kita merawatnya. Membantu menghasilkan oksigen, membantu memberi makanan pada otak melalui mata, karena itu jika kita melihat tanaman yang hijau terasa lebih fresh, selain itu mempercantik rumah, dan mengembangkan keterampilan berkebun. 


Penanggung jawab
Design taman mirza mutiara hanifa /tiara
Perhitungan keperluan bahan baik itu bunga atau tanah, Diannisa Naila Hanin/Nisa
Pemilihan tanaman, Ratih Wisnu Sari /bunda
Paramitha Nadya Maharani, Mitha boleh memberi masukan dalam pemilihan tanaman.
Ayah, Putih Fajariyadi mengaduk tanah 😁

Semoga pada saatnya nanti project ini lancar dan semua anggota keluarga happy.

Thursday, March 30, 2017

Travelling Project (6)

Hari ini acara berenang bersama. Jika dilihat lagi tujuan awal travelling project ini adalah untuk mengerjakan sesuatu dengan mandiri, mengembangkan hobby dan kesenangan, yang tiap anak berbeda, bernarasi baik dengan lisan atau tulisan, maka project ini ada sebagian yang sudah dilakukan sesuai dengan tujuan, ada juga yang belum bisa dilakukan. Salah satunya kemandirian yang masih harus terus diingatkan, misalnya mandi pagi, mandi sore, menjemur handuk, membuang sampah pada tempatnya, mengembalikan barang pada tempatnya, makan dan sholat sesuai waktunya, mencuci piring setelah makan. 

Selama ada waktu anak-anak asyik bermain bersama sepupu-sepupunya, anak-anak yang besar suka menggambar, mengecat, membuat slime, membuat pizza, sekali-sekali menonton hiburan di Youtube, sedangkan anak-anak yang lebih kecil senang bermain sepeda, saling bercerita dan bermain drama. 

Saat berenang bersama masih dengan kelompok anak besar dan anak yang lebih kecil, anak-anak yang lebih kecil bermain di kolam yang kecil, dan juga anak besar sudah berani berenang di kolam dewasa hingga kedalaman 180 cm.

Yang belum dilakukan adalah Nisa belum bisa menyalurkan hobbynya memotret, saya pun akhirnya ragu, apa benar hobbynya adalah fotografi? Dan ingin menjadi fotografer, selama perjalanan kemaren tak satu pun momen yang di shoot.. Agaknya perlu di-review lagi apakah benar hobbynya adalah memotret?

Tiara dalam hari-harinya selalu tak lepas dari menggambar, walaupun masih mencontoh, namun hasilnya bisa dibilang mirip dan hidup. Memang udah jelas bakatmu, Nak. Tugas orang tua yang mengarahkan dan memberi ruang untuk berkarya. Menemukan profesi apa yang sesuai demgan kamu dan menemukan maestro yang tepat.

Sedangkan Mitha anakku yang terkecil masih suka bersepeda berkeliling. Happy jika bersepeda dan bermain bersama sepupunya. Seperti tidak pernah lelah.

Setelah seru dengan aktivitas berenang, anak-anak diajak ke rumah tetangga yang kebetulan menjual mainan kayu, anak-anak langsung bermain sesuai kesenangannya, ada yang main pasir, main mobil-mobilan kayu dan lain-lain. Seru dengan mainan kayu kemudian ditutup dengan kegiatan membuat pizza di rumah.

Demikianlah hari terakhir aktivitas anak-anak di rumah sepupunya di Cikarang, besok kami sudah harus berpisah dan kembali kepada aktivitas masing-masing.

Monday, March 27, 2017

Travelling Project (5)

Tadi malam diskusi sama anak-anak gank yang lebih besar. Nisa Tiara Sasya, akan kemana kitaa hari Senin besok??

Banyak kepala tentu banyak juga maunya, tinggal bagaimana kita memberikan opsi-opsi dan kemungkinan-kemungkinan seandainya kita memilih opsi tertentu hahha serius banget kaya apa ajaa..

Klo saya dan bunda sasya pengen ke Bogor, ke Taman bunga, dan tempat-tempat indah yang sambil nikmatin suasana sejuk kota Bogor. Tapi kembali lagi ke kepentingan anak, mau kemanakah mereka melangkahkan kaki. Sekalian juga belajar memilih dan memutuskan hal sederhana. Sesuai keinginan Nisa Tiara dan Sasya, mereka punya 2 pilihan tempat untuk dinikmati, yaitu Kidzania dan Trans Studio Bandung Okelah setelah berpikir beberapa saat akhirnya gank anak memilih ke Kidzania. Konsekuensinya harus bangun pagi, dan siap berangkat jam 7 pagi. Okee katanya.

Besok paginya ada informasi bahwa Kidzania yang ada di mall Pasific Place, ada atau melewati kawasan jalan Sudirman yang memberlakukan nomor plat ganjil genap di hari kerja, kebetulan ini hari Senin, yang boleh melewatinya adalah mobil dengan plat nomer ganjil, sedangkan mobil keluarga bernomor genap. Hampir putus asa anak-anak.

Belakangan didapat informasi bahwa pemberlakuan ganjil dan genap hanya di jam tertentu yaitu pukul 06.00 sd  10.00 pagi, dilanjut pukul 16.00 sd pukul 20.00. Akhirnya perjalanan disiasati dengan pergi menuju kidzania dengan perkiraan sampai area Sudirman pukul 10.00 sehingga bebas aturan ganjil genap. Anak-anak oke dan sudah antusias membayangkan asyiknya permainan di Kidzania. Okelah anak-anak mari kita menembus macet.

Cerita di kidzania

Akhirnya sampai juga ke kidzania. Setelah registrasi, anak-anak bisa main sepuasnya namun harus berantri ria untuk ikut dalam sebuah permainan, perkiraan pengunjung adalah 1000 orang. Lumayan juga antrinya, klo banyak yang antri tentu permainan yang bisa dimainkan menjadi lebih sedikit.

Disini, anak dibebaskan memilih profesi yang menarik untuknya. Yang sempat dicoba profesinya oleh mereka seperti profesi dokter gigi, pembuat kue, pembuat pizza. Selain itu mencoba aktivitas mengurus bayi, mengecat lukisan untuk interior design, kursus fashion show. Gank anak yang lebih besar, mencoba aktivitas membuat noodle, mengunjungi specs sport shoes, dancing di main square, ke perpustakaan, naik bis city tour, dan lain lain
 Nursery (mengurus bayi)
 Dancing di main square

Dari aktivitas ini bisa terlihat binar mata anak-anak, 
Pada aktivitas mengurus bayi dan membuat pizza, mitha antusias banget dan happy. Sedangkan Nisa, Sasya dan Tiara hampir semua aktivitas mereka. 

Pengalaman yang bisa diambil dari kunjungan ke kidzania, anak-anak di sini punya dunia sendiri, bisa mandiri melakukan apapun, mulai dari mengambil uang sendiri, memilih dan memutuskan akan ikut permainan yang mana, belajar tertib dalam mengantri, karena orang dewasa dilarang mengantri, belajar memahami perintah yang diberikan oleh instruktur yang ada di setiap ruang aktivitas, merasakan magang di tempat yang mereka mau dan diberikan upah setiap kali selesai "magang". Mengumpulkan uang yang mereka terima dan membelanjakannya untuk sebuah barang yang mereka suka.

Seruu permainan atau aktivitas ini, anak-anak lain ada yang mencoba profesi pemadam kebakaran, kurir, dokter, penyiar radio, wartawan kompas, membuat burger, membuat sari roti, gardening, membuat silver queen, dan lain sebagainya. Pantas aja anak-anak ga mau di pindahkan tujuannya dari kidzania ke tempat lainnya. Dan masih pengen kesini lagi, tapi kapan sepinya yaa kidzania ini, biar anak-anak puas mencoba seluruh aktivitas.





Sunday, March 26, 2017

Travelling Project (4)

Hari kedua ini lumayan banyak aktivitas yang dilakukan. Dimulai dengan mengantar Tiara dan Sasya yang akan ikut healing for kids di hotel Ibis Senen. Sambil menunggu mereka selesai acara sampai jam 3 sore, kami jalan-jalan ga jauh-jauh dari hotel Ibis. Ternyata ada museum Sumpah Pemuda lho di deket sini, cuman jalan kaki kira-kira 100 meter.

Rencananya setelah dari museum, berkunjung ke Monas dan ke Masjid Istiqlal dan menjemput Tiara dan Sasya lagi.

Cerita Kunjungan Ke Museum Sumpah Pemuda

Salah satu cara mempelajari sejarah yang tidak membosankan adalah dengan mengunjungi museum. Di museum disajikan beberapa fakta sejarah yang membuktikan bahwa kejadian itu benar-benar terjadi dan dapat diambil hikmahnya. Dan juga kita bisa lebih mensyukuri bangsa kita yang sekarang ini. Bangsa kita ini ada karena perjuangan orang-orang yang dengan ikhlas berkorban, yang dia pun belum tentu menikmati hasil perjuangan mereka itu. 

Bagaimana dengan kita? 

Apakah kita telah meneruskan perjuangan sumpah pemuda yang poinnya adalah persatuan dan kesatuan antar suku, pulau, agama antar organisasi dan apapun. Kunjungan itu mengingatkan kembali bahwa perjuangan itu tidak mudah, dan mempertahankan apa yang sudah diraih pun butuh perjuangan. Semoga nilai-nilai ini sampai ke anak-anak yang juga ikut membaca dan melihat-lihat museum.

Secara kebetulan bertemu dengan penulis yang concern dengan sejarah Indonesia. Agung Pribadi, yang sedang melakukan perjalanan sejarah di sekitar Jakarta. Beliau mengajak bergabung para pengunjung museum untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, menumbuhkan kembali kecintaan terhadap bangsanya melalui lagu ini. Dalam pembukaannya beliau menyatakan sangat bangga dan kita semua harus bangga menjadi bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia ini sudah ada sebelum negara Indonesia berdiri. Momen ini memang harus sering-sering diciptakan. Setelah itu saya berkesempatan untuk memiliki buku dan tandatangan penulisnya. Alhamdulilaah. Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak melupakan sejarah. 

Cerita Kunjungan Ke Monas

Monas kunjungan berikutnya..
Salah satu ide cemerlang dari Presiden Pertama Indonesia tentang pembangunan Monas ini sebagai simbol perjuangan bangsa Indonesia. Kondisi Monas dan sekitarnya sedang ramai pengunjung. Sehingga harus mengantri dan membutuhkan lebih banyak waktu. Ini salah satu yang membuat anak-anak kurang antusias.

 

Cerita Jemput Tiara

Setelah hampir setengah hari berada di monas, berlanjut untuk jemput Tiara dan Sasya yang sudah selesai acara healingnya. Kali ini Nisa yang antusias menjemput, selama beberapa jam tidak bersama adik dan sepupunya. Nisa punya power klo ada teman di sampingnya. Saya pun antusias karena bertemu teman-teman yang juga menjemput anaknya. Disitu mendapat laporan tentang proses healing Tiara dan perbaikan  apa yang harus dilakukan oleh orang tua. Silaturahim singkat dengan teman-teman memberi energi positif, dan ngerasa lebih bahagia. Nisa yang sudah bertemu lagi dengan Tiara dan Sasya segera semangat lagi dan kembali berkicau hehehe. 

Cerita Kunjungan Ke Istiqlal

Ke Istiqlal ini seruu..
Secara lokasi mesjid Istiqlal yang berseberangan letaknya dengan Gereja, setidaknya memberika pesan kepada kita bahwa kerukunan umat beragama telah terjalin. Konon kabarnya jika salah satunya sedang ada even keagamaan, dan parkiran penuh, boleh saling parkir di halaman mesjid atau gerejanya. Luar biasa..

Jika kita berada di halaman mesjid, badan kita menghadap masjid, maka backgroud kita adalah gereja yang bangunannya keren. Dan begitu juga sebaliknya. Klo mau selfi-selfi tinggal balik badan aja, dapet background yang berbeda. Kami membiasakan diri jika berkunjung keluar kota, agar mengunjungi mesjid di kota tersebut, lebih bagus lagi bisa berkunjung ke masjid terbesar di situ, beribadah dan berinfaq.

Banyak hal menarik setiap berkunjung di suatu tempat. Seperti sekarang ini anak-anak bertemu kucing kampung keturunan persia, cantik, lucuu, sedang menyusui anaknya. Anak-anak pasti meluangkan waktunya untuk bermain dan menyayangi kucing. Eh.. ternyata banyak juga orang dewasa yang mendekat dan menyayangi kucing-kucing itu. Anak-anak tambah seneng ada banyak orang yang menyayangi kucing. Momen itu diabadikan orang yang mungkin punya hobby fotografer. Anak dan kucing jadi object. Setelah memunaikan sholat Ashar kami keluar masjid dan melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah.

Semoga banyak pelajaran baru yang ditemui anak-anak hari ini. Tentang menjadi selalu bahagia dan positif thinking dengan apa yang ditemui di jalan. Entah itu jalan macet, rencana yang tidak sesuai jadwal, tentang tetap harus sholat kendatipun sedang di perjalanan. Dan semuaa.. jangan sampai hal-hal tersebut menghilangkan bahagia dan rasa syukur kita kepada Allah.




Saturday, March 25, 2017

Travelling project (3)

Hari pertama travelling banyak dihabiskan di jalan karena jalan di Jakarta macet luar biasa. Biasalah namanya juga Jakarta. Weekend bisa jadi mimpi buruk klo kejebak macet dan menghabiskan waktu di jalan. 
Ada beberapa pertanyaan Tiara tentang jalan tol. Jalan tol itu apa? Jalan bebas hambatan itu apa? Kenapa harus ada jalan tol. Kenapa kok tetap macet? Saya bosaan katanya.

Setelah dijawab, terus dibalas lagi dengan pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Akhirnya karena bosan, meminta gadget dan main game sebentar, setelah itu ketiduran.

Sepanjang perjalanan Nisa dan Sasya saling bercerita tentang apapun, Nisa bertemu dengan sepupunya Sasya. Banyak hal yang mereka ceritakan, diantaranya tentang sekolah, tentang teman-temannya dan tentang buku Tere Liye yang dibacanya. Seru banget dengernya.

Setelah berkutat dengan kemacetan, akhirnya sekitar pukul 2 siang, sampai di rumah. Di rumah Cikarang sudah berkumpul keluarga, ada eyang Kudus, (mertua saya), ada Bulik dan Pak Lek saya yang dari Kudus juga, dan juga keponakan saya, Nabila. Rombongan dari Kudus sudah lebih dahulu sampai di Cikarang by bus. Sementara keponakan saya yang di Cikarang ini ada 2 orang Sasya dan dengan adiknya Sasya, namanya Maudy. 

Setelah bertemu, mereka membentuk kelompok tanpa dikomando, antara anak rentang umur 5 sampai 8 tahun, nge-gank sendiri, yaitu Nabila, Maudy dan Mitha. Sedangkan yang lain rentang umur 9 sampai 11 tahun , Nisa, Sasya dan Tiara membentuk kelompok juga. Mereka bermain sesuai selera. Kelompok anak yang lebih kecil bermain drama tentang mermaid, kebetulan mereka diberi hadiah baju mermaid/putri duyung sama eyangnya. Setelah itu bermain sepeda, bermain loncat-loncatan, dan yang favorit bermain di tangga, semua bisa jadi bahan bermain, dan sepertinya batre mereka longlife banget klo udah ketemu dan bermain bareng. Sedangkan kelompok dengan anak yang lebih besar, memilih bermain yang agak kalem, baca buku bersama, tetap bercerita, dan membuat slime.

Pada saat membuat slime ini Nisa dan Sasya sangat antusias, mereka saya pesankan bahan slime untuk dibuat sendiri. Paket bahan slime mereka buka dan mencocokkan barangnya dengan pesanan. Ternyata setelah dicocokkan, Nisa bilang ada yang tidak sesuai dengan daftar paket. Dalam daftar paket tertulis 3 pewarna dan 2 glitter, di paketnya ada 2 pewarna dan 3 glitter. Saya bilang menurut Nisa bermasalah atau enggak? Klo iyaa boleh kita komplain ke penjualnya tapi kalo enggak masalah, boleh aja kita terima barang tanpa komplain. Tapi saya jelaskan juga kepada Nisa bahwa ada baiknya kita informasikan kepada penjual bahwa barang ada yang kurang sesuai dengan daftar paket. Walaupun tanpa minta kembali barang. Sebagai masukan saja untuk mereka agar lebih teliti.

Saat membuat slime adalah saat belajar buat mereka. Sebanyak beberapa kali gagal untuk membuat formula yang pas. Sampai akhirnya slime yang udah jadi sesuai yang diinginkan. Disini anak belajar bagaimana untuk mencapai tujuan tertentu harus mengalami pelajaran berkali-kali, dan pelajaran itu dijadikan bekal lagi untuk melangkah, agar tidak kembali mengulang kesalahan yang sama. 

Saya tanyaa, kenapa yang pertama slimenya keras dan kurang lentur kalo ditarik, mereka bilang, itu kebanyakan slime activatornya. Dan selanjutnya slime bikinan mereka sesuai keinginan. 

 

Keseruan hari ini ditutup dengan makan bersama di cafe dekat rumah Cikarang. 

 







Friday, March 24, 2017

Travelling project (2)

Persiapan ini dimulai dengan memilih dan menyusun baju ke koper. Anak-anak memilih bajunya masing-masing. Untuk anak-anak masih perlu dimotivasi untuk menentukan dan memutuskan baju apa yang harus di bawa. Pertama saya berikan pertanyaan kalau perginya dari hari Jumat sampai hari Rabu, kira-kira berapa baju yang harus dibawa? Berapa baju tidur, berapa baju pergi. Kalau disana kita masih sempat mencuci dan menyeterika, karena kita nginep di tempat pak de dan bu de

Anak pertama, Nisa sudah bisa diarahkan, dan dia memotivasi adik-adiknya untuk memilih dan menyusun bajunya. Anak kedua, tiara masih bingung harus membawa baju apa dan meminta Nisa untuk memilihkan bajunya. 
"Kakak, perjalanan kali ini kita sudah sepakat untuk memilih dan menyusun sendiri, Nisa mau bantu sedikit-sedikit aja"

Sedangkan Mitha sudah berjanji sepulang sekolah akan menyelesaikan tugas ini.

Untuk project ini masih terfokus pada Nisa anak pertama, adik-adiknya bisa sekalian belajar.

Seperti tadi pagi, Nisa yang akan membantu untuk web check in, adik-adiknya melihat dari samping laptop. Karena pagi terburu-buru akan sekolah, web check in akan dilanjutkan sepulang sekolah.

Web check in ini dilakukan minimal 24 jam sebelum keberangkatan dan maksimal 4 jam sebelum keberangkatan. Tiket kami besok pukul 06.05 wita.

Dilanjut lagi yaa ceritanya..

Pulang sekolah Nisa diingatkan untuk web check in 
Caranya sudah diberitahu ayah tadi pagi, dan langsung dieksekusi. Ternyata gerakannya cepet dan bunda ga perlu kasih aba-aba lagi udah langsung ngerti. Siip deh, Nak.. kamu udah bisa..Pilih seat yang berdekatan depan belakang 15A, 15B, 15C dan 16A, 16B

Persiapan berlanjut memasukkan baju ke koper. Nisa ngasih tips "Bunda, nanti Nisa aja yang masukin bajunya ke koper yaa, bajunya nanti digulung biar muat banyak" 

"Silakan, dengan senang hati, Naak.."

Mitha juga udah memilih baju-baju yang mau dibawa, memilih baju-baju kesukaannya gambar my little pony dan frozen.. pasti deeh. Pilihan-pilihannya ga bisa diganggu gugat, udah mantap baju pilihannya yang di bawa pasti akan dipake. Dulu...saya yang siapin, alhasil beberapa baju yang dibawa ga dipake alasannya dia ga suka dan ga mau pake celana, memang yang saya bawa kebanyakan celana.

Jadi cara ini efektif agar bawaan ga sia-sia.

Tiara nih yang belum kelar persiapannya.. Tipe dia emang injury time, nyantai di awal, buru-buru nantinya.. karena dia bingung baju apa yaa udah ditunda dulu sampe nanti..

Gapapa nanti bunda bantu yaa tiaraa..


Wednesday, March 22, 2017

Travelling project

Persiapan tentang project idealnya seluruh anggota keluarga terlibat, sementara bunda, ayah, dan anak pertama saja yang menentukan, yang lain ngikut saja. Itupun terpisah, saya diskusi dulu demgan ayah, dan kemudian saya diskusi lagi dengan anak pertama. Menunggu kondisi ideal tidak akan mulai nanti..hehehe

Ada beberapa pilihan untuk project, misalnya gardening, membuat kecambah, melukis di kanvas, membuat berbagai macam kue dan lain-lain. Tapi untuk saat ini kami sepakat memilih travelling project. Karena mulai weekend sampai tanggal 29 Maret 2017 kami melakukan perjalanan ke Jakarta. Mengunjungi salah satu kakak ipar atau kembaran ayah di sana. 


Tujuan project ini melatih kemandirian anak, travelling sekaligus belajar, dan nantinya anak-anak belajar bernarasi tentang apa saja yang didapat selama travelling.

Gambaran project ini:
Anak-anak dilatih untuk mengerjakan sesuatunya sendiri kalau masih perlu tetap diawasi. 

Misal dimulai dari persiapan memilih baju dan menatanya di koper, seharusnya memesan tiket sendiri, tapi sudah dilakukan, semoga lain waktu mereka bisa memesannya sendiri. 

Nantinya anak-anak diajari untuk bagaimana check in, bagaimana mengambil bagasi, dan menentukan transportasi apa yang sesuai dengan budget dan tetap memprioritaskan keamanan.

Dalam perjalanan Nisa anak pertama yang katanya suka fotografi, dibebaskan untuk mengambil foto object yang menarik. Dalam perjalanan ini diharapkan meminimalkan interaksi dengan gadget, memaksimalkan interaksi dengan manusia atau benda hidup hehehe. 

Untuk tiara, diminta untuk menggambar sesuatu yang menarik di atas kertas, mungkin tentang perjalanan ini atau sesuai yang dia suka.

Untuk mitha membawa buku bacaan dan mainan yang dia suka. 

Tetap melakukan kemandirian-kemandirian yang telah dilakukan di rumah. Menjaga kesopanan, menjaga sholat dan tetap konsisten membaca Al-Quran, menjaga empati dengan orang lain, tidak merepotkan orang lain.

Sedangkan tugas ayah adalah menceritakan sesuatu atau memberikan permainan yang menarik kepada anak-anak. Sehingga perjalanan tidak membosankan.

Hasil akhir dari project ini adalah narasi atau penceritaan kembali dalam bentuk lisan dan tulisan, dan juga hasil jepretan Nisa dan kakak tiara. Untuk mitha cukup narasi dalam bentuk lisan.

Semoga perjalanan ini lancar dan menyenangkan.

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...