Showing posts with label story. Show all posts
Showing posts with label story. Show all posts

Thursday, February 8, 2018

Staplers

Dikirain rusak serius
Kok ga bisa ngecas
Ternyata ada isi staplers nempel di magnetnya



Monday, December 25, 2017

Masa kecilku yang special

Masa kecil bersama orang tua

Hmmmmmm klo cerita tentang masa kecil bukan untuk menjelekkan siapapun yaa tapi lebih untuk mengeluarkan semua terutama yang ga enak buat self healing ke diri sendiri sih tujuannya. Karena posisi saat ini saya sudah memahami, menerima dan berusaha untuk move on dari keadaan yang tidak mengenakkan. Juga sudah menyadari bahwa apapun yang dilakukan di dunia ini pasti ada pertanggungjawabannya. Diharapkan saya tidak mengulang lagi kesalahan yang lalu, dan dapat meneladani yang baik dari kejadian masa lampau.


Yang saya ingat saya dimarahin bapak karena masih ngompol di usia sekitar 5-6 tahunan, muka aku di ciumkan ke kasur sampe basah semua mukaku..mamah bela saya dan saya ditenangin. Segalak itukah? Enggak..mencoba mengingat ingat memang itu yang keluar dari memory otak saya ini.

Sebenernya bapak orang yang baik, mungkin beliau bosen aja karena saya ini keseringan ngompol di kasur. Kalo sebab ngompol ini kemungkinan juga karena saya sering dibully sama kakak saya. Pembully-an berupa pukulan secara fisik dan banyak ejekan-ejekan yang menyakitkan buat saya. Lebih tepatnya lebay saya nanggapinnya dan sering banget nantis bombay. Sehingga tekanan atau depresi ini muncul dalam bentuk ngompol diwaktu kecil.

Sedari saya lahir sudah dibully, dimulai dari asi (air susu ibu) yang sering direbut oleh kakak karena jarak lahir kami dekat hanya 1,5 tahun, sudah agak besar saya dipukul dan direbut mainan, makanan dan barang-barang kesukaan saya. Tujuannya untuk membuat saya marah dan nangis. Emang dasar sayanya yang lemah dan ga tau gimana cara melawan, yah akhirnya berasa menderita dan akhirnya bikin penyakit psikis tertentu yang kronis bahkan hingga saat dewasa. Walaupun saya sedikit demi sedikit sudah move on. Bapak dan Mamah selalu menyuruh saya untuk mengalah, biar tidak diganggu lagi katanya.

Ya begitulaah masa kecil saya yang kurang indah di keluarga.

Ibu saya baik aja, selalu ingin menyenangkan anak, tapi karena bapak adalah seorang tentara jadi yaah uang lebih diprioritaskan untuk keperluan primer. Ditambah lagi di rumah keluarga kami masih menanggung 2 orang adik mamah yang masih sekolah. 

“Ayah ada ayah tiada” semenjak dulu udah kejadian kok, yang namanya dipeluk sama bapak, saya ga pernah merasakan. Apalagi bermain bersama bapak? Gimana sih rasanya? 

Saya pikir seorang bapak emang begitu. Galak, menakutkan, dan ga pernah peluk anak. Walaupun bapak terkesan kaku ada kebaikan bapak yang saya pelajari disiplin, jujur, sholat tidak pernah ketinggalan, mengaji, suka membaca, cerdas, dahulunya bapak seorang dosen. Riwayat pendidikannya dokter umum karena alasan ekonomi, beralih ke dokter hewan, kabarnya pendidikan dokter hewan lebih murah. Jadi bapak lulus sebagai dokter hewan dan masuk wajib militer, jadinyaa dokter hewan tentara, begitulah. Sempat menjadi dosen di Universitas Gajah Mada. Dan bapak berhenti menjadi dosen karena memutuskan untuk menjadi tentara. Sangat disayangkan menurut saya..

Selain suka membaca tulisan bapak pernah dimuat di majalah Intisari sekitar tahun 1980an. Dulu masih saya simpan majalahnya saya baca juga dan keren kok tulisannya. Bapak juga ngajarin klo sedang adzan, langsung bersiap untuk sholat, terutama adzan maghrib, televisi tidak boleh dinyalakan dan harus langsung sholat berjamaah. Sayanya aja kadang-kadang ga ikut berjamaah karena biasalah klo baca surah agak lama hehehe

Anehnyaa kebaikan bapak semua ada di dalam diri saya. Cieee.. entah kenapa yaa? Saya juga diam-diam ternyata mengidolakan beliau tanpa sadar mencontoh beliau. Keburukannya klo boleh dibilang sekitar 50 persennya ada juga di saya duuuh parah niih..

Keliatan sayang dengan saya klo saya nanya pelajaran yang sulit, bapak jelasin dengan baik dan sabar. Mungkin karena sayanya juga cepet ngerti. Jadi bapak seneng hehehe

Klo sama kakak saya yang pertama, waah galak dan pasti kakak saya nangis setiap belajar. Gara-gara dicubit dan dibentakin. Ya Allah..

Selain itu bapak sama sekali ga mau nganter ke sekolah, heran deh kenapa ini bapak? Tapi kita-kita sih oke aja karena ada transportasi lain kaya becak atau ojek. Memang sih kita anak-anaknya jadi mandiri dan mikir untuk nyari jalan gimana caranya biar bisa pergi ke sekolah, udah SMP sih waktu itu. Dan sempet mikir, bapak tega amat siih, udah hujan-hujan masih disuruh mikir gimana pergi ke sekolah. Hikmahnya..sampai sekarang saya oke aja mau naik angkot, naik becak, naik bajaj okelah yang penting sampai ke tujuan. 

Waktu kami, anak-anaknya sudah besar, kami udah punya power atau sedikit keberanian dan bisa protes ke bapak, gantian deh saya dan kakak komplain ke bapak tentang apapun, walaupun susah untuk berubah paling tidak, bapak mengerti apa yang  diinginkan anak-anaknya.

Jadi inget nih, pernah dulu  waktu kelas 4 SD saya dijemput dari sekolah karena mau dibawa ke dokter gigi, itu saja rasanya seneng banget, rasanya kaya disayang. Apalagi jika orangtua melakukan lebih sering dan dengan tulus, bayangkan aja dampaknya ke anak. Oh iyaa jarang melarang sih klo kedua orangtua saya, lebih ke membiarkan aja selama tidak berbahaya. Main hujan-hujanan boleeh, camping boleeh walaupun agak susah waktu itu ijinnya, main masak-masakan pake api di halaman juga boleh. Sampai lulus SMA kuliah nyeberang pulau juga oke-oke aja tanpa dianter dan dipikirin kost-kostan dan lain-lainnya. Beda lah sama anak kebanyakan. Ciee lagi..

Klo bahagia masa anak-anak banyak saya dapat dari bermain dengan teman-teman di sekitar rumah. Banyak aktifitas seru, manjat pohon, main ayunan, main gelantungan di pohon, main jungkat jungkit, petak umpet, gobak sodor.. dan lain-lain maklumlah anak angkatan hampir tahun 80an.

Kesimpulannya saya jarang main sama orangtua, saya main sama saudara dan temen-teman. Saya yakin orang tua sayaang sama semua anaknya tapi karena mungkin ilmu belum sampai kepadanya menjadikan kasih sayangnya kurang maksimal. 






Thursday, September 28, 2017

Surat buat anakku

Bismilahirrohmanirohim

Dear anak bunda, Nisa

Diannisa Naila Hanin, arti namamu adalah Perempuan yang selalu memberi inspirasi dan penuh kasih sayang. 

Bunda bilang Nisa sangat berharga, tapi bunda dulu lebih memilih menitipkanmu pada orang lain dan tidak mengasuhmu

Bunda bilang Nisa adalah anugerah, tapi bunda tidak bersyukur dengan tidak menyusuimu selama 2 tahun.

Bunda bilang bunda sayang Nisa tapi dulu lebih sering bunda menjadi orang tua 10 menit, 10 menit untuk menyuruh Nisa bangun tidur dan sekolah, 10 menit untuk menyuruh Nisa untuk cepat tidur di malam hari. 

Dimana sayangnya? 

Sehari kita hanya bertemu selama 20 menit dan itu penuh dengan perintah, larangan dan terburu-buru, karena bunda harus kerja. Setiap hari terburu-buru, dan Nisa pun hanya sepekan sekali bertemu ayah. Karena ayah harus bekerja di kota yang berbeda.

Maafkan bunda yaa, Nak...

Kesalahan bunda sudah cukup banyak, ini bunda akui, dan berharap jika nanti Nisa menjadi orang tua tidak meninggalkan anak demi kepentingan "aktualisasi diri" 

Sekarang bunda berusaha untuk mendampingi Nisa dan adik-adik sampai batas waktu yang ditentukan Allah. Kebersamaan kita di dunia ini cuman sebentar dan ada batas waktunya, ada saatnya nanti Nisa harus melanglang buana untuk mencari sekolah terbaik yang Nisa minati. Jangan di dekat bunda terus yaa..Suatu saat Nisa harus berani untuk pergi menuntut ilmu. Bumi Allah itu luas, Nak. Dan bersama Allah tak ada yang tak mungkin. 

Kebersamaan kita dibatasi oleh waktu, namun kita bisa bersama selamanya jika tujuan kita sama yaitu tetap teguh di jalan Allah. 

Tetap semangat mengukir mimpi yaa,
Kenali siapa dirimu?
Untuk apa Nisa hidup di dunia ini?
Temukan kesukaan, keahlian, dan kekuatanmu..

Bunda akan selalu ada untuk Nisa 
kita bergandengan tangan yaaa ....
Bunda akan lebih sering mengobrol apapun dengan Nisa.


Semangaaat yaaa 


Love,
Bunda 












Tuesday, April 18, 2017

Mati gaya

Klo lagi mati lampu gini kedengeran tetangga lagi masak, ngulek pake cobek dan goreng-goreng..kadang-kadang diselingi bunyi peralatan masak yang beradu dengan lantai.. alias jatoh.. 

Ayo donk lampu nyala..
Matigayaa neeeh

Ga bisa nyetrika
Ga bisa online...
Ga bisa makan juga 
Lagi puasa bayar hutang..
Huhuhu udah telat banget ini mah...
Semoga masih sempet
Efek dari menunda yang kebangetan..
Akhirnya beginilah
Mepet..
Semoga rejekinya ga ikut mepet juga..

Wednesday, April 5, 2017

Optimist

Ketika pilihanmu berbeda dengan yang lain
Pastikan pilihanmu tidak salah
Pastikan pilihanmu benar 
Pastikan pilihanmu tidak bertentangan dengan Al-Quran

Ketika pilihanmu berbeda dengan yang lain
Kuatkan hati 
Minta pertolongan Allah untuk menguatkan hati
Agar tetap pada pilihan yang benar

Ketika pilihanmu berbeda dengan yang lain
Carilah dan berkumpullah dengan orang yang memiliki visi misi yang sama. 
Agar tetap optimis dan semangat menjalani hari-hari

Jika banyak sekali suara yang meremehkan
Cukup dengarkan lewat telinga dan keluar lagi
Toh nantinya kita akan bertanggungjawab kepada Allah tentang pilihan yang kita ambil..

Tetap berdoa, berusaha, yakin, optimis, semoga Allah selalu memberikan cahayaNya bagi orang yang selalu mencari. 
 

Saturday, February 11, 2017

Kuciing is magic

Klo lagi stress kerjaan, si ayah punya tips manjur.. alihkan sejenak dengan cara bermain dengan sesuatu yang menyenangkan misal dengan cara bermain dengan anak, biasanya sama mitha yang terkecil.. dijailin atau dipeluk-peluk, ngeliat anaknya seneng dan ketawa, akhirnya bisa bikin senyum..

Dokter gigi, please be kind...

Dokter gigi langganan kebetulan sedang ke Jakarta waktu itu, ngikut saran temen ada dokter gigi di sebuah kota. Untuk menghemat waktu dan tenaga, karena deket okelah ga ada salahnya dicoba. Antri cuman 2 orang tapi lama juga. Ruang tunggu cukuplah, ada toilet juga, tampak pegawainya asyik nonton tivi. Tibalah giliran kami, kebetulan anak-anak dan si ayah yang giginya memerlukan perhatian si dokter. Anak saya yang pertama maju..

Tuesday, February 7, 2017

Cerita Si Tahu

Ketika hati terasa jauh mungkin makanan yang dibuat spesial dari hati oleh sang istri bisa mendekatkan kembali 2 hati yang saling berjauhan hahaa lebay

Seminggu pernah ga berbincang sama sekali karena kesibukan dan waktu istirahat yang nggak barengan. Suami sibuk dan istri sok sibuk.. waktunya istri bobok, suami masih terjaga.. pas suami udah ngantuk, giliran istri yang 100 watt. Kapan donk ketemunyaa?

Monday, February 6, 2017

Miliki cinta yang tidak buta

Mengasuh anak tak cukup hanya dengan cinta secara naluriah namun harus diimbangi dengan pengetahuan dan ilmu. Yaah cinta buta bisa juga dialami antara orang tua ke anak.

Ada orang tua yang merasa sudah mencintai anaknya namun dengan cara yang salah, lebih sering menjadi orang tua yang pengasih (apa yang diminta dikasih ma orgtua) sehingga bermasalah setelah dewasa..

Sunday, February 5, 2017

Love my family

Hari minggu ini banyak aktivitas yang dilakukan bareng..mulai dari naik sepeda keliling komplek, sarapan di rumah, main kucing, menyapu halaman, bikin ayunan di bawah pohon dan ditutup dengan ngafe di deket rumah.

Kemana pun asalkan barengan, terasa lengkap. Walaupun tinggal di kota kecil yang masih terbatas fasilitas hiburan layaknya kota-kota besar. Satu-satunya yang bikin betah adalah keluarga iyaa pasangan kita dan anak-anak. Disini ga ada mall, cuman ada pasar tradisional, klo ditanya hiburannya kemana? Yaa kemana aja asal sama keluarga.. begitu..

Friday, February 3, 2017

Perbincangan sore

Menghadapi anak hampir usia baligh seru juga..banyak pertanyaan di benaknya, ada masa-masa seperti menunggu giliran, kapan yaa aku haidh? Ada rasa takut, cemas, penasaran, gimana ya rasanya haid? Sakit ga ya? Kenapa bisa terjadi haid?

Thursday, February 2, 2017

Bagaimana seharusnya?

Di sebuah keluarga di dunia nyata diceritakan seorang istri dan suami yang sudah memiliki anak, akan bersiap menuju rutinitas masing-masing.

Pagi-pagi tidak diwarnai dengan keceriaan, sang istri sibuk menyiapkan sarapan di dapur sembari mencuci pakaian, dengan mesin cuci yang kadang-kadang macet mungkin karena overload, membereskan pakaian kering dan menyusunnya di meja setrika kemudian bangunkan anak untuk sholat shubuh, dan melakukan kegiatan rutinnya memberi makan kucing serta bersiap untuk sekolah.

Tuesday, January 31, 2017

Weekend bersama Eyang

Weekend kemaren melihat eyang bercerita dengan anak-anak, bahagia ngeliatnya, karena ga bisa setiap hari momen ini terjadi, eyang ada di kota lain dan kebetulan sedang berkunjung ke kota kami.

Yang diceritakan pengalaman-pengalaman yang sudah pernah diceritakan kepada saya, menjadi menarik karena eyang bercerita dengan lucu dan anak-anak antusias dengernya. Terkadang mereka tertawa dan bertanya kalau ada yang tidak mereka mengerti. Soanya kadang-kadang eyang menyelipkan Bahasa Jawa dalam ceritanya.. anak-anak ga ngerti...

Beberapa yang diceritakan eyang diantaranya:

Monday, January 30, 2017

Menangislah anakku..

Periksa.. Cek cek dan koreksi apa yang telah saya perbuat ke anak-anak.. Sehingga membuat anak kadang menguji kesabaran banget..

Bunda kadang ga sabar untuk mendengarkan tangisanmu padahal tangisan kamu berarti menyalurkan energi yang negatif..

Menahan tangisanmu berarti menumpuk "sampah" sampai entah kapan..

Menangislah anakku..

Semoga bunda ini diberikan hati yang lapang untuk mendengarkannya..

Tapii.. kita kan sudah sepakat kalau kamu lagi nangis, bunda akan biarkan dulu yaa.. yang penting kamu tidak melempar/membanting barang, dan melakukan hal-hal yang merugikan..klo sudah legaa, bunda akan ajak kamu bicara. Dan kamu harus bicara..kalau cuma diam, bunda tidak akan tau dalam hatimu sedang bicara apa...

Itulah
Mungkin duluu ....
Bunda jarang mendengarkanmu
Jarang memperhatikan perasaanmu
Jarang menemanimu bermain
Jarang mengajakmu bicara
Sering membuatmu terluka
Sering meninggalkanmu

Ataauu

Dulu kamu bersama 'baby sitter' yang suka berlaku kasar dan ga sayaang

Dan sekarang saatnya kamu bikin bunda sadar dan terus memperbaiki diri..

Maafkan yaaa...anakku..
Maafkan ya Allah






Saturday, January 28, 2017

Bermusyawarah dengan anak..penting lhoo..

Bermusyawarah dengan anak itu penting..

Seperti pada saat saya mendapat ilmu "Bagaimana agar anak sholat 5 waktu dengan kesadaran" saya mendapat ilmunya dari Abah Ihsan pada saat ikut kajian matapena (majelis tsaqofah pendidikan anak), saya tidak langsung serta merta melaksanakan tanpa bermusyawarah dulu dengan anak-anak. Anak-anak diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk mengetahui dan memberikan pendapatnya mengenai  apa yang akan diterapkan. Jika anak-anak dilibatkan maka mereka akan merasa dihargai dan mereka bisa mematuhi apa yang telah menjadi kesepakatan.

Jika anda berkesempatan untuk mengikuti matapena, jangan lewatkan kesempatan untuk mendengar langsung dari Abah Ihsan.

Beda rasanya mendengar langsung dengan membaca resume..resume ini paling hanya 40% nya saja. Karena singkat sekali dan kurang hidup..tapi sebagai gambaran saja, bisa dilihat disini.
Setelah mengetahui bagaimana mengajarkan disiplin sholat pada anak-anak. Saya pengen bangen banget mengaplikasikan, tapi sekaligus ragu apakah saya mampu dan anak-anak mendukung?

Akhirnya saya melakukan musyawarah dengan anak-anak. Sebelumnya sudah saya ceritakan tentang resumenya.
Ketika saya tanya
"Gimana anak-anak bisakah kita mulai sama-sama pembiasaan sholatnya?"
Mereka menjawab
"Bisa, Bun"
"Alhamdulillaah" saya didukung anak-anak.
"Lalu konsekuensinyaa apa ya seandainya tidak dilakukan?"
Masih juga mereka menjawab "terserah bunda".

Saya tawarkan beberapa konsekuensi akhirnya setuju dengan konsekuensi time out 1 jam di luar rumah seperti yang dicontohkan Abah Ihsan.

Akhirnyaa legaa saya sudah menyampaikan ini, dan anak-anak menyambut baik.

Tantangannya adalah saya juga harus aktif untuk memberikan teladan buat mereka.
















Friday, January 27, 2017

Melankolis vs Kolerik

Masih tentang komunikasi

Klo sebagian saya denger curhatan temen, antara suami dan istri, mereka kesulitan membangun komunikasi yang enak.


Ternyata saya tidak sendirian. Seringkali merasa "kok susah ya ngobrol ringan dengan suami?" Padahal suami kita sendiri gitu loh, seharusnya kita lebih mengerti maunya suami kita. Malah kita sering maksa "kok suami aku ga ngertiin aku sih? Istri sendiri kok ga kenal?"


Seketika jadi orang yang menuntut, dan pengen suami langsung ngerti tanpa ngomong.


Pertama kenali tipe suami kita, dan tipe diri kita,
klo introvert/ekstrovert, melankolis/kolerik/sanguins/plegmatis


Klo suami aku nii, introvert, melankolis dominan
akan enak ngobrol dll klo dia nyaman dulu hatinya, klo enggak, bakal diem dan tidur dan ngorok malah.. kebayang gimana tuh pengen ngobrol malah ditinggal tidur.

Klo aku sepertinya introvert juga tapi ga terlalu parah, dan kolerik dominan

Seringnya yang terjadi, kondisi sama-sama ga fit, masing-masing saling menuntut pengen diperhatikan, akhirnya pada diem-dieman tapi ngedumel klo saya. Energi yang tadinya pengen ngobrol enak, curhat dll jadi tertahan, malah jadi jengkel krn sama-sama ga mau memulai yaa. Mungkin saya sering memulai tapi dengan cara kurang enak, misal dengan langsung nanya ke masalah yang berat atau nanya kenapa kok diem aja atau memulai dengan raut wajah yang kusut karena pengennya ditanyain duluan, tapi ga ditanya-tanya (hahaha..drama banget) ga perlu kali kaya gini.


Yaah klo sama orglain mah gampang ngatur-ngatur komunikasi, klo sama suami kelihatan aslinya kita.

Jika sedang dihadapkan pada situasi ini yang sebaiknya dilakukan adalah
Tetap jaga akhlaq, tetap positif thinking, tarik nafas panjang dan ucapkan kalimat yang baik. Istighfar atau alhamdulilah atau kalimat yang menenangkan diri.
Gampaang?
Enggak...
Tapi
Klo kita mau..
Bisa
Dan awalnya harus latihan dulu..
Klo gagal
Coba lagi
Jangan menyerah

Alasan kenapa harus melakukan ini?
Untuk kesehatan kita sendiri (jiwa dan raga) yang kedu kita akan selalu menjadi contoh/teladan buat anak, barangkali buat suami juga.

Setelah itu lanjut dengan terapi menulis. Tulis apapun, klo belum bisa dengan tema berat, tulis aja apapun di buku "sampah emosi" kalo saya begitu setelah penuh bakar buku itu dan jangan sampai terbaca anak-anak.

Tapi klo sudah tenang bisa saja menulis dengan tema tertentu atau apapun yang positif.

Insya Allah klo tulisan sudah mengalir, lega rasanya dan situasi yang pelik tadi udah menjauh. Saatnya kita memulai lagi mengobrol dengan suami dengan cara yang lebih anggun. Pastilaah sambutannya hangat..walaupun yang mau kita obrolin kita sedang marah, tapi disampaikan dengan cara yang proper.."mas, aku tadi marah loo.. karena mas diem ajaa padahal aku pengen di sapa...apa kek nanya .. udah makan belum?"

Pasti jawabnya?
"Oh gitu yaa? Mas ga tauu, soalnya tadi capek banget, di kantor ada masalah, pengen leyeh-leyeh sebentar, eh ketiduran.."

Ggrrr
Udah uring2an ternyata suami ga ngerasa.


Gimana dengan tipe kepribadian?

Klo suami tipe melankolis, kita harus bicara dengan data yang jelas, banyak thinking, banyak pertimbangan, keakuratan data, bukti, alasan, sebab akibat, tahap-tahap tertentu dalam menjalani sesuatu, terlalu lama di persiapan.

Sering kebalikan dengan saya yang suka to the point, terkesan memaksa, action duluan, ingin selalu segera, ga sabaran, merasa paling benar, pengen membahas tuntas masalah saat itu juga.

Tujuannya apa kita mesti tau tipe kepribadian ini?

Dengan kita tauu, kita jadi mengerti bagaimana memperlakukan diri sendiri, memperlakukan pasangan. Beda orang beda perlakuan.. melankolis itu ga bs dipaksa-paksaa mereka harus melalui tahap tertentu dulu..misal ada 4 tahap, yaa harus dimulai dari 1, 1 selasai 2, kemudian 3 dan 4, ga bisa langsung 4.. sedangkan saya maunya langsung ke 4..dan sayaa sering melakukan langsung tahap 4.

Disinilah terjadi konflik.. hehehehe,

Tapi dengan konflik ini kita akhirnya bisa mencari titik tengah, saya menurunkan sedikit ego pemaksaan saya, dengan memberi waktu kepada suami melewati setahap demi setahap prosesnya. Adakalanya juga, saya jalan dengan kemauan saya dan suami menurunkan standar perfectnya.
Begitulah.. pasti ada celah untuk ketemunya asal diobrolin dengan kepala dingin...

Tidak disarankan jaim dan manis depan suami tapi mendem hehehe memilih diam di depan suami padahal ngedumel..










Thursday, January 26, 2017

Mengobrol dengan anak itu asyik..

Menjadi hal yang wajib bagi saya orang tua untuk selalu berkomunikasi atau lebih enaknya mengobrol dengan anak-anak, untuk menyapa perasaannya, lagi sedih kah, kesel kah, jengkel kah atau senang. Selain itu sebisa mungkin menyelipkan hikmah/pelajaran yang bisa dipetik dari sebuah peristiwa/masalah yang dihadapi anak-anak dan diharapkan dapat menginstall jiwa dan pikiran anak-anak dengan nilai-nilai sesuai yang dicontohkan Rasulullah..

Anak pertama dan kedua biasanya ngobrol setelah pulang sekolah, sedangkan anak ketiga, saya punya waktu lebih banyak karena pulang sekolahnya lebih cepat.

Komunikasi dengan suami pun sangat penting. Mengobrol ga jelas lebih disarankan untuk mengakrabkan diri.. klo mengobrol selalu serius yang dibahas hmm....antara suami istri menjadi kurang dekat, kurang seru dan kurang akrab.. ngebosenin..

Biasanya saya dan anak pertama yang memulai ritual mengobrol, kemudian adik-adik yang lain ikut serta urun pendapat atau mendengarkan.

Yang menarik masing-masing anak selalu ada saja yang diceritakan, malah kadang-kadang berebut, dan salah satu ada yang memotong pembicaraan, disitu kita bisa ajarkan bahwa memotong pembicaraan boleh kalau urgen, dan harus meminta ijin, dan boleh berbicara kalau sudah diberikan ijin. Namun jika sudah diberikan giliran, tidak boleh menyela, dan harus menunggu sampai selesai.

Anak-anak diberikan ruang untuk berbicara, bertanya dan untuk didengarkan keluh kesahnya, ceritanya. Orang tua pun senang mendengarkan mereka.

Semoga dengan mengobrol bisa lebih mengeratkan, membangun bonding anak dan orangtua.


Wednesday, January 11, 2017

Emak-emak raja jalanan





Pas nganter anak saya sekolah, ada ibu2 nganter anaknya juga turun dari mobil, mobilnya berhenti di persimpangan, hanya nyalain lampu sign kiri tapi mobilnya ga minggir sama sekali, trus nurunin anaknya di tengah jalan, si ibu nganterin ke depan pagar sekolah kira2 20 meter sambil nggandeng anaknya, mobilnya masih nyala dan ditinggal gitu aja..

Huuh si ibu.. Ini kan jalan milik umum, care dikit lah sama pemakai jalan yang lain, orang lain kan mau lewat juga.. Untung aja masih bisa lewat..perlu dibalikin ke TK kayanya ibu nii, diajarin sopan santun, dan menjaga hak orang lain.

Cerita yang lain lagi

Nganter anak sekolah juga..


Ibu2 bermobil bawa mobilnya kaya buru-buru, sampe debu2 beterbangan, klo pas lagi hujan air bekas hujan nyiprat kemana-mana, itu jalan depan sekolah kan bergelombang, main terjang aja tuh ibu.. Sabar atuh buu..tapi setiap kali begitu.. Apa setiap harinya selalu buru-buru? Entahlaah..


Ibu2 yang lain ada lagi klo bawa mobil kenceng banget, wushh kaya kilat.. Ngeri buu yang lihat, kira-kira donk..diatur kecepatannyaa. Entah kenapa yaa mesti kok ibu-ibu. Lebih tepatnya emak-emak.


Jadi inget meme, dengan tema emak-emak raja jalanan, naik motor sign kiri belok ke kanan, kelar hidup loe.. Hahaha Klo naik mobil ternyata predikat emak-emak raja jalanan teteep aja melekat.. Disuruh putar balik karena jalan searah, eeh malah polisinya yang diomelin..ada nih ibu2 beginii..tapi tenaang ga semuaa jugaa siih.. Pasti adaa ibu-ibu yang tertib bawa mobilnya/sepeda motornya..Hehe


Tambahan cerita lagi

Pernah juga numpang mobil ibu2, waktu pulang acara, udah masuk jalan kampung, ngebut juga, eeh sampe tikungan tanpa nginjek rem.. Duuh rasanya jadi penumpang ga nyaman deeh..tapi namanya numpang, harap maklum aja..


Curhat ke suami

Saya ceritainlaah ke suami, lalu katanya klo bawa mobil yang smooth, jangan buru-buru atau blingsatan.. Lebih elegan klo bawa mobil pelan di jalan kampung, debu2 ga beterbangan, ngeliatnya juga enak. Di jalan raya juga, harus menjaga sopan santun, patuhi rambu, beri tanda-tanda sebelumnya jika ingin belok, klo ada yang mau nyelip sepanjang dia memberi tanda, yaa beri jalan. Klo ga ngasih tanda kita berhak untuk ga kasih jalan. Sopan sekaligus tega(s) hehehe klo mau ngebut juga okee tapi lihat sikon..

Parkir juga yang manusiawi, jangan makan banyak jalan orang, beri jalan untuk mobil lain. Spion jangan lupa ditutup, klo ga ada parkirannya sebisa mungkin, ga usah mampir di tempat itu atau parkir aman walaupun jauh, atau juga bisa pake sepeda motor. Jangan parkir yang ada tandanya P dicoret hehehe. Banyak lagi yang laiin..

Waktu itu pernah saya ditegur suami, di jalan kampung nerjang polisi tidur, depan rumah, karena ga sengaja ituuh..langsung dikasih tanda bintang hehehe





Tuesday, December 27, 2016

Holiday Class in Bali


Perjalanan ini begitu panjang dalam jarak, Tanjung-Banjarmasin- Denpasar -Buleleng, Singaraja, lewat darat 5 jam, pesawat 2 kali, lanjut lewat darat lagi selama 5 jam, baru sampe ke tujuan.

Sempat hampir ketinggalan pesawat.

Ceritanya begini, pemesanan tiket dengan kode booking yang berbeda tidak bisa di connect, klo flight pertama delay, dan jarak berdekatan riskan banget untuk telat. Dan ini kejadian, sempet lama nunggu bagasi, padahal check in sudah hampir ditutup, untungnya pesawat yang akan ke Denpasar agak lambat landing jadi check in masih open. Dan akhirnya pesawatpun landing, bagasi dari pesawat sebelumnya ga ketemu2.. Hampir aja kami bertiga berangkat duluan, 2 orang tinggal untuk bawa bagasi, 1orang hanya maks 20 kg.

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...