Showing posts with label Hexagonia. Show all posts
Showing posts with label Hexagonia. Show all posts

Saturday, July 10, 2021

Review pertama jurnal teman


Bismilah

Saya berpasangan dengan mbak Oky Maharani Pamungkas (Mbak Ran). Beliau menyatakan permasalahan dengan concern di area Keluarga dan diri sendiri.

Menurut yang saya baca mbak Ran, bekerja di ranah publik tepatnya Rumah Sakit sebagai tenaga kesehatan. Mengingat kondisi pandemi saat ini, mengharuskan beliau menjaga jarak dengan anak, sementara beliau ingin sekali fokus dengan anak. Dan merasa kesulitan dalam menentukan prioritas.

Sebagai reviewer saya sampaikan sebagai berikut:

Yang sudah baik: masalah yang dialami oleh banyak orang dan ibu-ibu dalam menjalankan perannya.

Berpotensi untuk mengajak orang lain/ibu-ibu lain untuk bisa menentukan prioritas hidup. 

Untuk review jurnal kali ini yang saya soroti adalah tentang identifikasinya, bukan pada jenis masalahnya. Dan penentuan analisis akar masalah.

Beberapa catatan dalam perumusan problem statement



Pada jurnal identifikasi masalah milik mbak Ran, tertulis:
Apa masalahmu?
Menentukan prioritas
Bekerja di RS mengharuskan jaga jarak dengan anak
Bagaimana tau itu masalahmu?
Sering merasa banyak yang tidak sesuai rencana
Merasa bersalah kepada anak
Bagaimana tau bahwa masalah sudah selesai?
Puas dengan hasil yang dikerjakan (sesuai dengan keinginan)

Catatan:
1. Untuk masalahnya, yaitu “menentukan prioritas”, mungkin bisa lebih spesifik lagi agar disebutkan prioritas antara satu hal dan hal yang lain. Misalnya saja disebutkan prioritas bekerja di ranah domestik atau ranah publik.

Bagaimana mengetahui itu masalahmu?
Apakah problem statement ini selalu menghantui hampir sepanjang hidup atau baru saja muncul?Jika selalu menghantui, menandakan bahwa memang hal tersebutlah masalahnya.

Tambahkan fakta yang muncul bagaimana selain apa yang di “rasa”
Misal:
Anak jadi sering tantrum
Anak jadi sering komplain
Suami jadi tidak terlayani dengan baik
Diri sendiri tidak bahagia

Bagaimana masalah tersebut selesai?
Menurut mbak Ran masalah sudah selesai jika merasa puas dengan hasil yang dikerjakan. Hasil yang seperti apa bentuknya, berkaitan dengan masalah ini?
Mungkin bisa dengan kalimat:
Masalah ini berhasil tertangani jika saya sudah dapat menentukan satu prioritas untuk diri dan keluarga dan saya yakin dan mantap akan hal itu.

Tentang Analisis Masalah
Mengomentari tentang analis akar masalah.
Bu Septi dalam postingan diluar kuliah memberi informasi yang berhubungan dengan materi pertama di Ibu Pembaharu.
-Berpikirlah besar tapi jangan lupa untuk spesifik
-Bersikap Glokal (think globally act locally)
-Pilih masalah dan jadilah bagian dari perubahan yang tak terlupakan
-Jika kita merasa perlu untuk berubah jangan abaikan perasaan
-Pastikan masalah ini penting bagi kita berhubungan dengan kehidupan kita.

Contoh dari ibu Septi, ketika Ibu berpikir masalah tentang ibu rumah tangga, ibu berpikir global (think globally) dulu, “Kalau semua ibu di dunia ini tidak bangga menjadi ibu apa jadinya generasi di dunia? Selanjutnya memulai dari dalam rumah (act locally). 

Dengan think globally ini, bisa ditentukan “big problem

Misal big problem mbak Ran menjadi sebagai berikut:

Apa yang terjadi jika ibu di dunia ini tidak/belum menentukan prioritas dalam hidupnya?

Akar masalahnya bisa jadi

-kebanyakan ibu menginginkan aktualisasi diri di luar rumah
-kebanyakan ibu sulit untuk meninggalkan pekerjaan di luar rumah karena merupakan pekerjaan yang essensial
-kebanyakan ibu tidak menyadari apa yang menjadi prioritas dalam hidupnya, karena kurangnya waktu untuk belajar


Hasil yang tampak

Misalnya:
Kurangnya Tenaga Kesehatan saat pandemi
Banyak anak yang lebih dekat dengan gadgetnya


Jadi, analisis akar masalah ini menunjukkan bahwa masalah kita sebenarnya dialami oleh banyak orang, bukan kita sendiri.

Saya lihat analisis akar masalah milik bu Septi, terlihat bahwa hampir semua ibu mengalaminya. Dan disitu disebutkan “Many housewives…”, “Every mother…”, “Women…”

Dan ibu ga pernah menyebutkan dengan kata “Saya punya masalah…..”

Apakah masalah akan benar-benar diselesaikan? Saya yakin mbak Ran berkomitmen akan menyelesaikannya.

Demikian review dari sayaa, mohon maaf jika kurang your berkenan. 




#reviewjurnal1
#umpanbalik
#identifikasimasalah
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity

Thursday, July 1, 2021

Identifikasi Masalah

 

Bismilah
Jurnal kali ini harus bisa menentukan
-Indikator personal
-Problem statement
-Analisis akar masalah

Flashback Perjalanan

Yang saya perlukan saat ini adalah jujur pada diri sendiri, tidak menyembunyikan masalah, tidak membuat semacam topeng baik-baik saja. Tahun 2014 saat sudah keluar kerja saya baru berusaha mengenali diri sendiri, maunya apa, pengen apa? berasa ga berguna, cuman jadi ibu rumah tangga biasa.

Setelah keluar kerja sering kesel saat ditanya “Terus kalo ga kerja ngapain aja di rumah? Kesibukannya apa?” Klo udah pertanyaan itu muncul rasanya males jawab dan kesel aja bawaannya. Biasa aja sebenernya pertanyaan itu, dasar emang sayanya yang ga santuy.

Sempat coba-coba ikut MLM ini itu, ikut seminar bisnis ini itu. Tapi setelah ikut kok biasa aja dan tetep bingung mau ngapain.

Sering baca-baca artikel tentang parenting, bagaimana mengurus anak dan keluarga. Sampai punya waktu untuk menyimak kajian-kajian para praktisi parenting. Salah satunya bu Septi dengan Ibu Profesionalnya. Menyimak ibu berasa adem karena punya masalah yang sama dengan kebanyakan ibu-ibu di dunia termasuk saya. Dan mantap bergabung dengan Ibu Profesional untuk menimba ilmu. 

Selain itu cari-cari artikel bagaimana menemukan passion yang bisa menghasilkan uang. Saat itu masih berpikir untuk bagaimana bisa menghasilkan uang walau sudah tidak bekerja lagi di kantor. Bukan kebetulan, ketemulah akun yang cablak, rupanya ngena banget di hati saya yang cablak cablak gini hahaha. Akun twitter Irma Rahayu, lama kepoin akun ini dan akhirnya ikutan kelas healing Irma Rahayu. Tahun 2015. Alhamdulillah berasa enteng ini dada yang sesek. Karena ngerasain manfaatnya, nekat ikutan program life coaching bareng Irma Rahayu yang galak ini. Panggilan spesialnya “Mamak”. Beliau berjasa di hidupku.

Dari sinilah dimulai menata hidup yang sebenernya.
Mulai dari lemari, rumah, bersih-bersih semua. Karena pengen all out aku langsung ikutan kelas konmari waktu itu, sekarang menjadi gemarrapi. 

Kemudian merasa kebutuhanku adalah bareng anak-anak dan mendampingi mereka, aku sampaikan kalau ingin Homeschooling(HS)-kan anak-anak, aku belajar banyak tentang HS dan merasa aku dan anak-anak membutuhkannya. Aku didukung dan tahun 2017 memulai HS untuk anak ketiga, kemudian disusul anak pertama dan kedua. Aku banyak belajar dan ikutan kelas Rumah Inspirasi dan mantap menjalaninya hingga sekarang.

Aku suka masak dan fotografi sebenernya, tapi entahlah belum ada yang dijalani dengan serius. Ikutan kelas juga untuk fotografinya. Masak juga begitu, senang masak dan senang koleksi resep juga hahaha. Saat pandemi begini jadi banyak kesempatan ikutan kursus online dan baking. Alhamdulillah nambah ilmu.


Suka koleksi buku juga, dan belum dibaca semuanya. Diminta bikin tulisan tentang HS, akhirnya nulis, merasa sedikit ilmu, ikutlah pelatihan menulis. Sampai punya buku antologi tapi ya gitu deh, ga terlalu bangga sama hasilnya. Hehe ntah apa yang aku cari. Sepertinya masih ada yang aku cari tapi belum ketemu.

Tentang homeschooling ini aku menjalaninya berbekal ilmu Fitrah Based Education, yang digaungkan oleh Ustadz Harry Santosa dan ilmu lainnya dari para praktisi Home Education termasuk bu Diena Syarifa dengan magang, project dan backpacker-annya.

Sampai suatu saat ikut kelas pola pertolongan Allah, untuk belajar manajemen emosi dan banyak hal lagi yang lainnya. Belajar ikhlas dan pasrah secara teori. Ikut banyak kelas seperti berusaha melengkapi sebuah puzzle dalam pengenalan diri. Banyak kemajuan juga bersama anak dan suami bersama-sama memperbaiki komunikasi.

Mengikuti kuliah di Institut juga termasuk sebuah ilmu yang aku penasaran dan jadi bekal mendidik anak. Jadi wajib banget aku ikutin walau sampe tertatih-tatih.

Karena sesuai kebutuhan, aku tertarik tentang makan sehat dan pola hidup sehat Eating Clean, ini pun aku ikuti kelasnya, bersama mbak Inge Tumiwa. Banyak sekali paradigma yang aku ubah setelah ikut kelas ini. Dan saat virtual conference kelas Bunda Produktif, aku mulai membawakan tema pola hidup Eating Clean ini. Menarik banget tapi merasa ilmu aku masih cetek banget dan prakteknya yang acakadut, aku masih menolak jika ada tawaran untuk mengisi sebuah forum. Selain itu ada juga kelas Mindful juga yang aku ikuti.

Terakhir kelas yang aku ikuti adalah Riyadhoh Ridho, riyadhoh kalo ga salah artinya bertirakat/berjuang. Di kelas ini sepertinya aku menemukan diriku, aku happy, aku ikhlas dengan semua yang ada pada diriku, aku ridho semua masa laluku, aku ridho semua yang menjadi kekuranganku. Aku tak lagi berat mikir ini itu. Ringan rasanya. Mampu melihat dengan hati yang tenang. Allah yang membimbing aku sampai pada titik ini, dan Allah meridhoi aku. Allah yang langsung membimbing. Sepertinya aku merasa telah menemukan last piece untuk puzzle aku. Makasih mbak Zahra sebagai fasilitatornya semoga barokah hidupnya.

Apa yang aku pelajari sangat banyak dan semua aku sukai. Gairah belajarnya dapet namun belum semua ilmu dipraktekkan dengan baik. Lebih banyak numpuk dan terbengkalai. Sepertinya harus lebih mindful lagi dan tidak tergesa-gesa menerapkan semua ilmu tersebut.

Dan aku harus memilih yang mana yang aku sukai untuk terlebih dahulu dijalani.

Begitulah sekelumit perjalananku dari tahun 2014 selepas keluar kerja sampai dengan sekarang.

Sengaja menuliskannya flashback perjalanannnya, agar tergambar apa sih sebenernya permasalahan yang dicari.

Resah, gelisah untuk menentukan problem statement, banyak masalah, bagaimana mengaitkan masalah pribadi dengan masalah sosial di masyarakat?
Masalah pribadi aja banyak bagaimana bisa menyentuh masalah sosial?
Apakah harus selesai dulu dengan masalah pribadi, untuk dapat merambah ke masalah sosial?
Bagaimana mungkin seseorang berkiprah di luar rumah berkelut dengan masalah sosial sementara dirinya sendiri masih bermasalah?
Apakah bisa diselesaikan bersama-sama?


Jika berangkat dari masalah diri sendiri terlebih dahulu


Bagaimana mendidik anak sesuai fitrah?
Bagaimana mengajak sinergi dengan pasangan untuk bersama mendidik anak?
Bagaimana membangun life style pola hidup sehat Eating Clean?
Bagaimana manajemen emosi yang baik?
Bagaimana membangun bisnis keluarga
Bagaimana mengajarkan kemandirian anak?
Bagaimana membangun kemandirian finansial bersama anak?
Bagaimana mempraktekkan ilmu yang telah dipelajari?
Bagaimana berbagi ilmu yang telah dipelajari?


Bismillah mulai merumuskan..

Problem statement

Apa saja masalah saya?

Semangat belajar tapi prakteknya kurang
Semangat mengumpulkan bahan tapi eksekusi masih kurang
Suka koleksi buku tapi belum habis dibaca
Suka koleksi ilmu tapi belum semua diamalkan dan dipraktekkan
Seringkali menolak jika diminta berbagi sesuatu, merasa masih belum cukup ilmu dan keterampilan komunikasi yang masih belum terlatih, seringkali kurang efektif baik kalimat ataupun waktu bicara yang diperlukan
Aku menyimpulkan bahwa aku harus berlatih tentang komunikasi efektif. Tentang apa? Tentang hal yang aku sukai, mungkin tentang Eating Clean, Parenting, Masak dan Baking. Dll
Bagaimana caranya?
Mulai membuat portofolio tentang masak sehat dan mudah, bisa dalam bentuk foto, video, posting di instagram, bisa juga tentang resep sehat.
Komunikasi Efektif bisa dilatih dalam bentuk tulisan, podcast, video atau lainnya.


Bagaimana aku tahu bahwa ini adalah masalahku?

Merasa happy jika belajar, namun merasa kurang bermanfaat dan merasa penuh sesak, banyak ilmu di kepala terbengkalai karena belum praktek. Semua kelas yang dipelajari memang ilmu yang dicari dan dibutuhkan.

Menghabiskan energi untuk memikirkannya.
Aku memikirkan bagaimana mempraktekkan ilmu ini semua dengan cara satu per satu, bagaimana cara berbagi dengan efektif.

Bagaimana aku tahu kapan telah memecahkan masalah ini?


Ketika aku bisa menjawab dengan mantap
Keahlianmu/keterampilanmu apa?
Jika mau berbagi, mau berbagi tentang apa?
Bersediakah berbagi dalam sebuah forum baik secara offline ataupun online?

Akun media sosial kembali aktif posting hal bermanfaat.
Happy dan nyaman dengan diri sendiri.


Indikator Sukses
Personal

Sepertinya akan sama dengan kapan telah memecahkan masalah


Ketika aku bisa menjawab dengan mantap
Keahlianmu/keterampilanmu apa?
Jika mau berbagi, mau berbagi tentang apa?
Bersediakah berbagi dalam sebuah forum baik secara offline ataupun online?
Akun media sosial kembali aktif posting hal bermanfaat.
Happy dan nyaman dengan diri sendiri.




Analisis Akar Masalah



Big problem
Apa yang terjadi seandainya semua perempuan di dunia ini enggan berbagi ilmu dengan berbagai alasan?
Apa yang terjadi seandainya semua perempuan di dunia ini hanya menyimpan ilmunya untuk dirinya sendiri?
Apa yang terjadi seandainya semua perempuan di dunia ini tidak memiliki keterampilan komunikasi?
Kalau semua perempuan di dunia ini tidak mengupgrade kemampuan dirinya bagaimana bisa mengikuti perkembangan zaman?
Kalau semua perempuan/istri/ibu di dunia ini merasa tidak bahagia dan tidak nyaman dengan dirinya seperti apakah keluarga yang akan terbentuk?

Visible Result

-Banyak orang menghindar untuk berbagi dengan alasan tidak percaya diri padahal dengan menyampaikan kita pun juga belajar banyak hal. Learning by sharing
-Merujuk pada Hadits “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” bisa menjadi dasar bahwa berbagi/menyampaikan kebenaran dan kebaikan itu penting dan ada tuntunannya.
-Dari artikel www.kompasiana.com Energi baik itu bernama “Berbagi Ilmu” Pepatah mengatakan “ Orang miskin adalah orang yang menghabiskan umurnya utuk mencari ilmu yang tidak ia amalkan sehingga ia kehilangan kelezatan dunia dan kebaikan akhirat” Imam Ibnul Jauzi.
Menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain dengan cara berbagi ilmu adalah salah satu bentuk energi baik yang dapat memberi pengaruh positif baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ketika berbagi ilmu, tanpa kita sadari telah melakukan begitu banyak kebaikan, mulai dari memberantas kebodohan, memperbaiki pandangan dan cara berpikir seseorang, menguatkan komunikasi dan hubungan baik dengan sesama, menjalin tali silaturahmi, menyenangkan orang lain sampai mengasah keterampilan seseorang.

Itulah sebabnya mengapa berbagi ilmu dengan orang lain dapat menciptakan suatu kebahagiaan yang hakiki pada setiap orang.

-Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalan kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, doa anak yang salih”(HR Muslim). Dari sini makin jelaslah bahwa ilmu yang dimanfaatkan dan diajarkan pada orang lain sebaik-baiknya merupakan amalan yang bermanfaat walaupun seseorang sudah berada di alam kubur.

-Banyak artikel tentang alasan mengapa perlu berbagi kepada orang lain. Sepuluh alasan mengapa perlu berbagi kepada orang lain adalah:
1. Membuat Bahagia
2. Meningkatkan hubungan sosial
3. Membuka Banyak Peluang
4. Membangkitkan Rasa Syukur
5. Menjaga ingatan dan pemahaman terhadap ilmu tersebut
6. Belajar juga dari orang lain sehingga ilmu akan terus berkembang
7. Memunculkan berbagai ide baru
8. Mengasah skill komunikasi
9. Dengan berbagi ke beberapa orang saja, bisa jadi ada banyak orang yang juga merasakan manfaatnya
10. Memotivasi untuk terus belajar


-Banyak orang yang merasakan bahagia bukan karena tidak punya masalah tapi mampu melihat permasalahan dengan lebih mindful.
-Tak jarang pula banyak orang yang hidup karena takut pandangan orang lain yang negatif akan dirinya, sehingga membuatnya tidak tenang dan penuh tekanan.


Root Cause 1

Setiap orang seharusnya memiliki kemampuan literasi yang baik sehingga pemahaman terhadap sebuah hal bisa didapatkan secara menyeluruh. Banyak orang hanya membaca sekilas dan cepat, membuat asumsi dan kesimpulan sendiri. Sangat mungkin terjadi kesalahpahaman dalam memaknai sesuatu.

Root Cause 2

Banyak orang yang ingin berhasil tanpa usaha, padahal tidak ada keberhasilan yang dapat diraih tanpa usaha. Setiap orang bisa berhasil dan sukses dalam keterampilan lisan dan tulisan/berkomunikasi efektif/public speaking. Keberhasilan bisa diraih dengan tindakan nyata, disiplin latihan dan terjun langsung ke lapangan. Resep kesuksesan lainnya adalah riset yang kuat, latihan penampilan dan rileks. 


Root Cause 3

Banyak orang jika bertemu masalah akan menghindari masalah sehingga masalah tidak selesai dan tetap menghantui.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog, dalam artikel di klikdokter.com dengan tidak menyelesaikan masalah sudah dapat dikatakan kabur dari masalah. Orang yang lari dari masalah punya kecemasan dan perasaan tidak mampu dalam menghadapi situasi yang ada. Cara yang paling mudah adalah menghindari sumber tekanan. Keadaan mental dan tubuh manusia memang secara alamiah bereaksi untuk menghindari masalah (run) namun ada juga yang menyelesaikan/menghadapinya dengan berani (fight). Avoidance/ menghindari masalah tidak baik jika dilakukan terus-menerus. Sumber masalah akan tetap ada. Orang tersebut biasanya akan terus mencari cara atau alasan supaya tetap menghindari tekanan. Avoidance dapat menambah tingkat stressnya sendiri dan efek yang mungkin timbul akibat masalah juga semakin besar.

Yang seharusnya dilakukan, boleh mundur sejenak untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dan mencari tahu hal yang mesti dilakuakn agar langkah yang diambil tepat. Tak masalah jika membutuhkan waktu untuk berpikir atau mencari solusi. Segera perbaiki diri agar masalah tidak makin menumpuk dan mengganggu ketenangan hidup.


Sebenarnya masalah sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, mengapa tidak menjadikan masalah sebagai sarana untuk benar-benar merasakan arti kehidupan?

#materi1
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional

#semestaberkaryauntukindonesia


Sunday, March 7, 2021

Zona N part 2

Sampai pada jurnal Zona N part 2 yaitu selebrasi cluster..

Untuk lebih mengefektifkan waktu, dan tercapai kata sepakat diskusi tentang Selebrasi Cluster diwakili oleh co house leader. 

Berikut hasil diskusi para Co House Leader




Dari 4 pilihan tersebut, mayoritas setuju dan bahagia dengan pilihan “Brush Challenge Memakai Alat Dapur” inilah hasil berdiskusi dalam cluster untuk membuat video di masing-masing co house dengan durasi pendek, ceritanya seperti yang tertulis berikut ini.

Setiap co house menentukan dulu akan membuat makanan apa, bisa berupa cake, puding, atau tumpeng. Masing-masing member menyerahkan bahan-bahannya untuk membuat makanan tersebut. Makanan tersebut ditandai dengan tulisan tertentu yang sudah dibagi masing-masing Co Housing. Nantinya akan membentuk tulisan

“Hexagon City, Kota Produktif, Warga Kreatif, Penuh Solusi”

Co House kami kebagian tulisan “WARGA” di atas brownies yang dibuat oleh salah satu member Co House.

Semua member kebagian peran yaitu membuat video dengan bahagia durasi sekitar 10 detik. Menyerahkan bahan untuk membuat browniesnya.

Awalnya merasa menjadi beban, gimana yaa bikin video, karena belum pernah secara khusus membuat. Dengan bantuan anak saya yang pertama, peran dia adalah “Director” waah kereen. Saya diatur-atur gayanya, posisi dan dibantu dalam edit videonya. Hasilnya kami bahagia bisa membuat video selama 7 detik dengan hasil lumayan. Hanya 7 detik perlu “take” berkali-kali.

Anak saya bertanya tentang konsepnya, kemudian saya ceritakan. Oke, dia pun mengarahkan sesuai konsep yang dikehendaki. Berbakat ini anak hehe..

Tanpa bantuan dia, kayanya belum selesai video saya.

Kemudian jadilah video yang telah digabungkan di CH kami menjadi seperti yang ada di link ini

https://drive.google.com/file/d/1zaiqnjqM_ssymzxkEnXZfSLzXwhiYhTH/view?usp=drivesdk

Nantinya akan ada gabungan cluster secara keseluruhan. Hasilnya seperti dilihat saat Celebrasi Cluster Ratu Dapoer 

Konsep selebrasi masih dibahas oleh para Co House Leader bersama Cluster Leader. Sambil persiapan menuju Selebrasi tanggal 9 Maret 2021 pukul 14.00-15.00 WIB

Kami para member sebisa mungkin selalu mendukung. Termasuk akan meramaikan komentar saat selebrasi berlangsung. Akan dibuat seheboh mungkin. Oiyaa.. katanya nanti ada doorprize.

Kita doakan semoga Acara Selebrasi Cluster Ratu Dapoer berjalan dengan lancar, semua bahagia dan senang.

Bilamana ada waktu senggang, boleh disimak selebrasi cluster kami di link ini yaaa

https://youtu.be/s4FSh9F64Yo 





#HexagonCity
#Hexagonia
#BundaProduktif1
#JurnalZona_N
#Newstime
#InstitutIbuProfesional


Monday, March 1, 2021

Zona N part 1

Zona N ini adalah zona terakhir dari kata Hexagon

Isinya adalah saatnya refleksi diri sendiri dari awal sampai akhir perjalanan di bunda produktif. Mulai dipertemukan dengan teman satu passion, kemudian hidup bertetangga dan membuat project bersama, berproses menuntaskan project tersebut dan akhirnya launching berupa buku resep sajian sehat. Dari Co Housing Bunga Lawang yang bersepuluh ini sangat bangga dan mengapresiasi hasil kerjasama kami. Ini adalah titik awal, diharapkan setelah karya ini akan lahir karya berikutnya. Tidak akan pernah berhenti untuk berkarya.

Dalam refleksi diri ini masing-masing mengidentifikasi apa saja hal-hal yang harus di STOP, hal apa saja yang harus di START, hal apa saja yang harus tetap CONTINUE. Berawal dari refleksi diri, kemudian didiskusikan di kelompok dan kami sepakat untuk melaksanakannya agar terus berusaha menjadi lebih baik kedepannya.

Berikut refleksi diri saya yang berada dalam Co Housing Bunga Lawang

Stop

Menunda
Mengerjakan PP tidak sepenuh hati

Continue

-Kerjakan apa yang bisa dikerjakan tidak menunggu sempurna
-Ikatan silaturahim diantara semua member
-Aktif di jam online masing-masing, namun tetap hadir dalam grup

Start
-Mengumpulkan ide untuk membuat sesuatu/karya sebagai kelanjutan Project passion bisa sendiri atau berkelompok
-Sharing hal baik dan berdiskusi di CH, sebulan sekali
-Menghasilkan karya secara terus menerus

Selanjutnya kami sepakat untuk merefleksikannya secara bersama-sama. Apa yang saya alami ternyata dirasakan pula oleh beberapa teman. Semoga dengan melakukan STOP, START, dan CONTINUE bisa menjaga kami agar tetap dalam kebaikan.



FALSE CELEBRATION

Bukan untuk melegitimasi kesalahan tapi untuk mengambil hikmah dari setiap kesalahan.

Apa “false celebration” mu?

Apa kesalahan saya selama di HC?

Awal bergabung di CH ini masih kurang tune in, jadi banyak ketinggalan info dan mengejar ketertinggalan yang menyebabkan kelelahan.

Belajar apa dari Kesalahan saya?

Setiap pilihan mengandung konsekuensi, pilih dengan sadar, jalani dengan tanggungjawab.

Apa yang harus dilakukan agar tidak melakukan kesalahan yang sama?


Lakukan apa yang sudah menjadi pilihan dengan sepenuh hati. Hadirkan hati dan diri apa yang sudah menjadi pilihan. Jika tidak sanggup menjalani maka tinggalkan sesaat untuk kemudian lanjutkan lagi jika keadaan sudah memungkinkan. One step at a time, dan bertanggungjawab terhadap pilihan hidup.




#Hexagonia
#HexagonCity
#JurnalZonaN
#BundaProduktif1
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesionalForIndonesia


Monday, February 22, 2021

Zona Open Space tahap ketiga

Bismilah

Ini adalah jurnal double extra mile, saya hanya mengalirkan rasa selama berada di virtual conference

Sejak minggu kedua Virtual Conference sampai dengan berakhirnya saya sedang perjalanan luar kota, koneksi internet sangat terbatas walau sudah menambah kuota internet, sangat perlu wifi di fasilitas publik. Seandainya berada di rumah dengan full wifi mungkin bisa menyimak dengan tenang. Kelas-kelas yang ingin saya ikuti harus berhenti di tengah jalan karena koneksi yang kurang bagus, atau kehabisan kuota. Solusinya saya berupaya untuk mengikuti kelas dengan platform Whatsapp walau saya ikuti setelah kelas berakhir.


Menjalani peran sebagai speaker di virtual conference merupakan sebuah hal baru buat saya. Karenanya saya memilih sebagai speaker di platform Whatsapp group. Ini pun juga masih maju mundur, ikut ga ya ikut ga ya? Setelah berdiskusi dengan suami, memantapkan diri untuk ikut via WAG dulu agar secara bertahap nantinya bisa ke platform yang lebih menantang diri. Alhamdulillah suami mendukung.


Saat saya ceritakan tentang Hexagon City dan Virtual Conference, dia pun mengapresiasinya dan merasa beruntung saya sebagai istrinya turut andil dalam mengambil peran sebagai Speaker. Juga bisa menimba ilmu di Hexagon City maupun di Institut Ibu Profesional.


Before After
Dalam belajar hal yang paling dinantikan adalah perubahan. Perubahan apa yang terasa sebelum dan sesudah di penghujung kelas Bunda Produktif ini?

Yang saya rasakan adalah 

Perubahan mindset, perubahan mindset ditempuh dengan banyak belajar, unlearn, learn and relearn. Meninggalkan mindset yang lama, belajar hal baru dan menjalani mindset baru dengan keyakinan. Misalnya: berbagi sebuah hal tidak harus menunggu sempurna, cukup dimulai dengan pengalaman apa yang sudah kita kerjakan dan hal tersebut bisa mengubah kita secara perlahan. Sharing adalah sebuah hal yang membuat kita bahagia, bukan untuk menyenangkan orang lain, tapi bagaimana kita jalani dengan bahagia saat proses persiapan sampai dengan selesai.


Perubahan tingkah laku. Misalnya lebih menghargai kemampuan diri sendiri yang sebelumnya merasa tidak bisa apa-apa, bukan siapa-siapa.


Perubahan pandangan. Orang yang mau sharing, bukanlah orang yang sempurna menguasai materi tetapi orang yang terbuka dengan diskusi, terbuka dengan masukan dan saling bertukar pengalaman. Dulu saya berpandangan bahwa pembicara adalah orang yang hebat dan menguasai segalanya. Dia guru dan pendengarnya adalah murid.


Dulunya sering complain, sekarang lebih menghargai pembicara lain atas materi yang dibuat dan disampaikan dengan cara apa. Berusaha meresponnya jika dibuka forum diskusi atau pertanyaan. Setiap materi dalam bentuk apapun, slide misalnya. Pastilah dibuat dengan effort yang besar, harus menghargainya dengan tidak sembarang menyebarkan, bagus kalau mau dibaca apalagi dipraktekkan.

Semoga perubahan-perubahan kecil ini pun membuat saya selalu berbahagia menerima tantangan-tantangan selanjutnya. Tetap bisa menjaga semangat dan tetap tidak membandingkan diri dengan orang lain. Ini godaan terbesar yang membuat kita tak melakukan apapun karena minder duluan.


#jurnalzonaO
#pekanke-3
#HexagonCity
#BundaProduktif1
#IbuProfesional
#IbuProfesionalForIndonesia
#SemestaKaryaUntukIndonesia

Monday, February 15, 2021

Zona Open Space tahap kedua






Bismilah

Pekan kedua ini saya memberanikan diri untuk mendaftar menjadi speaker namun masih terbatas menggunakan platform Whatsapp  group. Alhamdulillah masih disediakan platform untuk yang beginner seperti saya. InsyaAllah semoga kedepannya bisa live seperti teman-teman yang lain. Masih harus memperbanyak pengalaman berbagi.

Di awal minggu pertama saya ikut menjadi partisipan, ikut menyimak Youtube livenya Ricca Nourma tentang serba serbi Live Streaming. Dan beberapa kali ikut kelas Whatsapp Group. Selain butuh ilmunya, juga sekalian mendukung teman-teman yang tampil. Semua keren-keren. Tema yang tak biasa bisa juga menjadi tema seru. 

Saya sendiri mulai dari awal konferensi sebenernya berada dalam kondisi yang kurang kondusif. Kami sekeluarga sedang keluar kota dan tidak berada dalam jaringan yang memadai. Biasanya di rumah selalu full wifi asal tidak sedang mati lampu. Jadi sangat terbatas untuk menyimak siaran live. Bahkan saat teman se Co Housing tampil kami juga sedang perjalanan luar kota sehingga tak bisa menikmati “hidangan” dengan nikmat. Juga belum bisa menyimak secara full tentang walikota menyapa, apalah daya sudah nambah kuota juga masih tetap kurang.

Persiapan

Untuk membuat event berbagi seperti ini kami diharuskan untuk melakukannya sendiri mulai dari mendaftar melalui link yang dibagikan oleh Tim Formula, membuat twibbon, e flyer, promosi, materi sampai dengan selesai event. Pengalaman saat mendaftar cukup deg-degan, saat memilih jam yang diinginkan termyata tidak tersedia. Waah bener-bener rebutan jadwal. Harus gercep alias gerak cepat. Setelah beberapa kali akhirnya saya dapet jadwal hari Senin 15 Februari 2021 pukul 09.00-10.00 WIB. Alhamdulillah. Mulai menghubungi PIC platform WAG mbak Prita. Kemudian melakukan langkah berikutnya yaitu

1. membuat twibbon, mengupload ke gdrive, share link twibbon,

2. membuat e flyer, jika twibbon sudah di-acc oleh PIC,

3. membuat link dan menyetorkannya ke PIC,

Jika sudah oke saya kemudian melakukan promosi tentang event saya, duuh bener-bener kemringet. Dimulai di grup co housing tim bunga lawang. Alhamdulillah mereka support banget. Kemudian saya melakukan promosi ke tim Ratu Dapoer, dengan mbak prima dan akan di share H-1

kegiatan. Saatnya untuk promosi di media sosial FB, IG pribadi, story WA, IG ataupun FB.

Bismilah tgl 15 Februari pukul 09.00-10.00 saatnya tampil. Semoga lancar, sukses dan bermanfaat.

Sampailah hari yang dinantikan. Selain promosi di media sosial pribadi, tim promosi Ratu Dapoer juga turut andil dalam menjaring peserta, sebanyak 41 participants dalam grup WA membuat saya jadi tambah deg degan.

Alhamdulillah kulwap berjalan dengan lancar, interaksi di WA grup cukup aktif hingga saatnya sudah berakhir masih ada pertanyaan yang belum dijawab. Nambah 5 menit dan kulwap saya akhiri pukul 10.05 WIB.

Untuk memberikan waktu tambahan bagi para peserta yang ingin memberikan tanggapan. Grup saya tutup pukul 10.30 WIB seluruh peserta di remove untuk menghindari penyalahgunaan grup.

Diantara peserta ada yang berlanjut japri karena belum puas untuk berdiskusi. Alhamdulillah untuk pertama kalinya sharing. Ada yang merasa kurang dan ingin ada sesi berikutnya dengan tema menu sehat sehari-hari ala Eating Clean.

InsyaAllah akan terus mengupgrade ilmu. Belajar untuk pemahaman, sharing untuk menambah wawasan.

Kemudian akan melanjutkan lagi dengan peran sebagai butterfly, bumblebee, dan sebagai participant

Seru banget zona ini, banyak deg-degannyaa.
Salut juga teman-teman yang sudah fluent dalam menjadi speaker dengan platform Hexamedia (IG Live, FB Live, Youtube Live). Sukses menginspirasi, sukses menyiapkan dari awal sampai akhir secara mandiri.

Terimakasih juga buat support teman se CH 5 Bunga Lawang, Tim Promosi Ratu Dapoer, Tim Hexamedia, seluruh participants. Terasa sekali kerjasamanya disini.

Semoga bisa terus menaklukkan tantangan-tantangan berikutnya dengan sepenuh hati.
Bismilah

#Hexagonia
#HexagonCity
#BundaProduktif1
#JurnalZonaO
#InstitutIbuProfesional



Monday, February 8, 2021

Zona Open Space

Alhamdulilaah, sudah sampai Zona Open Space
Untuk lebih menebar manfaat lagi dengan lebih luas.
Lagi-lagi saya terkagum kagum dengan imajinasi bu Septi tentang pengembangan kota ini, sesuai dengan jargonnya Hexagon City, “Kota Produktif, Warga Kreatif, Penuh Solusi”. Aah.. para bunda ini difasilitasi oleh bu Septi tentang bagaimana caranya agar menjadi warga yang kreatif, selalu penuh dengan karya, semangat berbagi dan melayani, termotivasi untuk mencoba hal baru, menajamkan sebuah passion satu demi satu, dengan komitmen dan konsisten.

Bunda-bunda yang secara fitrah telah memiliki potensi emas dalam diri yang belum keluar atau menampakkan perwujudannya, bersama ibu Septi di kuliah Bunda Produktif ini diklik redbutton-nya, diaktivasi programnya, dipantik semangatnya. Bagi bunda yang memang memiliki niat yang lurus untuk belajar, berniat sedikit-sedikit mengubah diri menjadi lebih baik, tetap semangat belajar, di Ibu Profesional tempat yang tepat untuk para perempuan Indonesia. InsyaAllah bukan hanya diri sendiri yang merasakan dampaknya. Orang-orang tercinta disekitar kita, pasangan, anak-anak, orang tua, tetangga, teman sekomunitas dan circle yang lebih luas lagi. Semua kebaikan dan perubahan akan beresonansi ke area sekitarnya, bahkan kebaikan akan berlipat lipat secara exponensial atau tak terbatas.


Terharu…

Bu Septi dan keluarga, semoga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah. Diberi keberkahan yang tiada habisnya, kelak menjadi amal jariyah yang tiada putusnya. Saya mendoakan bu Septi selalu, InsyaAllah doa ini sampai dan diijabah Allah. Sering saya diam-diam mendoakan para guru saya, insight-insight yang dibagikan adalah memang sebuah petunjuk Allah yang diberikan lewat guru-guru hebat dalam kehidupan saya. Saya sangat berterimakasih dan bersyukur. Allah SWT selalu membimbing saya melalui mereka dan salah satunya Bu Septi. Barakallah

Kesyukuran itupun harus dibuktikan dalam action.
Tanpa action ilmu hanya sekedar buku pedoman yang teronggok berdebu tak banyak gunanya, hanya sebagai koleksi dan akan tertumpuk dengan koleksi ilmu lainnya yang baru. Ilmu haruslah disertai dengan action dan perubahan lebih baik menuju cahaya Allah.

Rasa di dalam hati ini masih banyak yang belum terungkap, betapa orang yang telah diberikan Allah kebaikan yang sangat banyak adalah orang yang mempunyai kapasitas yang juga sangat besar. Bu Septi, begitu besarnya kapasitas yang dipunyai sehingga mampu menampung dan mengalirkannya kepada kami para Bunda yang ingin hidup bermanfaat.

Terimakasih bu Septi
Terimakasih Ya Allah

Duuh aliran rasa ini mengaduk aduk banget. Disetiap detilnya ada keajaiban.

Nah sekarang kita lihat di zona O ini
Setiap hexagonia di minta untuk sharing tentang sesuatu, bebas apapun, dari Hexagon City bisa dengan Fanpage Facebook, Instagram Live, Youtube Live, adalah platform di Hexamedia. Bagi yang lebih nyaman berbagi secara privat juga dipersilakan yaitu melalui Whatsapp Group, Telegram maupun Zoom yang merupakan non Hexamedia.

Ini bukan sekedar tugas, ini adalah cara untuk press the redbutton. Ngerjain tantangan ini mesti semangat, jangan kasih kendor, pake mantra mantra yang positif. Jauh-jauh deh dari kata negatif, jauh-jauh dari kata yang bikin racun. Dengarkan kata hati. Iyaa aku mau membuat perubahan berikutnya mulai dari hal “kecil” ini.

Latihan action, selama ini banyak menyimpan “ilmu” untuk diri sendiri dengan dalih, ah belum cukup untuk sharing, aah belum pantas untuk berbagi, ah ilmunya masih cetek, enggak, bahkan kita diajarin untuk menyampaikan walau satu ayat yang kita tahu. Tidak harus satu kitab kita kuasai baru deh disampaikan. Enggak. Dengan menyampaikan kita belajar, dengan menyampaikankita juga mendapat insight baru, begitu seterusnya. Sharing for learning, sharing for action.
Bismillah…

Virtual Conference di Hexagon City mulai digelar tanggal 8-22 Februari 2021. Diikuti 800-an hexagonia dengan berbagai passion akan berbagi dan menebar manfaat. Siapa saja boleh bergabung. Inilah kontribusi nyata untuk Hexagon City, doakan kami dapat berkontribusi untuk Indonesia tercinta. 

Pekan ini saya masih di luar kota dan belum memungkinkan untuk mendaftar menjadi Speaker. Insya Allah di pekan kedua saya akan daftar, semoga mendapat jadwalnya, mengingat slot menjadi speaker terbatas, siapa cepat, dia dapat.

Nantikan lagi cerita serunya yaa..

#Hexagonia
#HexagonCity
#BundaProduktif1
#InstitutIbuProfesional
#JurnalZonaOpenspace

Monday, February 1, 2021

Zona Growth part 3


Kali ini mempraktekkan six thinking hat

Apa itu?

Six Thinking Hat adalah sebuah metode yang terstruktur dalam mengidentifikasi sebuah tantangan untuk menentukan solusi dan keputusan yang tepat. Ini menurut pemahaman saya, kalau mau lebih dalam bisa membaca buku Six Thinking Hat milik Edward de Bono

Di kelas bunda produktif ini dapat diaplikasikan metode six thinking hat untuk memecahkan permasalahan ataupun mengambil keputusan. Tak hanya di kelas bunda produktif, metode ini bisa selalu dipakai saat kita mengalami berbagai tantangan dan harus mengambil satu keputusan terbaik.


Aliran rasa...

Hmmm.. sampai di titik ini saya merasa belum maksimal melakukan hal yang ingin saya lakukan di zona growth pekan kedua. Yaitu copywriting untuk project passion, menjadi ambassador hexagon city dan juga menjadi reseller produk dari tetangga di hexagon city. Saatnya menata kembali dan menyediakan waktu untuk praktek. Kendala yang sering dialami seringnya menunda dan akhirnya “lupa” tertutup hal lain yang belum tentu masuk dalam rencana. Bismilah mulai lagi.


Di zona growth pekan ketiga ini, -yang tadinya saya pikir sudah masuk ke zona O- sejenak mengidentifikasi apa yang menjadi tantangan dan goal secara personal yang berhubungan dengan peran yang diambil. Kalau saya “hanya” di co housing.

Tahapannya:

Topi biru: mengidentifikasi tantangan dan goal yang ingin dicapai

Topi putih: mengidentifikasi data dan fakta

Topi hijau: brain-storming solusi apa saja yang terpikir untuk dilakukan (bebas dan tidak dibatasi)

Topi kuning: mulai mengidentifikasi apa manfaat/value/kelebihan solusi yang telah dituliskan.

Topi hitam: mengidentifikasi kekurangan ide yang ditawarkan sekaligus cara untuk menanggulanginya

Topi merah: setelah selesai mengidentifikasi saatnya menggunakan feeling terhadap ide, apakah yang “sreg” dan mengena di hati. Kemudian tuliskan.

Terakhir pakai kembali topi biru, pilih solusi 3 pilihan untuk kemudian pilih keputusan satu yang terbaik yang dapat dilakukan dan dapat dijadikan action item.

Dan hasilnya seperti ini:



Kemudian hasil tersebut didiskusikan dengan tim Co Housing. Didapatlah beberapa action item dibawah ini:


Dengan menggunakan metode six thinking hat

Kami memutuskan beberapa action item yang akan dilakukan yaitu:
1. Strategi promosi di media sosial pribadi.

Dengan cara:

-posting dengan narasi yang dibuat secara pribadi dilakukan di facebook dan atau instagram dengan men-tag seluruh member.
-Bergantian sesuai jadwal selama 10 hari berturut-turut.
-mengusahakan untuk posting di jam yang ramai
- Berikut jadwal yang disepakati
Selasa: Aditya
Rabu: Dien
Kamis: Ratna
Jumat: Nelli
Sabtu: Sunayah
Minggu: Netty
Senin: Iis
Selasa: Ratih
Rabu: Rifa
Kamis: Nur

2. Mendukung project passion dengan like dan comment semua postingan tentang Project Passion

Sebagai bentuk dukungan suksesnya promosi project passion, diharapkan dapat memberikan like dan comment positif.

3. Recook masakan dari resep

4. Kolaborasi dengan CH Bisnis dan CH Kepenulisan terkait strategi pemasaran

Bismilah semoga action item bisa dilakukan sebaik-baiknya dengan sepenuh hati. Tetap semangat dan optimis.

#JurnalZonaGrowth
#PekanKetiga
#Hexagonia
#HexagonCity
#BundaProduktifBatch1
#InstitutIbuProfesional


Monday, January 25, 2021

Zona Growth part 2



Menengok kembali template pribadi yang dilatih selama 2 pekan. Yang sudah dilakukan antara lain berlatih menulis copywriting di media sosial pribadi, untuk memasarkan project passion milik co house. Saya juga berhasil mengalahkan diri sendiri untuk menunda menjadi reseller. Maju mundur jadi ga yaa? mau jadi reseller atau enggak yaa?. Padahal sudah di tulis di Personal Zona Growth Action. Akhirnya memberanikan diri untuk menjadi reseller sebuah produk dari CH 4 Ratu Dapoer. Feeling saya produknya oke nih, bisa menjadi solusi untuk aktivitas ibu-ibu di dapur yang seringkali menguras banyak waktu dan tenaga.

Bismilah learning by doing. Praktek praktek praktek.



Selain menjadi reseller produk se-cluster, mestinya saya juga berlatih untuk menjadi reseller produk diluar cluster. Saya penasaran sih dengan hexakidsculum. Ini produk apa yaah.. coba nanti saya kepoin. Produk ini menjadi best seller mungkin karena dibutuhkan banyak orang dan menjadi solusi dari segala permasalahan yang dialami.

Membeli produk yang ditawarkan di Hexamarket. Saya tertarik untuk membeli buku “Berbenah Bahagia” dan “Happy Writing Book” yang saat ini masih dalam masa pre order. Ga sabar nunggu ready. 

Untuk produk jasa, saya ikut kelas pelatihan “Membuat daster tanpa obras dan retsleting” dan banyak lagi kelas-kelas sebelumnya yang saya ikuti.

Peran di Hexagon City juga sebagai ambassador Hexagon City, saya memperkenalkan project passion melalui media sosial dengan menautkan link ke fanpage Hexagon City dan link hexaweb.


Pekan kedua

Untuk pekan kedua ini fokus kepada kerja tim.
Apa saja yang dilakukan oleh Tim untuk mendorong pertumbuhan di Hexagon City.



Tulis di kolom To Do, In Progress, Done, Approved 

Jika sudah dilakukan, aktivitas yang dilakukan bisa digeser ke kolom berikutnya.

1. Check in via WA di Warga Ratu Dapoer, Tim Sukses Growth Cluster Leader, Co House Ratu Dapoer, Tim Sukses Design
2. Membantu berjalannya proses promosi Project Passion semua co house melalui media sosial pribadi sesuai COC.
3. Mendata Project Passion yang belum dipromosikan di Hexamedia.
4. Update perkembangan pembuatan katalog Project Passion Cluster Ratu Dapoer
5. Membantu menganalisis strategi Digital Marketing untuk project passion Cluster Ratu Dapoer.
6. Mengupdate info Hexalink dan Hexamarker dari cluster
7. Membantu mempromosikan produk katalog dan memahami Product Knowledge dari produk katalog.
8. Memberikan dukungan positif saat project passion dipromosikan di media sosial.
9. Berperan aktif di cluster dengan memberikan semangat dan motivasi sampai tujuan project passion co housing tercapai.
10. Membantu memahami Product Knowledge Project Passion, sehingga lebih mudah dalam memasarkan.

Sangat berterimakasih sekali pada teman-teman di cluster yang sudah mendiskusikan template tim, CH kami diwakili oleh mbak Sunayah, yang membawa hasil diskusi co house ke diskusi cluster. Tim design sudah meramu hasil diskusi menjadi template yang keren. Selain designnya yang keren, action yang akan dilakukan bersama tim pun juga keren tentunya. Apalagi jika bersama-sama action se-cluster, bakalan terlihat pertumbuhan di Hexagon City.


Beginilah hasilnya









Dan di co house kami juga melakukan peran-peran yang akan mempengaruhi pesatnya pertumbuhan Hexagon City. Agar Hexagon City semakin dikenal oleh warga di luar hexagonia, agar manfaat dari produktifitas, kreativitas, karya, dapat dirasakan oleh dunia. Inilah yang tim kami lakukan. Semoga bisa tetap komitmen dan konsisten. 




Kami pun sudah memiliki katalog cluster, agar dengan mudah bisa dilihat secara keseluruhan apa saja karya yang dihasilkan dari cluster Ratu Dapoer, dan sekilas info mengenai karya yang ditawarkan. Begini katalog dari Co Housing kami


Sedangkan katalog lainnya ada di link sebagai berikut 


Demikian jurnal zona growth kami, semoga dilancarkan, dimudahkan, menjadi jalan kebaikan buat semua baik bagi yang menghasilkan karya ataupun yang menikmati karyanya, juga buat bu Septi sebagai founding mother kesayangan, dan seluruh tim yang berlelah-lelah.

Barakallah 

#Hexagonia
#JurnalZonaGrowth
#HexagonCity
#BundaProduktifBatch1
#InstitutIbuProfesional




Sunday, January 17, 2021

Zona G adalah Zona Growth

Rasanya tidak mungkin kalo kita tak bisa berkontribusi walau keciil. Manusia memiliki pilihan mau terus bertumbuh atau mati. Jangan mengukur kemampuan diri kita di kemampuan orang lain.

Dalam filosofi rumah lebah, lebah pekerja berperan sebagai lebah pekerja bukan menjadi ratu yang bertugas untuk bertelur.

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, masing-masing mengembangkan kelebihannya dan mensiasati kekurangannya bukan melakukan pembenaran untuk tak melakukan sesuatu.

Zona Growth kali ini bagaimana terus mengembangkan pikiran yang terus bertumbuh dengan growth mindset, jika belum bertumbuh, bagaimana mengubah fixed mindset agar tidak stay nyaman di situ dan segera berpindah ke growth mindset.

Dengan growth mindset:

-Bisa sukses dengan latihan dan kerja keras
-Mendorong diri untuk berani mencoba hal baru
-Selalu memberikan usaha pada setiap hal yang dilakukannya
-Fokus pada proses dan usaha
-Berani mengambil risiko
-Keluar dari zona nyaman
-Tidak takut gagal
-Saat gagal tahu cara bangkit

Sedangkan Fixed mindset :
-Selalu puas dengan kondisi/bakat yang dimiliki sekarang, kurang tertarik belajar hal baru.
-Bangga dengan bakat alami saja. Tidak mau berusaha dan bekerja keras.
-Takut mengambil risiko, tak mau keluar dari zona nyaman, takut gagal dan memilih diam.

Duuh mak jleb ini..

Berusaha untuk terus belajar, belajar untuk terus berusaha.

Oke.. sekarang pilihan saya ingin menjadi orang dengan growth mindset. Bismilah mari kita tuliskan.



Demikian personal growth saya pribadi. Kalau mengambil kesimpulan dari apa yang dituliskan di atas, saya perlu mengembangkan diri di area design, publikasi, narasi soft selling, dan posting di media sosial pribadi. Bismilah semoga selalu semangat dan pantang menyerah. Semua bidang itu baru buat saya dan penting untuk dipelajari. Kalau posting di media sosial lumayan jarang juga saya lakukan. Harus lebih aktif lagi.

Pada zona growth ini apa yang sudah menjadi komitmen yang tertulis dalam template personal, harus dilatih selama 2 minggu sampai tanggal 26 Januari, namun kenyataannya growth mindset ini harus dilatih sepanjang hidup.


Di zona ini pula kita bergerak bersama satu cluster ratu dapoer. Kami mengirimkan katalog project passion kami dalam sebuah template. Berikut template katalog project passion kami. Nantinya data dari masing-masing co house akan dikompilasi menjadi katalog project passion se-cluster. Diharapkan nantinya dapat menjadi solusi berbagai macam permasalahan dapur yang dialami para hexagonia dan ibu rumah tangga pada umumnya.








#jurnal_zona_G
#HexagonCity
#BundaProduktifBatch1
#InstitutIbuProfesional
#Hexagonia




Friday, January 8, 2021

Zona Agility



Bismilah

Ya Allah terasa menjadi bertambah berat kelas ini, rasanya sudah ingin cepat selesai, tergoda pengen mengerjakan hal lain. Tergoda untuk berpaling dari kelas ini.

Tapii…

Terlalu banyak ilmu yang sangat bermanfaat untuk ditinggalkan

Terlalu rugi jika meninggalkannya

Terlalu membuang-buang waktu dan kesempatan jika tak diselesaikan

Dengan ilmu yang tidak mudah ini, menjadi bekal dalam mendampingi anak

Dengan effort ini sebagai ikhtiar untuk memantaskan diri sebagai ibu, sebagai istri dan sebagai perempuan.

Meskipun ga mudah, mengalahkan diri sendiri dari rasa malas, menunda, distraksi dan stay di zona rebahan hahahaha..

Tetap mencari titik bahagia saat menjalani proses ini baik di kelas ini maupun di kehidupan nyata. Sejatinya kelas ini menuntun untuk bagaimana seharusnya proses hidup itu dijalankan. Hingga akhirnya tercapailah alasan kita hidup di dunia ini.


Sampai di zona Agility, menyimak materi ibu Septi Founding Mother kesayangan, beliau menyatakan:

Agility adalah kemampuan atau kapabilitas dalam mengambil keputusan bergerak dan mengeksekusi tindakan dengan cepat. Disini akan dilihat seberapa tangkas Anda merespon sebuah perubahan.

_"Pola pikir agile adalah hormat kepada semua orang tanpa membedakannya, dapat memberikan penilaian tinggi kepada customer, melakukan kolaborasi dengan yang lain, dan menjadikan setiap momen adalah tempat untuk belajar."_ - Septi Peni


Personal Agility to Leadership Agility

Kita akan bergerak dalam satu cluster, maka kapal yang sudah dicanangkan akan berjalan bersama-sama dengan cluster. Kita akan berubah untuk _double impact,_ memastikan goal kita akan lebih cepat tercapai. Kesuksesan adalah kesuksesan cluster. Cluster akan mulai aktif membawa cohousing-cohousingnya.

Kalau sebelumnya bergerak dan mengerjakan Project Passion di Co Housing, maka di zona ini diperluas lagi ke Cluster. Co House 5 Bunga Lawang masuk ke dalam Cluster Ratu Dapoer bersama 10 Co Housing lainnya.

Tantangan zona ini
- Membuat personal Agility
- Mendiskusikan dengan Co Housing
- Dengan perwakilan Leader Co Housing, mendiskusikannya bersama di Cluster.
- Mendapatkan kesepakatan apa yang harus dilakukan secara bersama-sama kedepannya agar dapat bersemangat mencapai tujuan.


Saat membuat Personal Agility, menuliskan kembali apa yang telah dilakukan di project passion, aktifitas apa yang merupakan 4E (Enjoy, Easy, Excellent, Earn). Dan peran apa yang akan diajukan ke Cluster.

Semua saya tuliskan di template ini. Senang sekali saat mengulik canva, yang awalnya buta sama sekali sekarang sedikit-sedikit sudah mengenalnya dan saat ini saya happy jika mengerjakannya, kendala saya yang pemula ini harus banyak mencari referensi dan harus banyak latihan agar design keren dan tidak monoton.



Saat brainstorming dengan teman di co housing pada awal pekan, diperoleh kesimpulan seperti yang dituliskan di template ini




Personal agility to Leadership Agility
Meningkat ke diskusi yang lebih luas lagi yaitu di Cluster. Diperoleh hasil bahwa diperlukan beberapa kategori Tim Sukses diantaranya

Tim Sukses Customer Service dan Public Speaking

Tim Sukses Promosi dan Marketing

Tim Sukses Design Grafis dan Video Editing

Tim Bunga Lawang ada di Tim Sukses Customer Sevice diwakili oleh mbak Iis dan mbak Aditya. Selamat bekerja dan berkarya, kami mendukung selalu.

Berikut template hasil diskusi yang sudah terisi lengkap



Cluster Analysis

Dapat dijelaskan pada template ini, setelah ditentukan kriteria suksesnya, CH 5 termasuk sukses dalam kriteria A Maupun kriteria B, barakallah.



Semoga penjualan meningkat dan dapat memberikan banyak impact buat para pengguna buku resep dan kami sebagai penyusunnya.

Inspirasi di zona agility
Sebagai seorang pribadi, memiliki potensi keahlian tertentu. Potensi harus diolah menjadi sebuah karya, karya apapun. Dengan karya tersebut mampu menjawab problem di lingkungan yang lebih luas. Selain karya, diperlukan semangat untuk berkontribusi, walau belum sempurna tapi ada semangat untuk learning by doing. Saling berkolaborasi untuk menjadi sebuah tim yang lengkap. Seperti sebuah puzzle yang akan saling melengkapi sehingga dapat sempurna.

#Zona_Agility
#HexagonCity
#BundaProduktif1
#InstitutIbuProfesional
#Hexagonia

Sunday, December 13, 2020

X-tra Miles



Jurnal kali ini adalah tentang zona x-tra Miles

Jika ingin mendapatkan hasil luar biasa maka harus melakukan action yang lebih dari biasanya.


Setelah melewati zona H, E dalam Hexagonia, lanjut zona X yang lumayan menguras energi dalam menyusunnya. Banyak melakukan identifikasi terhadap aktifitas yang kita lakukan pada project passion yang masih dalam proses.

Berdasarkan matriks Effort/Impact
Apakah aktifitas kita itu high effort-low impact?
Apakah aktifitas kita itu low effort-low impact?
Apakah aktifitas kita itu low effort-high impact?
Apakah aktifitas kita itu high effort-high impact?


high effort-low impact yang masuk dalam kuadran thankless task
low effort-low impact yang masuk dalam kuadran Fill Ins
low effort-high impact yang masuk dalam kuadran Quick Wins
high effort-high impact yang masuk dalam kuadran Major Project

Setelah mengidentifikasi aktifitas di Hexagon City ini, beginilah hasilnya. Alhamdulilah tidak ada aktivitas yang masuk dalam kuadran Thankless Task

Berikut hasilnya:



Dan lembar ini dibawa saat diskusi co housing
Mendapatkan x-tra miles yang harus dilakukan oleh setiap member dan hasil diskusi kami sebagai berikut:

Project Listnya :
1.Menshare resep di group, merevisi, menerima masukan dari ahli gizi dan teman lainnya
Masuk kuadran Quick Wins
- Hanya mempraktekkan resep masing-masing
Akan dinaikkan ke Kuadran Major Project
X-tra miles:
- mencoba 1 paket resep milik teman lainnya agar bisa memberikan masukan.
(Semua member)

2. Narasi setiap resep (bisa berupa tips, cerita dibalik masakan ini, dll)
Masuk kuadran Quick Wins
- Belum dilengkapi narasi setiap resep berupa tips atau pengalaman tertentu
Akan dinaikkan ke Kuadran Major Project
Xtra miles:
- Menuliskan sedikit tips anti gagal, atau pengalaman agar hasil masakan memuaskan
(Semua member)

3. Mencari referensi, menyetorkan tulisan dan foto tentang tips dapur sehat dan zerowaste
Masuk kuadran Quick Wins
- Sudah dilakukan pendataan tips yang akan ditulis.
Akan dinaikkan ke Kuadran Major Project
X-tra miles:

- Bersemangat untuk berbagi dan manajemen waktu yang baik sehingga dapat menyetorkan tulisan tentang tips sesuai deadline yang ditetapkan.
(Semua member)

4. Praktek Food Fotografi
Masuk Kuadran Quick Wins
- Menyetorkan foto hasil memasak dan foto tips,
Akan dinaikkan ke kuadran Major
X-tra miles:

- Mencari referensi tentang bagaimana memotret yang baik dengan properti yang kita punyai, menambah waktu latihan, dan membuat tampilan foto menjadi lebih memuaskan dan memiliki konsep yang matang
(Semua member)

5. Aktivitas Marketplace,
Masuk kuadran fill ins
- Aktivitas ini baru dilakukan sebagai uji coba
Akan dinaikkan ke kuadran quick wins
X-tra miles

-Mengikuti alur di Marketplace
(Nurbaini dan Netty)

6. Penerbitan,
Masuk kuadran fill ins
-Sounding ke Penerbit tentang seluk beluk menerbitkan buku

Akan dinaikkan ke kuadran Quick Wins
X-tra miles:
-menghubungi penerbit, negosiasi harga, kecepatan waktu penyelesaian, dan lain-lain.
(Nelli)

7. Publikasi,
Masuk kuadran Quick Wins
-Aktivitas  ini merupakan poin kesuksesan Project Passion
Akan dinaikkan ke Kuadran Quick Wins
X-tra miles:
- Membuat jadwal, mengingatkan dan membantu teman-teman untuk membuat materi e flyer dan content writing dan mengirimkan materi tersebut tepat waktu. (Ratna)
- Presentasi Pitch Deck dan berkomunikasi dengan calon Mitra Usaha (Nelli)

8. Design/layout, (cover buku, warna, dll)
Masuk kuadran fill ins
- Aktivitas  ini belum dilakukan dan akan mengikuti pelatihan design grafis
Akan dinaikkan ke Kuadran Quick Wins
X-tra Miles:
-Meng-explore canva untuk mendesign buku
(Ratih)

9. Editing,
Masuk kuadran fill ins
-Aktivitas ini belum dilakukan
Akan dinaikkan ke kuadran Quick Wins
Xtra miles:

- Melakukan/mengawasi editing buku
(Aditya dan Rifa)

10. Penyusunan buku (menyusun kata pengantar/sambutan, menyusun Profil member, daftar isi, lampiran)
Masuk kuadran fill ins:
-Aktivitas ini belum dilakukan
Akan dinaikkan ke kuadran Quick Wins
X-tra miles:

- Membagi tugas-tugas yang berkaitan dengan penyusunan buku beserta deadlinenya.
(Sunayah dan Dien Safitri)

Dan dituangkan dalam template jurnal Xtra Miles seperti ini.






Masing-masing telah memilih perannya untuk kesuksesan Project Passion ini.
Saya memilih design, karena sebenernya belum mengenal design grafis, tapi suka dengan aktivitas ini, dan ternyata di hexalink ada pelatihan tentang design grafis, pas banget, langsung ikutan. Semoga aktivitas design ini lancar dan sukses buat project passionnya. Tidak kalah pentingnya, semoga aktivitas ini bisa bikin semangat dan bahagia.

Semoga dimudahkan dan dilancarkan semua.

Memang dalam project passion ini dituntut untuk dapat kerjasama, selalu aktif mengikuti proses perkembangan, dan sebisa mungkin memberikan kontribusi pada kesuksesan Project Passion. Selain itu apa yang terjadi di Hexagon City juga sangat beraneka macam kegiatan produktif. Diantaranya ada Hexamarket, Hexalink, HexaNews, dan lain-lain yang semuanya diisi oleh para Hexagonia keren. Luar biasa lah pokoknya. Bu Septi memberi wadah bagi para Hexagonia untuk tetap produktif dan memacunya dengan penuh strategi untuk selalu on track dan fokus pada tujuan.

Di Hexagon City juga sedang ada Pitch Deck yaitu hari dimana para Hexagonia mempublikasikan Project Passionnya. Co House kami diwakili oleh Mbak Nelli, Leader kami didampingi oleh mbak Dien Safitri. Bravo mbaak semoga berhasil dan lancar yaa..

Jelang 12.12 pun akan ada kejutan buat para Hexagonia apakah ituu kita tunggu saja yaaa.


#Hexagonia
#HexagonCity
#BundaProduktif1
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional
#JurnalX-traMiles




Sunday, November 29, 2020

Contribution to Nation


Jurnal kali ini adalah contribution to Nation.

Hexagonia membuktikan kontribusinya dalam Hexagon City. Sekecil apapun perannya sangat berdampak untuk kota.

Selain mengevaluasi kontribusi pada hexagon city, kini saatnya pula menyelipkan sesi “huddle” buat para hexagonia dalam satu co housing dalam menjalankan project passionnya. Pentingnya huddle ini agar dapat mengatur ulang strategi, menyatukan kembali fokus kita pada goal yang akan dicapai, menyatukan semangat, bekerja sama dalam sebuah tim dan menghadapi setiap tantangan bersama. Karena dalam setiap perjalanan menuju sebuah tujuan perlu ketahanan dan kekuatan.

Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui bahwa setiap member sudah “On Track”, caranya saling berkumpul, saling bertukar link jurnal yang telah dikumpulkan, saling memberi masukan, saling follow media sosial untuk dapat mengenal lebih dekat. Dalam Co Housing kami dikoordinir langsung oleh Mbak Nelli sebagai CH Leader. Kami mengumpulkan link jurnal pada spreadsheet yang telah disediakan sehingga dengan mudah dapat terbaca oleh semua member CH.

Mulai dari memilih apa yang akan menjadi passion saat awal bunda produktif. Saat di kelas bunda produktif dipandu oleh bu Septi mau diapain ini passion yang telah dipilih. Kemudian performa apa yang ingin diraih dengan passion tersebut. Di bawah bimbingan ibu Septi dalam kelas bunda produktif ini. Passion diasah. Dengan cara para hexagonia berkelompok, kerja dalam tim, menyusun project passion, menetapkan tujuan, menghasilkan karya dari passion tersebut, Membentuk karakter dengan memilih satu karakter, melalui satu habit, dengan satu aktivitas. Semua dikerjakan dan dilatih satu persatu. Dan melalui project passion tersebut, diharapkan dapat berkontribusi pada kota yang dibangun bersama yaitu Hexagon City.

Saya yang menjalaninya, banyak tantangannya walaupun sebuah passion ternyata tak mudah ketika harus fokus di satu hal. Tergoda untuk mencoba berbagai hal, tapi kembali lagi diingatkan pada tujuan bersama. Meskipun sebuah passion, sebuah hal yang kita senangi, kita harus memperlakukannya dengan benar. Jika tidak maka passion tak akan jadi apapun, bahkan passion tak dapat membuat bahagia dan bersemangat. Padahal passion seharusnya membuat apa yang kita lakukan menjadi hidup dan bergairah. Tantangan lainnya adalah ketika membandingkan pencapaian diri dengan pencapaian orang lain, menjadi semacam hal yang membuat rendah diri. Tapi bagaimana kemudian kita cepat move on dari rasa itu, terintimidasi berganti menjadi terinspirasi. Tetap berusaha sebaik mungkin sebagai individu, sebagai tim co housing dan sebagai warga Hexagon City.


Huddle yang disarankan oleh Bu Septi adalah untuk menyusun strategi kembali dan menanyakan pada diri sendiri dan Tim.
Apa yang sudah sukses?
Ingin sukses apa lagi?
Apa yang perlu diperbaiki?
Mengapa bisa sukses?
Mengapa bisa tidak sukses?
Bagaimana agar percaya diri menghasilkan karya bersama-sama?
Bagaimana mencapai kesuksesan tersebut?
Diharapkan dapat saling berbagi bagaimana mencapai kesuksesan tim yang telah diraih

Dengan melakukan huddle maka semangat akan terjaga. Tantangan dan perasaan terbuka sekali untuk dapat diungkapkan kepada sesama teman ataupun kepada Leader. Agar diperoleh solusi untuk mengatasinya. Dengan huddle kita terbuka menerima kritik dan saran dengan tujuan yang baik, yaitu memperbaiki performa menjadi lebih berkualitas.

Tantangan terbesar adalah bagaimana bisa bekerja bersama dalam tim, tidak menonjolkan ego pribadi sehingga menghambat kerja tim lainnya. Yang diperlukan adalah bagaimana kontribusi masing-masing dari hexagonia. Kontribusi adalah kehadiran hati, pikiran dan action kita pada apapun yang terjadi di Hexagon City. Tunjukkan kontribusi kita pada Hexagon City ini sekecil apapun, boleh dibuktikan dengan turut andil dalam setiap even, turut mensukseskan program-program di kota yang telah sudah dibuat dengan bahagia oleh City Leader dan Tim Formula.

Saatnya sekarang buktikan kontribusi kita pada hexagon city. Semoga selalu bersemangat dan tetap berkontribusi apapun bentuknya.










#HexagonCity
#Hexagonia
#ContributiontoNation
#KuliahBundaProduktif
#InstitutIbuProfesional

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...