blog pribadi ini bercerita tentang apa pun yang menarik, tentang keluarga, anak-anak dan kesehariannya..
Friday, October 15, 2021
Jurnal 6 Aksi Untuk Solusi
Monday, October 4, 2021
Review Jurnal 5 Identifikasi Aksi
Review jurnal kali ini saya berpasangan dengan mbak Dian Ekaningrum dari Tim Ruang Bicara.
Waah tim ini keren bangeet saya happy ada tim seperti ini, jelas, terinci, kreatif dalam bahasa, banyak tagline-tagline penting yang mudah diingat. Sesuatu yang berangkat dari hati akan terasa getarannya. Yang saya rasakan saya tertarik dengan project ini, saya penasaran mulai mencari tahu, jangan-jangan saya juga belum aware dengan yang namanya kekerasan. Atau bahkan secara tidak sadar berlaku sebagai pelaku kekerasan terhadap makhluk yang bernama anak. Ughh…
Proses apa yang dilihat saat menetapkan Highlights dan Key Updates?
Saat menetapkan Highlights dan Key Updates sangat baik sekali
Setiap milestone jelas tujuannya, highlights untuk gambaran besarnya sudah ada yang kemudian highlights tersebut dibagi pada setiap milestone-nya.
Perempuan dan Anak Berdaya Menghadapi Perilaku dan Tindak Kekerasan.
Perempuan dan Anak Memahami Aneka Ragam Kekerasan.
Berani Bicara, Pandai Bicara, Bukan Banyak Bicara, Ayo Bicara
Highlights Milestone ke-:
1. Kenali dan pahami
2. Fight and Speak Up
3. Sharing dan Caring are the Power

Seberapa efektifkan penggunaan Highlight dan Key Updates dalam melakukan kampanye di media sosial maupun website?
Sudah efektif dalam perencanaan penggunaan Highlights dan Key Updatesnya.
Dimulai dari perkenalan tim, latar belakang lahirnya tim ini atau gerakan ini, ada harapan agar khususnya perempuan dan anak dapat mengenali, memahami, melawan jika mengalaminya, berani bicara, berani melapor dan jika sebagai penyintas dapat memberikan motivasi atau upaya pencegahan agar pengalaman tentang kekerasan tidak terjadi lagi.
Melalui media sosial dan interaksi melalui tulisan, tim ruang bicara mengajak para audience untuk dapat aktif berbagi pengalaman tentang kekerasan, mengikuti live sharing, dan beberapa kegiatan yang melibatkan audience. Dari hal tersebut, dapat terlihat bahwa Ruang Bicara ingin keberadaannya bermanfaat bagi orang lain, dirindukan banyak orang, dan menjadi tempat untuk belajar dan berbagi pengalaman yang terkadang orang tersebut tak tahu harus berbicara kepada siapa karena depresi, takut dan lain-lain
Apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki
Apa yang sudah baik?
Tim Ruang Bicara sepertinya sudah sangat matang baik dalam konsep, rencana dan langkah ke depannya. Member tim merupakan tim inti yang efektif meskipun dinilai masih ada kekurangan personil pada posisi “Audio Video Designer” yang memang merupakan talent spesial, ga semua orang bisa.
Apa yang perlu diperbaiki?
Secara konsep dan apa yang akan dilakukan sudah jelas dan terinci, semoga dapat lebih luas lagi menyuarakan bahwa perempuan dan anak harus mengerti apa itu kekerasan, mampu melawan, speak up, dan berani.
Kalau saya mencermati di milestone ketiga ada kerjasama dengan pihak lain, kemungkinan hal ini yang membuat project/gerakan ini menjadi lebih berkelanjutan. Tidak berhenti di Agustus 2022. InsyaAllah
Setuju sekali dengan adanya karya digital semacam edukasi yang akan dibuat sehingga bisa lebih luas lagi membangun awareness para perempuan dan anak tentang kekerasan dalam hal apapun. Karena dengan karya digital lebih mudah dipahami oleh khalayak dengan berbagai kalangan. Dan tentunya memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni dalam hal ini. Semoga segera bertemu orang yang cocok di posisi ini.
Sangat berharap apa yang dilakukan step by step, mampu menjadi sebuah gerakan yang dirasakan manfaatnya bagi para pelaku, penyintas dan siapapun.
Saya jadi berpikir bahwa jika perempuan merasa tidak nyaman, itu adalah indikator bahwa telah terjadi kekerasan terhadap perempuan. Bagaimana yang terjadi dalam sebuah rumah tangga? Banyak sekali ketidaknyamanan yang dialami perempuan.apakah salah perempuan? Nahh ini nih yang harus diulik lebih jauhh.
Oke mbaak sukses terus yaaa..
Aku happy dan senang, akan aku ulik semua media sosial RUBi kereen kereen..
#materi5
#reviewjurnal5
#IdentifikasiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
Sunday, September 26, 2021
Jurnal 5 Identifikasi Aksi
Bismilah
Setelah menentukan tujuan pada tahap sebelumnya, selanjutnya adalah mengidentifikasi AKSI.
Mau bikin aksi apa?
Mau melakukan apa pada tahap ini?
Yang dituangkan dalam media sosial milik tim.
Selain milestone yang sudah disusun dan mulai menjalankan milestone 1 tersebut, yaitu tim kami mulai melakukan berbagi ilmu melalui Ruang Berbagi Ilmu yang telah kami siapkan, masih di lingkup private, kami juga memberikan muatan berupa Highlights issue yang diangkat dan campaign tim dalam media sosial yang kami punya. Memulai perjalanan dengan peta SMART yang kami pegang untuk dijadikan panduan, kami mulai menambah ritme perjalanan kami, agar energi tetap terjaga dan tetap semangat.
Highlight issue tim kami saat ini adalah menampilkan aktivitas harian selama pandemi yang disesuaikan dengan passion atau interest masing-masing.
Krn tim kita tentang berbagi ilmu, jadi apa yang mau kita informasikan ke orang lain adalah seputar pentingnya berbagi ilmu, bagaimana cara berbaginya dan ilmu apa yang akan dibagi.
Misalnya:
-berbagi ilmu punya banyak manfaat
-berbagi ilmu dapat menjadi amal jariyah
-jangan takut untuk berbagi ilmu
-seluk beluk tentang public speaking
-seluk beluk tentang live streamyard
-emak-emak cerdas digital, emak-emak bebas gaptek
-berbagi pengalaman menarik apapun bagi para ibu termasuk humor “receh” keseharian
-menyelesaikan masalah tentang apa (tentang dapur tim)
-apa saja yang sudah dilakukan tim (tentang dapur tim)
-apa saja yang akan dilakukan tim (tentang dapur tim)
Jadi isi media sosial tim akan seputaran hal tersebut selain daily activity during pandemic.
Timeline Highlight tersebut bagaimana?
Tim kami mengaturnya sebagai berikut:
Saat awal peluncuran akun instagram yang akan kami pakai, kami akan posting 60 feed secara bertahap isinya tentang perkenalan, latar belakang dan tim yang ada di dalamnya. Deadline Selasa, 28 September 2021. Untuk selanjutnya kami akan posting satu hari satu grid, dan setiap member mengambil peran untuk menyelesaikan 1 pekan 1 grid. Bismilah semoga tercapai dan bisa memegang komitmen.

Media Sosial
Website adalah rumah virtual tim, semua informasi tentang tim dan tentang gerakan ada di sana. Fungsinya sangat penting karena seluruh gagasan Tim ditampilkan utuh di website. Website menjadi rujukan untuk konten di media sosial tim.
Website kami masih sangat baru dan kami berkomitmen membangunnya sedikit demi sedikit. Changemaker journey tim kami dituangkan dalam website ini.
Ini link website kami :
www.diyangbinangkit.blogspot.com
Media sosial lainnya yang kami pakai adalah Instagram dan Facebook Page, berfungsi sebagai kendaraan kampanye tim. Dengan dua platform inilah kami akan mengenalkan gerakan kami, mengkampanyekan gagasan kami dengan penyajian yang menarik. Kedua media sosial ini sering dipakai para ibu dan semoga menjadi semakin dikenal dan bermanfaat. Kami memulainya dengan follower dari member kami sendiri.
Ini link Instagram kami:
https://instagram.com/diyangbinangkit?utm_medium=copy_link
Ini link Facebook Fanpage:
https://m.facebook.com/Diyang-Binangkit-238727911382901/
Sedangkan untuk menjalankan milestone 1, yaitu berbagi ilmu secara intern, kami memakai platform Facebook Group dan Youtube Channel dengan link sebagai berikut:
Facebook Group
https://www.facebook.com/groups/872074287040035/
Youtube Channel:
https://youtube.com/channel/UCss_NB_el_il8yXKawIqcTg
Campaign Program
Campaign tim kami isi dengan memperkenalkan Tim Diyang Binangkit, memperkenalkan program/gerakannya. Jenis campaign yang kami lakukan adalah dengan posting di media sosial bisa dengan video, multiple picture, dan caption yang sesuai, dengan hashtag tertentu yang sesuai. Sampai saatnya nanti kami berkomitmen melakukan live streaming secara open public. Dengan platform Instagram, Facebook Fanpage.
Dalam melakukan campaign ini tim kami memiliki strategi dalam posting Instagram agar lebih menarik, melakukan usaha agar banyak orang yang mampir ke media sosial kami, sehingga engagement tercapai dan maksud dari tim dapat tersampaikan dengan baik.


Updates
Tim kami telah menuliskannya.
Updates ini dikerjakan dalam bulanan, bisa 1/2/3 bulanan tergantung kebutuhan. Setelah adanya updates dan analisis SWOT dapat dilakukan strategi baru lagi kedepannya.
Berikut analisis SWOT tim kami
Fundrising
Untuk fundrising sampai dengan tahap ini kami belum memerlukannya.
Saat ini ada member tim yang exit dikarenakan kesibukannya, agar lebih optimal dalam menjalankan bisnisnya maka salah satu member tim mengajukan untuk exit group dan akan bergabung kembali saat sudah kondusif.
Demikian jurnal Identifikasi Aksi
#materi5
#IdentifikasiAksi
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestakaryauntukIndonesia
Saturday, September 11, 2021
Review Jurnal 4 Menetapkan Tujuan
Bismilah..
Kali ini buddy saya adalah mbak Suci Rimadheni berasal dari IP Asia. Saya belajar me-review secara objective. Berdasarkan apa yang dipahami, mohon maaf jika terdapat hasil review yang kurang berkenan.
Seberapa efektifkah penggunaan metode SMART untuk menetapkan tujuan Tim?
Pada jurnal Tim MoiNihao belum dilengkapi template tujuan SMART sesuai yang diminta.
Mungkin bisa ditambahkan deskripsinya pada tulisan. Agar pembaca bisa mengerti apa sebenarnya tujuan yang ingin dicapai.
Jika melihat dari “peta perjalanan” yang dibuat SMART GOAL-nya adalah “Konten Video 2 dalam sebulan, 1 bonus pengulangan, durasi video 3-5 menit”
Pada body tulisan:
"Konten video pembelajaran bahasa Mandarin bagi anak. Konten video bahasa Mandarin: Bulan September, Oktober, November” Target setiap bulannya sudah disebutkan.
Proses apa yang dilihat saat menetapkan milestone pencapaian tujuan tim.
Saat menetapkan milestone adalah saat membuat breakdown dari tujuan besarnya. Pencapaian apa yang diinginkan oleh tim secara bertahap sampai tujuan besarnya..
Pada template Peta Perjalanan Tim MoiNihao belum sesuai dengan deskripsi pada body tulisan. Di template-nya dibuat berdasarkan milestone 1,2,3, namun pada body tulisan, dibuat berdasarkan waktunya Bulan September, Oktober, November.
Sebaiknya ditetapkan, untuk mencapai tujuan besar di-breakdown menjadi Milestone 1, 2, 3. (Penentuan berapa milestone juga disesuaikan dengan kebutuhan)
Lalu tentukan tujuan apa yang ingin dicapai pada setiap milestone, indikator keberhasilan tiap milestone apa saja, waktu untuk masing-masing milestone start-end nya disebutkan tanggalnya.
Apa yang sudah baik dan apa yang perlu diperbaiki?
- Nama Tim MoiNihao sangat unik, tertarik untuk mengetahui apa arti MoiNihao.
- Semangat Mbak Suci sebagai Leader Tim untuk tetap melanjutkan walau dengan tim yang minimalis.
- Berusaha optimis dan mengandalkan kekuatan doa agar setiap tujuannya tercapai.
- Diskusi telah dilakukan dan menghasilkan kesepakatan dengan Tim.
- Resource sesuai dengan kebutuhan
- Golden Rules adalah jika terjadi konflik apa yang harus dilakukan. “If something happens, talk” Komunikasi antar member menjadi sangat penting.
- Exit Procedure sudah cukup jelas, jika satu bulan tidak ada kabar dan mengutarakan alasan mengapa tidak lagi bergabung pada tim ini.
Yang perlu diperbaiki:
- Pada penulisan sepertinya ada copy dan paste yang belum dirapikan. Ketika saya membacanya saya harus menebak kira-kira ini yang mana yang dipakai
- Mestinya dituliskan tujuan besar dari Tim dan dimana nilai SMART-nya dijelaskan satu persatu. Spesific-nya, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound-nya.
- Tujuan besar, milestone, tujuan tiap milestone indikator pencapaian sebenernya sudah ada namun masih perlu dituliskan secara lebih rapi tata bahasanya dan lebih terstruktur sehingga mudah dipahami bagi pembaca.
- Di akhir tertulis “ini masih perkiraan, masih belum pasti masih coba-coba dulu” Perlu keyakinan untuk membuat sebuah tujuan. Jika tidak tercapai bisa dilakukan adjustment pada tujuan tiap milestone-nya.
#materi4
#reviewjurnal4
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
Sunday, September 5, 2021
Jurnal 4 Menetapkan Tujuan
Tujuan, seberapa penting?
Penting bangeeet…
Kalau kita mau pergi, tujuannya harus tau kemana.
Misal mau belanja, makan di suatu tempat, liburan dan lain lain.
Pernah pergi suatu saat saya pengen pergi aja ga tau kemana asal keluar rumah sama suami berdua. Jadi muter muter kota aja tak ada tujuan lokasi, kalau tiba-tiba kepikiran mau beli sesuatu yaa tinggal mampir dan berhenti. Ini kalau hanya sesekali sih masih bisa dimaklumi, mungkin karena bosan di rumah atau memang hanya ingin cerita-cerita dalam perjalanan. Tak ada tujuan lokasi tapi ada tujuan mengapa melakukan perjalanan. Bisa jadi ingin suasana yang agak berbeda, karena keseringan di dalam rumah.
Artinya tujuan itu penting.
Bagaimana dalam keluarga, dalam tim, dalam organisasi
Adakah tujuan itu jelas?
Apakah dituliskan?
Apakah dilakukan?
Apakah tercapai?
Dalam tim yang lebih dari 1 orang, pun sangat penting merumuskan sebuah tujuan bersama. Jangka waktu mencapai tujuan bisa disetting 1, 3, 5 tahun atau sesuai kebutuhan. Dalam kurun waktu tersebut bisa dibreakdown dalam 3 bulanan atau 6 bulanan. Tujuan dibuat berdasarkan problem statement tim, dan sesuai kebutuhan tim. Setelah diskusi dalam 2 mingguan ini dengan 2 kali pertemuan tanggal 31 Agustus dan 3 September 2021 maka disimpulkan hasilnya sebagai berikut ini.
Dapat dilihat pada link berikut ini:
https://docs.google.com/document/d/1_aJKRRCZzgzUMujn8sILtfQ9TAkBIQc6Hgc55fKbR7E/edit
Tujuan Diyang Binangkit adalah
Lahir banyak perempuan yang passionate, yang expert minimal dalam satu bidang tertentu, menjadi sarana untuk menuntaskan misi/peran hidup di dunia, yang selalu bersemangat dan berbahagia untuk berbagi ilmu
Dapat dijelaskan nilai “SMART”nya sebagai berikut:
Spesific: Ada sesuatu yang ingin dicapai yaitu “lahir banyak perempuan yang passionate, yang expert dalam satu bidang.” Tujuan tersebut penting untuk mengatasi problem statement tim yaitu “kurangnya kemauan bagi para perempuan untuk berbagi ilmu”. Tim Diyang Binangkit berkomitmen untuk mencapai tujuan ini dalam waktu yang ditentukan.
Measurable:
Perkembangan untuk mencapai tujuan dapat terukur.
Indikatornya adalah Ruang berbagi ilmu “Diyang Binangkit” yang dibentuk secara rutin menampilkan perempuan-perempuan yang bersemangat dan bahagia berbagi ilmu. Ditetapkan dalam beberapa milestone, sebagai pijakan untuk mencapai tujuan.
Achievable: Tujuan ini dapat dicapai dengan strategi, menyediakan ruang untuk berlatih public speaking.
Relevant: Tujuan ini sesuai/relate dengan problem statement tim dan penting untuk diperjuangkan bersama.
Timebound: Target waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah selama 2 tahun.
Resources
Resources, adalah sumber daya yang dipunyai oleh tim, keahlian/kekuatan member, sebagai amunisi untuk mencapai tujuan. Member yang punya berbagai macam keahlian dan juga mempunyai kesempatan untuk mengembangkan potensinya.
Leader: Ratih Wisnu Sari
Tim Sekretariat: Yanti Diyantini
Tim kreatif:
-Hamni Azmi
-Fithria Yuliati
-Rahmi Mutiasyari
-Nani Kurniasari
-Enny Ratnawati
Member punya komitmen untuk bertemu 1-2 kali perpekan selama 1-2 jam setiap pertemuan.
Milestone
Membuat pijakan-pijakan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, sehingga memudahkan kita untuk menjalankan dan mengevaluasi setiap saat.
Milestone 1:
Tujuan: Tim sudah memiliki program berbagi ilmu secara internal, rutin melalui ruang berbagi ilmu Diyang Binangkit yang dibentuk, berupa FB Group, Youtube Channel, Facebook Fanpage, Instagram dan bisa melakukan “Live Streaming” secara mandiri.
Indikator keberhasilan:
-Telah ada akun Youtube, Facebook Group, Fanpage FB, Instagram milik Diyang Binangkit.
-Setiap 1 pekan sekali secara bergiliran memenuhi jadwal ruang berbagi ilmu melalui “Ruang Berbagi Ilmu Diyang
Binangkit”
-Setiap member berhasil melaksanakan live streaming melalui Platform Facebook Group, Fanpage Facebook, Youtube, Instagram secara private.
Dicapai dalam waktu 4 bulan
7 September 2021-6 Januari 2022
Milestone 2:
Tujuan: Tim memiliki program berbagi ilmu secara eksternal, rutin melalui saluran “Ruang Berbagi Ilmu Diyang Binangkit”
Indikator Keberhasilan:
-Setiap 2 pekan sekali secara bergiliran memenuhi jadwal ruang berbagi ilmu melalui saluran Ruang Berbagi Ilmu Diyang Binangkit secara public
-Setiap 2 pekan sekali melaksanakan review dan perbaikan bagi Tim Diyang Binangkit
-Setiap 1 pekan sekali secara bergiliran melakukan publikasi mengenai Diyang Binangkit dengan cara posting di akun media sosial milik Diyang Binangkit.
Dicapai dalam waktu 8 bulan dan berkelanjutan.
Milestone 3:
Tujuan: Membuka kesempatan kepada para perempuan untuk bergabung dengan “Diyang Binangkit” dan melaksanakan kaderisasi bagi para member baru.
Indikator Keberhasilan:
-Telah ada Juklak (petunjuk pelaksanaan) tentang rekrutmen dan kaderisasi.
-Member Diyang Binangkit mengambil peran dalam kaderisasi
Dicapai dalam waktu 12 bulan
Golden Rules
Golden Rules adalah aturan yang dibuat untuk mengatasi jika terjadi konflik antar member.
1. Jika ada member yang terlibat dalam konflik, maka diselesaikan dengan cara berkomunikasi langsung, maksimal dalam waktu 3 hari, jika diperlukan dibantu dengan mediasi.
2. Jika ada perbedaan pendapat maka dikembalikan ke Al-Quran dan Hadits.
3. Segala keputusan yang diambil dalam keadaan emosi, batal dan tidak berlaku.
4. Permasalahan personal tidak menjadi tanggung jawab Tim.
Core Values
Core Values adalah nilai-nilai utama yang dibangun/dimiliki oleh setiap member di Tim Diyang Binangkit
1. Tangguh
2. Berdaya
3. Beradab
Sesuai dengan filosofi nama Tim “Diyang Binangkit”
Kumpulan para perempuan yang dengan perannya masing-masing berusaha menjadi perempuan pilihan yang cerdas, kreatif, gesit, tangguh, bermanfaat bagi sekitar tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan.
Exit Procedure
1. Jika dari member ingin keluar dari tim caranya adalah, mengajukan dengan baik permohonan keluar dari Tim. Akan disediakan “gform exit”.
Sustainable "Diyang Binangkit" ini adalah saat setelah tercapai tujuan milestone ketiga maka proses membuka kesempatan kepada para perempuan untuk bergabung dengan “Diyang Binangkit” dibuka kembali dan siklus awal pada milestone ketiga kembali dijalani. Begitu seterusnya.
Selain hal tersebut, bilamana telah berjalan dengan baik, Diyang Binangkit dapat ikut serta mengadakan perayaan berbagai even penting di negeri ini. Dan juga berbagai kegiatan Charity, sehingga keberadaannya bermanfaat untuk sekitarnya.
Tujuan dan peta perjalanan kami seperti ini:
Dipercantik dengan ilustrasi seperti ini dengan ilustrator kesayangan mbak Nani:

Aamiin Yaa Rabbalaalamiin
Semoga Allah memudahkan dan melancarkan semuanya.
Terimakasih semangatnya untuk Tim Diyang Binangkit.
#materi4
#menetapkantujuan
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
Saturday, August 21, 2021
Review Jurnal 3 untuk Buddy
Kali ini buddy saya adalah mbak Restu Anjarwati dari Tim Familenial
Tema: Pendidikan Berkualitas Berawal dari Keluarga
Apa yang sudah baik?
Tim familenial terdiri dari Leader dan dengan struktur yaitu curriculum developer, public relationship, creative designer dan portofolio coordinator.
Tim Familenial mengajak untuk mengubah masalah menjadi tantangan dengan menerimanya, menyelaminya dan bersama-sama mencari akar masalahnya.
Jurnal tim disajikan dengan baik, lengkap, detail dengan presentasi yang menarik melalui aplikasi online.fliphtml5.com sehingga mudah dibaca seperti e book. Disajikan dengan warna yang soft sebanyak 43 halaman.
Dalam SDGs atau Sustainable Development Goals, problem yang diangkat termasuk dalam tujuan keempat. Semoga dengan mengangkat masalah ini dan menyelesaikannya dapat pula menjadi solusi bagi problem dunia. Dan bermanfaat buat sesama.
Apa yang perlu diperbaiki?
Dalam perumusan problem statement seharusnya adalah sebuah masalah yang perlu diatasi.
Tertulis “Pendidikan Berkualitas Berawal dari Keluarga”
Kalimat di atas belum menyatakan sebagai sebuah masalah, kalimat tersebut adalah kalimat pernyataan yang benar, bukan pernyataan masalah.
Misalnya bisa dituliskan seperti ini:
-Banyak keluarga yang belum melakukan aktivitas mendidik yang sebenernya. (Ini terasa sekali sebagai sebuah masalah)
-Banyak keluarga yang belum sadar pentingnya pendidikan keluarga.
-Atau kalimat lainnya yang mengandung sebuah masalah.
Ini menjadi titik perhatian saya saat melihat pada pertanyaan “Why”
Akar masalahnya dari problem statement yang diangkat yaitu “Pendidikan Berkualitas Berawal dari Keluarga”
Yang pertama karena doa anak yang shalih/shalihah akan menjadi amal jariyah kedua orang tuanya.
Yang kedua karena Allah sudah menyebutkan bahwa kita harus memelihara diri kita dari api neraka.
Yang ketiga karena keluarga menjadi individu merdeka yang dijamin UUD 1945.
Menurut hemat saya jawaban pertanyaan “why” ini seharusnya mengarahkan pada akar permasalahan. Setelah menyimaknya, sebenernya ketiga hal tersebut diatas adalah landasan atau alasan bahwa kita harus melakukan pendidikan keluarga yang berkualitas. Sedangkan akar permasalahan adalah hal-hal yang seharusnya akan diatasi. Jadi dimulai dari redaksi problem statement yang mengandung masalah.
Misalnya seperti ini
“Mengapa banyak keluarga yang belum sadar pentingnya pendidikan keluarga?”
-karena menyerahkan pendidikan full ke sekolah
Mengapa banyak keluarga menyerahkan pendidikan full ke sekolah?
-Karena banyak keluarga belum mengubah mindsetnya.
Mengapa banyak keluarga yang belum mengubah mindsetnya?
-Karena banyak keluarga yang tidak mau belajar
Mengapa banyak keluarga yang tidak mau belajar?
-Karena merasa belajar itu beban buat dirinya.
Mengapa merasa belajar itu beban buat dirinya?
-Karena sudah sibuk dengan urusan mencari nafkah dan lainnya
-Mengapa sudah sibuk dengan urusan mencari nafkah dan lainnya?
-Karena banyak keluarga tidak tahu perannya masing-masing terhadap pendidikan anak.
Dst sampai ketemu penyebabnya/mentok pertanyaan dan jawaban berputar di area itu.
Jadi dengan problem statement
“Mengapa banyak keluarga yang belum sadar pentingnya pendidikan keluarga?”
Di dapat akar masalahnya:
“Banyak keluarga tidak tahu akan perannya masing-masing terhadap pendidikan anak.”
Dengan mengatasi akar permasalahan maka problem statement akan bisa diatasi.
Ini contoh sajaa, bisa disesuaikan dengan yang dirasakan oleh masing-masing anggota tim.

Kemudian yang kedua, banyak dan sangat lengkap sekali mengutip pandangan para ahli, dan berbagai artikel, diantaranya:
-Ustadz video Abdul Kholiq, praktisi dan konsultan lembaga pendidikan karakter berbasis fitrah, dengan tema Pendidikan Karakter Nabawiyah-Pendidikan era Industri 4.0.
-DK Wardhani, praktisi homeschooling, yang telah menerapkan pendidikan berkualitas di rumah.
-Kuliah Telegram AHA! Pendidikan dasar tentang pendidikan anak, pendidikan merupakan tanggung jawab penuh bagi kedua orang tuanya.
-A Home Team, bersama Ibu Septi dan Pak Dodik
Bahwa dalam keluarga buatlah tujuan bersama, mulailah segala sesuatu dari apa yang ingin kita capai. Start from the finish line.
-Tabroni, S.Ag, M. Pd.I, bahwa rumah adalah pondasi untuk menyiapkan pendidikan berkualitas.
-Ivan Illich, kritikan-kritikan terhadap sekolah formal.
Analisis 360 derajat
-Berbagai pandangan dari sejumlah praktisi homeschooling dan konsultan pendidikan dapat memperkuat fakta dan data bahwa pendidikan di rumah adalah keharusan. Mengenai bagaimana teknisnya disesuaikan dengan kebutuhan individu.
Referensi yang sangat banyak ini semoga bisa diambil benang merahnya untuk dibawa ke dalam perumusan masalahnya dan dapat menjadi sebuah gambaran besar bagi pendidikan berkualitas untuk keluarga akan menjadi seperti apa. Dengan referensi ini pula semakin memperkuat sebuah action apakah nanti yang akan dilakukan, dimulai dari langkah sederhana yang do-able, dapat dilakukan, menyenangkan dan tidak menjadi beban, agar dapat terus dilakukan secara terus menerus dan setahap demi setahap.
Ternyata banyak keluarga yang telah menjalankannya dan membuat anggota keluarga happy dan menunjukkan perkembangan anak yang lebih baik. Anak yang bahagia dan merdeka. Dan ternyata tak hanya anak yang belajar namun juga orang tuanya yang tumbuh bersama.
Proses apa yang dilihat saat menjadi problem statement individu menjadi problem statement bersama?
Problem Statement Tim dapat dirumuskan dengan lebih dikembangkan lagi dari pernyataan “Pendidikan berkualitas berawal dari keluarga”.
Dapat dibuat dengan kalimat yang mengandung masalah yang akan diselesaikan.
Tim mengetahui mengapa hal ini menjadi permasalahan. Tim merasa terpanggil untuk menghadirkan pendidikan anak berkualitas menurut versi terbaik bagi tim. Keluarga memiliki tanggung jawab penuh atas pendidikan anak. Namun untuk membentuknya dibutuhkan membangun keluarga berkualitas A. Tim Familenial melakukannya bersama-sama terhadap masing-masing keluarganya.
Tim mengetahui bagaimana permasalahan ini selesai.
Yaitu ketika menemukan pijakan tujuan pendidikan serta meramu program, menerapkan komunikasi efektif dan produktif, menjalankan pendidikan berbasis keluarga, merencanakan, menjalankan, mengevaluasi kegiatan anak bersama keluarga sebagai pembelajaran bermakna.

Seberapa efektifkan Starbursting untuk pendalaman masalah?
Mungkin diawali dengan perumusan problem statement yang mengandung sebuah masalah sehingga tergambar masalah apa yang akan diselesaikan.
Dengan membaca analisis masalah dengan metode starbursting seharusnya dapat terdeskripsi dengan jelas gambar besar yang menjadi problem statementnya, akar masalahnya dan sedikit banyaknya tergambar apa yang akan dilakukan bersama dengan tim. Namun saya belum menemukan akar masalah yang menjadi penyebabnya.
Tim Familenial telah berusaha melakukannya dengan sangat baik dan terstruktur. Lengkap dan detail sekali.
Demikian masukan dari saya, mohon maaf jika kurang berkenan, selama ini demikianlah yang saya pahami, sangat terbuka untuk dapat melakukan diskusi.
Membaca jurnal Tim Familenial ini saya jadi numpang refreshing belajar tentang bagaimana pentingnya pendidikan di rumah. Peran orang tua benar-benar dibutuhkan disini. Saya yang sudah sekitar 4 tahunan menjalani homeschooling, banyak sekali manfaatnya juga tantangannya. Sampai akhirnya saya merasa membutuhkan partner yang tepat untuk anak saya lebih mengembangkan potensinya. Tetap tidak menafikan peran orang tua, namun disini orang tua sparing partner dengan sekolah yang punya visi misi yang sejalan.
#materi3
#reviewjurnal3
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
Monday, August 16, 2021
Jurnal 3 Memahami Masalah
Setelah diskusi 3 kali selama 2 minggu, kami mendapatkan problem statement tim “diyang binangkit” dan analisis starbursting, bisa dilihat pada link berikut:
Keseruan menentukan problem statement dan membuat jurnal tim bersama
- Waktu yang sempit untuk diskusi, dua minggu hanya 3 jam saja bertemu via “club house” sisanya lewat Whatsapp Group. Bahagianya, kalau udah ngumpul di “club house” mereka bisa memberikan ide sebanyak banyaknya, beda jika di WAG masih terhalang jam online yang berbeda. Walau terkadang lewat club house juga tidak terlalu lancar karena kendala jaringan internet.
-Saat brainstorming banyak ide muncul dan secara bersama-sama dapat memahami bagaimana mendalami sebuah masalah dan mengurainya dengan lebih detail.
-Berbarengan dengan event Questival Kemerdekaan, sehingga seperti berkejaran dengan banyak sekali hal yang mesti dituntaskan. Semoga teman-teman merasa bahwa ini adalah sebuah pembelajaran tentang manajemen waktu, mengenal ritme belajar sebagai ibu Pembaharu, dan secara ga langsung ngerasain bagaimana belajar bersama bu Septi. Hehehehe..
-Ada teman dan keluarga dalam Tim yang terkonfirmasi, sehingga mereka terpaksa ijin untuk tidak terlalu aktif di grup. Alhamdulillah teman yang lain sangat mendukung.
Daan jadilah jurnal tim kami yang amat sangat keren, bikinan mbak Nani yang suka banget corat-coret tulisan. Niih linknyaa.
https://docs.google.com/file/d/117DxRHTzDjiNGKSS4vsEQxzzi_rdmHy-/edit?usp=docslist_api&filetype=msword

#materi3
#ibupembaharu
#bundasalihah
#darirumahuntukdunia
#hexagoncity
#institutibuprofesional
#semestaberkaryauntukindonesia
Mastermind dan False Celebration
Anggota Tim yang memberikan sarannya: #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...


























