Monday, January 27, 2020

Ini makananku part 2







Assalamualaikum, Semangat Pagii 

Hai bunda cekatan

Kali ini saya akan berbagi tentang daun yang saya dapat di hutaaan..Ini makanankuu


Berikut ringkasan dalam bentuk audionya


https://drive.google.com/file/u/1/d/1v5wuuHZvvdTvlR2-UBFvXWpXeRovtZVj/view?usp=drivesdk



Banyak sekali makanan namun saya memilih sesuai kebutuhan saya. Yaitu tentang seluk beluk emosi. 


Saya butuh daun bergizi ini untuk tubuh saya. Nutrisi ini saya butuhkan karena 

sampai saat ini saya terus berusaha untuk berkomunikasi efektif dengan pasangan, dengan anak-anak. 


Daun bergizi yang saya dapatkan yaitu:


1. Potluck yang disajikan mbak Handayani Retno menarik buat saya. Beliau berbagi tentang komunikasi. Menurut mbak Handayani, komponen komunikasi ada 3 yang pertama self/diri sendiri, yang kedua others dan yang ketiga context. Self maksudnya kita mengatakan apa-apa yang sudah kita kerjakan, others, maksudnya kita harus memahami dengan siapa kita berbicara, di lingkungan mana, latar belakang apa, sehingga kita bisa menempatkan diri dengan baik. Context maksudnya yang berhubungan dengan ruang dan waktu. Memahami situasi dan kondisi lawan bicara apakah sedang dalam suasana yang baik atau kurang baik. Selain itu dalam berbicara ada istilah etika dan etiket. Etiket dapat dipelajari secara teoritis sedangkan etika harus dilatih sejak dini yang kita sebut dengan adab.


Dalam berkomunikasi, kita harus bertanggungjawab dgn apa yang kita bicarakan, harus mampu menempatkan diri terhadap lawan bicara dan mampu membaca situasi lawan bicara


2. Tips komunikasi produktif dengan suami mbak fina febriani John grey, “men are from mars, women are from venus”


Laki-laki atau suami ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Perlu memahami ketika suami ingin menyendiri dan banyak diam

Beri suami waktu untuk menyelesaikan masalah, kita fokus dengan hal yang kita sukai.

Suami senang jika dia merasa dibutuhkan sang istri. Perhalus kalimat perintah menjadi kalimat tanya. Sehingga suami tidak merasa digurui. Suami biasanya menggunakan kalimat eksplisit atau to the point. Suami diibaratkan seperti karet, bisa meregang atau mengendur. Dia butuh aktivitas yang merupakan hobbynya untuk menyeimbangkan kebutuhannya sebagai personal dan sebagai suami. Istri perlu memahami hal ini dan kita bisa mencari kesibukan dengan hal yang disukai. Suami fokus pada hal besar namun lupa pada hal kecil yang disukai istri. Komunikasikan hal tsb dgn suami.


Istri perlu memahami perilaku suami yang diluar ekspektasi istri, saat momen yang kurang menyenangkan, jangan memaksa suami untuk berperilaku seperti yang kita inginkan, alihkan dan cari kesibukan dengan beraktivitas yang kita suka.


3. Potluck dari mbak Siti Rosita Bandung self healing terapi dengan konsep titip dan temani

Salah satu konsep berbicara/komunikasi dengan Allah


Saat kondisi yang membuat kita khawatir, kondisi yang membuat kita tidak nyaman, merasa sendiri dan merasa tidak sanggup menghadapi momen tertentu yang dianggap biasa maupun yang kritis. Kita berserah diri kepada Allah, ada Allah pelindung kita dan ada Allah yang selalu menjaga kita. Asal kita selalu mengingatNya. Berbicara kpd Allah atau berdoa dengan konsep temani dan titip, membuat hati menjadi tenang, ikhlas dan pasrah.


Ya Allah temani Hamba dalam situasi yang tidak nyaman ini, hamba ikhlas dan pasrah kepadaMu apapun yang terbaik menurut Engkau. Hamba titip semua diluar kemampuan hamba hanya kepadaMu. 


Gambarannya seperti kalimat di atas, namun situasinya dapat bermacam-macam.


4. Sebagai pelengkap potluck dari mbak Yoeni Yogyakarta, tentang anger management, 


Intinya energi/emosi marah tidak bisa dihilangkan, tetapi dialirkan


penyebab marah yang meledak, ransel2 emosi penuh dengan amarah disebabkan luka masa lalu atau innerchild, untuk mengosongkan ransel-ransel emosi dilakukan self healing terapi, anggaplah kita memiliki cooling down system dalam diri kita. Energi marah ini besar, dan seringkali dapat merusak diri dan lingkungan sekitar, namun demikian tidak dapat dihilangkan, hanya dapat dialirkan atau dialihkan


Tahapnya adalah aware (sadari dan kenali amarah ini kapan, dimana, dengan siapa, sebabnya apa), accept (terima kalau diri kita ini marah), allow (mengijinkan untuk marah), away (berpasrah diri pada Allah, tetapi mengalirkan emosi terlebih dahulu)


Semua daun ini sudah saya cicipi dan akan dikunyah pelan-pelan sehingga dapat dicerna dan memberikan nutrisi dan semangat lagi buat saya.


Terimakasih potluck teman-teman, saya melahap dengan nikmat dan semoga ilmunya berkah dan bermanfaat


Wassalamualaikum ww






Monday, January 20, 2020

Ini makananku



Di kelas ulat-ulat ini kita mulai mencari makanan yang dibutuhkan, mengumpulkan sebanyak-banyaknya sesuai kebutuhan, begitu banyak macam daun di hutan ini, ulat-ulat akan memilih sesuai jenis daun yang menjadi kegemarannya. Ternyata alam telah mengajarkan bagaimana caranya belajar. Harus mampu memilah dan memilih apa yang menjadi prioritas dalam hidup, tidak semua dimakan dalam waktu bersamaan.


Setelah melihat berbagai makanan yang disuguhkan, Mencukupkan diri untuk memilih makanan yang sesuai dengan pilihan prioritas penting dan mendesak terlebih dahulu, walau makanan lain yang lezat bersliweran, katakan “menarik, tapi tidak tertarik”.


Dan ternyata banyak ulat ulat yang setipe makanannya, ulat-ulat tersebut butuh daun yang sama. Di dunia ini ternyata kita tidak sendirian, banyak teman-teman yang mengalami permasalahan dan memiliki kebutuhan yang sama. Alhamdulillah jadi  bisa sharing..


Walau ada juga kebutuhan yang tidak terdapat di hutan ini, mungkin harus dicari dengan lebih teliti lagi, apakah daun itu termasuk yang langka atau memang hanya ulat tertentu yang memakan makanan tersebut.


#janganlupabahagia

#jurnalminggu1

#materi1

#kelasulat

#bundacekatan

#buncekbatch1

#buncekIIP

#institutibuprofesional





Wednesday, January 15, 2020

Aliran Rasa Tahap Telur-Telur



Belajar Bunda Cekatan ini dibuat sangat fun, mengandung prinsip yang tidak bisa di tolak yaitu dongeng, bermain, hadiah, dan kejutan. Dongeng setiap hari Rabu, diikuti sambil menikmati sinyal yang up and down, sehingga jarang untuk bisa menonton full. Tapi enaknya masih bisa ditonton saat sinyal sudah bagus. Permainan atau gamesnya diberikan pada hari berikutnya. Selanjutnya diberikan waktu untuk berdiskusi langsung dengan para “pendongeng”. Hadiah-hadiah dapat dirasakan sejak awal perkuliahan mulai dari pendongeng yang seru, system yang mudah dipahami dan bikin semangat, infografis yang menarik, perkuliahan yang tepat waktu, respon yang cepat terhadap pertanyaan dan paham dengan maksud yang disampaikan. 


Sebagai informasi bagi yang belum tahu, perkuliahan ibu profesional terbagi menjadi 4 tahap, Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, Bunda Shaleha, sebelum memulai tahap bunda Sayang ada tahap matrikulasi. Masing-masing tahap kurang lebih 1 tahun. Bunda cekatan ini dibuat menjadi 4 tahap yaitu tahap telur-telur, tahap ulat-ulat, tahap kepompong dan tahap kupu-kupu.


Jangan ditanya kalau mengerjakan gamesnya bikin putar otak. Bagaimana mencari telur hijau atau mengenali diri sendiri, bagaimana mencari telur merah, mengidentifikasi ketrampilan apa saja yang diperlukan untuk aktivitas kita yang bisa dan disukai, telur orange untuk menemukan cara belajar dengan adanya ilmu yang diperlukan untuk menunjang telur merah. Terakhir dalam tahap 1 ini adalah membuat mindmap. Dalam tahap telur-telur ini keterampilan apa yang mau kita kuasai? Bagaimana mengurai benang kusut dalam pikiran kita menjadi sebuah project keren untuk peningkatan kualitas diri. Melihat mindmap dari temen-temen agak keder jugaa, tampilannya oke banget dan keren, tapiii yang lebih penting project dalam mindmap itu benar-benar dijalankan tidak sekedar pajangan.


Ibu Septi  bilang jika dalam belajar kita, kita tidak berubah dalam hal apapun ke arah yang lebih baik, berarti kita hanya mengumpulkan ilmu dan menambah wawasan saja. Belajar dalam bunda cekatan ini pun menjadi pilihan kita, mau sekedar mengumpulkan tugas atau benar-benar ingin melakukan perubahan dan perbaikan. Semua pilihan masing-masing, dan kita akan mendapatkan konsekuensi dari pilihan kita.


Alhamdulilaah lulus tahap telur telur..


Terimakasih ilmu yang disampaikan oleh padepokan margosari, semoga barokah dan menjadi amal jariyah buat seluruh keluarga. 


#bundacekatan

#kelastelurtelur

#institutibuprofesional

#aliranrasatahaptelurtelur



Sunday, January 12, 2020

Mindmap untuk telur orange

Inilah mindmap ala saya dengan keterampilan mengelola emosi. Peta belajar saat ini yang diharapkan dapat memandu untuk mencapai tujuan.

Semoga bisa terus konsisten, komitmen, dan tangguh dalam menjalaninya.

Aamiin..






#janganlupabahagia

#jurnalminggu4

#materi4

#kelastelurtelur

#bundacekatan1

#institutibuprofesional

Sunday, January 5, 2020

Temukan cara belajarmu, Telur Orange-mu

Sampailah bunda cekatan kelas telur-telur di minggu ketiga yaituuu mencari telur orange….


Bagaimana mencarinya?

Setelah menemukan telur hijau (aktivitas suka dan bisa), telur merah (keterampilan yang membuat bahagia), sekarang bagaimana mencari telur orange (cara belajar terhadap ilmu yang diperlukan untuk menunjang telur merah)?


Setelah memilih 1 telur merah, yaitu keterampilan yang paling penting dan mendesak harus dikuasai, menemukan strong way-nya kini saatnya mem-breakdown, ilmu apa saja yang terkait dengan keterampilan tersebut dan dimana bisa ditemukan sumber ilmu serta cara belajarnya. Bagus jika bisa menyelesaikan 1 bulan 1 keterampilan, namun karena beberapa alasan saya hanya ingin satu keterampilan dalam masa bunda cekatan kelas telur ini. Yaitu Keterampilan mengelola emosi.


Strong Why


Emosi (baik positif dan negatif) selalu terjadi dalam keseharian. Agar lingkungan terdekat suami, anak-anak merasa nyaman dan untuk kesehatan fisik psikis diri sendiri, harus pandai mengelola dengan baik dan dapat menyalurkannya secara sehat. 


Ilmu apa saja yang diperlukan


Secara alam bawah sadar, menyadari akan kebutuhan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hal-hal yang diperlukan oleh jiwa. Selama hampir setahun ini, saya telah mempelajari rangkaian ilmu pola pertolongan Allah yang sangat memantapkan saya untuk memperkuat keyakinan dan kepercayaan terhadap Allah terhadap apapun, total bergantung kepadaNya, dan membereskan hidup berkaitan dengan emosi diri sendiri dan emosi ke lingkaran terdekat kita atau keluarga. Ilmu penunjang lainnya adalah hal yang terkait dengan perbedaan laki-laki dan perempuan, bagaimana berkomunikasi yang efektif, sekilas tentang psikologi umum, dan sekilas tentang kecerdasan emosional juga kecerdasan spiritual.


Sumber ilmu


Banyak sekali sumber ilmu jika kita ingin mencarinya, di era digital saat ini dengan mudah kita temukan ilmu yang akan kita pelajari, yaitu melalui channel youtube bisa kita temukan kajian-kajian yang live menampilkan pembicaranya, seolah-olah kita sedang berada dalam majelis tersebut. 


Bisa dengan kuliah online, atau universitas terbuka. Untuk saat ini belum terpikir untuk “kuliah” di universitas, mungkin di waktu lain. Yang efektif dengan mengikuti seminar atau trainning dengan pembicara tertentu dan mengulang kelasnya berkali-kali. 


Mencari dan membaca buku-buku referensi yang sesuai dengan tema ilmu



Cara Belajar


Dengan membaca dan mencatat, mendengarkan dan mencatatnya. Langsung dengan mengikuti seminar atau trainning, mengikuti forum belajar yang dibuat Bisa online dan offline, diskusi dan sharing dengan suami dan anak-anak juga teman dalam lingkup yang kecil dan berusaha mempraktekkan apa yang dipelajari agar tidak lupa. 


Banyaknya sumber ilmu membuat kita harus memilah mana saja ilmu yang diperlukan untuk kita, jika terasa perlu semua, tetapkan prioritas dan waktu untuk menyelesaikan satu ilmu tersebut. Sehingga dengan ilmu tersebut kita mampu melakukan perubahan yang lebih baik pada diri kita.


Masih dalam tahap belajar dalam menentukan prioritas, ingin sekali belajar suatu hal secara mendalam sehingga menjadi sebuah keahlian dalam hal tersebut. Bunda Cekatan memfasilitasi belajar saya dan ribuan ibu-ibu profesional yang lain. 



Catatan dongeng Telur Orange dari bu Septi


  • Jika banyak aktivitas suka dan bisa yang membuat bahagia dan bahagia banget, perlu ada keterampilan yang harus dimiliki, namun tidak bisa  semua dipelajari dalam satu waktu, temtukan prioritasnya. Pilih yang penting dan mendesak.

  • Merdeka belajar dan belajar merdeka. Tentukan apa yang mau kita pelajari, jadilah ulat yang menemukan makanan terbaik untuk dirinya.

  • Bagaimana konsep merdeka belajar belajar merdeka? Merdeka itu independence tidak tergantung orang lain, tidak terbelenggu dengan satu cara, satu guru, harus adaptif. Belajar tentang merdeka belajar membuat diri kita merdeka dalam belajar, ingin berubah dimana, perlu ilmu apa.

  • 1. Komitmen pada tujuan, tujuan belajar harus jelas, dan kuat, temukan “strong why” mengapa harus belajar hal tersebut. Sehingga punya semangat untuk mencapainya

  • 2. Mandiri pada cara tidak boleh meniru-niru cara yang belum tentu cocok dengan diri kita

  • 3. Memiliki prioritas, pilih yang penting dan mendesak terlebih dahulu sesuai kebutuhan dan kebahagiaan diri.

  • 4. Berefleksi tentang apa yang sudah bagus, perubahan apa yang perlu dilakukan?

  • Dalam menemukan telur Orange tanyakan pada diri sendiri, mengapa perlu keterampilan tersebut? Ilmu apa saja untuk menunjang keterampilan tersebut, bagaimana menetapkan prioritasnya? Ritme dan cara belajar yang seperti apa yang sesuai dengan diri kita? Sehingga satu hal atau satu telur saja jika dapat menguatkannya dengan benar dapat menguatkan kehidupan sebagai perempuan, istri dan ibu. Sumber ilmu banyak sekali, ada di sekitar kita.

  • Indikator bahagia adalah tidak mengeluh yang ada hanya syukur dan sabar

  • Bagaimana melakukan perubahan setelah mengetahui sebuah hal?

  • 1. Hal tersebut sangat mungkin dilakukan

  • 2. Kontrol ada pada diri sendiri

  • 3. For things to change, you must change first

  • 4. Dimulai dari hal kecil

  • 5. Untuk berubah adalah mau atau tidak mau bukan bisa atau tidak bisa.


    Bismillah...


#janganlupabahagia

#jurnalminggu3

#materi3

#kelastelurtelur

#bundacekatan1

#institutibuprofesional


Thursday, December 19, 2019

Temukan Terampilmu

Dongeng kedua dari Pemuda yang bisa kita ambil ilmu kerennya. Mas Pandu Kartika Putra yang tidak lain adalah suami mbak Enes, anak bu Septi dan pak Dodik. Senang sekali bisa mendengar dongeng dari beliau tentang Meta kognisi. Sebuah cabang ilmu untuk belajar bagaimana caranya belajar, bagaimana menangkap dan mengatur informasi. Kenapa ilmu metakognisi ini penting pertama karena adab dalam belajar, kedua untuk akselerasi system belajar.


Tujuan belajar di Bunda Cekatan salah satunya menjadi Pembelajar yang mandiri


Bagaimana tahap menjadi pembelajar mandiri?

  1. Pembelajaran harus timbul dari diri sendiri, atau inisiatif diri sendiri

  2. Pembelajaran boleh dengan bantuan orang lain atau tanpa bantuan orang lain

  3. Mendiagnosa kebutuhan belajar.

  4. Memformulasikan tujuan belajar

  5. Identifikasi kebutuhan sumber daya untuk belajar (guru, kelas, akses internet, seminar)

  6. Memilih dan mengimplementasikan strategi belajar (bisa dengan langsung praktek, mengulang-ulang video, membuat jurnal, membuat komunitas belajar)

  7. Evaluasi Hasil belajar


Untuk mempersempit pembahasan fokus pada poin 3 dan 7

Toolnya adalah Peta Belajar

Untuk mendiagnosa kebutuhan belajar, perlu membuat peta  dari hal-hal yang ingin dipelajari, bisa dengan pohon belajar, atau mindmapping. 


Misal bisa juga dengan membuat komunitas belajar, saling share peta belajar, perhatikan kebutuhan yang overlap sehingga bisa dibuat panduan umum dalam hal yang ingin dipelajari. 


Tugas berikutnya memastikan 5 telur hijau adalah benar-benar hal suka dan bisa juga penting untuk dilakukan, jika kurang penting dapat langsung ditinjau ulang. Jika sudah memiliki jam terbang tetap lanjutkan namun apakah perlu ilmu tambahan untuk membuat aktivitas menjadi titik kebahagiaan. 


Kalau melihat 5 aktivitas atau telur hijau pada games yang lalu, aktivitas saya adalah menulis, memasak, berenang, beres-beres rumah, traveling. Setelah melihat kembali ada aktivitas yang seharusnya menjadi prioritas, yaitu menjadi aktivitas sebagai Fasilitator Pendidikan Anak. Saya ingin aktivitas ini menjadi fokus saya dalam waktu dekat ini. Yang telah saya jalani selama hampir 3 tahun. 


Jadi telur hijau saya sekarang menjadi aktivitas suka, bisa dan penting yaitu: fasilitator pendidikan anak, menulis, memasak, beres-beres rumah, dan traveling. Aktifitas berenang menjadi aktifitas tambahan saja. 


Dari 5 aktifitas tersebut kemudian saya gali lagi keterampilan apa saja yang diperlukan untuk menunjang aktifitas suka dan bisa. Ternyata banyak sekali ilmu penunjang atau keterampilan penunjang yang diperlukan. Dan saya harus memilahnya lagi dalam kategori keterampilan yang penting dan mendesak, tidak penting dan mendesak, tidak penting dan tidak mendesak, penting dan tidak mendesak. Diperlukan memilah dan memilih apa yang akan dipelajari dalam waktu dekat dan juga memperhatikan skala prioritas sehingga aktifitas suka dan bisa menjadi aktivitas yang semakin memberikan kebahagiaan buat diri sendiri, suami dan anak-anak.


Setelah proses mendiagnosa kebutuhan belajar berikut 5 keterampilan yang penting dan mendesak ala saya:


1. Keterampilan Mengelola Emosi


Semua teori parenting menjadi percuma jika diri sendiri tidak memiliki keterampilan untuk mengelola emosi. Mengelola emosi dengan cara merilis emosi sehari 1 emosi sudah sangat bagus, apalagi dilakukan secara konsisten. Contoh, jika marah ke anak dengan cara yang baik, tetap mengatur nada suara dan konten dapat dimengerti anak, bukan pelampiasan, bukan pula marah yang tidak jelas. 


2. Keterampilan Fasilitator Pendidikan Anak


Sampai hari ini yang belum saya tuntaskan adalah belajar Fitrah Based Education dan turunan-turunannya. Bagaimana saya menyiapkan anak-anak menjadi pembelajar mandiri, adalah dengan saya juga belajar bagaimana menjadi pembelajar mandiri. Belajar karena kebutuhan bukan karena disuruh. Bagaimana memelihara fitrah anak-anak sehingga terjaga sampai ia dewasa. Bagaimana mendampingi anak-anak untuk menemukan peran hidup, bersamaan dengan itu saya belajar pula untuk menemukan misi saya hidup di dunia ini.


3. Keterampilan Managemen Rumah Tangga


Keterampilan ini banyak sekali cakupannya, kebetulan tentang pernak pernik rumah tangga merupakan hal yang saya sukai walau masih sering dikesampingkan, dibandingkan 2 keterampilan di atas. Mencuci, menyeterika, melipat baju, menyapu, mengepel, memasak, organisir baju, organisir buku dan lain-lain sering sangat mendesak tapi masih bisa kompromi. Setelah lulus dari kelas konmari dan gemarrapi, dan sekarang sedang menunggu kelas lanjutan dari gemarrapi, masalah beres-beres rumah belum selesai juga tapi paling tidak sudah tau gambarannya harus bagaimana. Ada sikap yang mendasar yang harus diubah yaitu kebiasaan membeli barang yang tidak diperlukan, seharusnya dengan memanfaatkan yang ada di rumah. Kebiasaan mengoleksi barang yang ternyata tidak pernah dipakai dan hanya menjadi pajangan saja. Kebiasaan menyimpan barang yang belum tahu akan dipakai kapan. Jika kebiasaan itu sudah bisa dikurangi atau dihilangkan, InsyaAllah rumah tetapnrapi dan beres saja.



4. Keterampilan Berkomunikasi


Penting sekali, untuk melatihkan berkomunikasi ini, kami di rumah memberi kesempatan pada anggota keluarga pada momen OPEN SPACE dimana siapa saja boleh sharing sesuatu yang diketahui dan berbagi dengan anggota keluarga yang lain.


5. Keterampilan Membaca Cepat dan Jurnalistik


Ini adalah keterampilan tambahan agar dalam waktu yang singkat dapat menyelesaikan buku-buku yang banyak dan dapat menarasikan apa yang telah dibaca baik melalui lisan ataupun tulisan.


#janganlupabahagia

#jurnalminggu2

#materi2

#kelastelurtelur

#bundacekatan1

#institutibuprofesional





Saturday, December 14, 2019

Lacak Kekuatanmu

Lacak kekuatanmu


Langkahnya adalah dengan mengelist daftar aktivitas yang dikelompokkan dalam 4 kuadran. 


I Bisa dan suka

II Tidak bisa dan Suka

III Tidak bisa dan tidak suka

IV Bisa dan Tidak Suka


Dalam proses mengisi kuadran-kuadran ini ada proses menggali pada diri sendiri. Proses bertanya, merenungi, bahkan flashback selama puluhan tahun. Woow


Setelah dilist banyak sekali aktivitas di kuadran tidak bisa namun suka ternyata minat saya banyak juga tapi kurang ilmu. Aktivitas bisa dan suka juga banyak, namun harus fokus dulu di lima aktivitas yang membuat bahagia. Apakah ituuu..?


Aktivitas itu adalah menulis, beres-beres rumah, memasak, berenang, traveling. 


Menulis

Setiap orang bisa menulis masalahnya mau atau tidak menekuninya. Saya masih belum fokus untuk menulis, hasil tulisan tidak usah dipikirin seharusnya, tulis saja, saya masih banyak alasan untuk rajin menulis. Bismilah semoga bisa fokus dan semangat untuk menulis apapun. Dengan menulis pikiran lebih tertata dan tidak ruwet.


Beres-beres rumah.

Berawal dari rumah yang banyak tumpukan barang, mencoba belajar bagaimana cara menata rumah, mengikuti kelas konmari yang akhirnya menjadi kelas gemarrapi, saya menginginkan rumah yang sehat dan sedap dipandang. Walau masih belum sukses setidaknya hal ini cukup membuat bahagia.


Memasak

Memasak salah satu aktivitas seru juga walau menguras energi dalam prosesnya. Bahagianya terletak saat memasak, bisa sambil denger lagu, atau mendengar anak bercerita. Menikmati proses masak, proses icip-icip dan koreksi rasa. Pernah gagal juga masak, tapi ga kapok tetep pengen selalu masak. Selain karena perlu aktivitas ini karena kebutuhan, juga sebagai ajang latihan biar lebih berpengalaman.


Berenang.

Diawali dengan aktivitas berenang yang saya suka namun tidak bisa, akhirnya si berenang ini pindah kuadran menjadi aktivitas yang suka dan bisa. Semoga nanti aktivitas lain yang ada dalam kuadran suka namun tidak bisa, sedikit demi sedikit pindah kuadran ke suka dan bisa. Aamiiin.

Berenang ini membuat bahagia banget, setelah bisa satu gaya aja, enak banget sensasinya. Sambil berlatih nafas, ritme pernafasan menjadi teratur, pasokan oksigen ke tubuh bertambah, dan badan menjadi lebih segar dan sehat.


Traveling.

Bentuk traveling bisa sendiri, bareng keluarga atau bareng teman. Bisa pake koper atau ransel dengan kata lain bisa dengan budget pas-pasan atau sekali-sekali dengan budget yang longgar, bahkan camping dengan fasilitas seadanya. Banyak yang dilakukan dengan kita melakukan traveling, misal fotografi, wisata kuliner, videografi, menulis, memasak juga bisa. Bahagia banget walau pulangnya jadi banyak cucian.


Bismilah fokus, komitmen, dan konsisten



#janganlupabahagia

#jurnalminggu1

#materi1

#kelastelurtelur

#bundacekatan1

#institutibuprofesional










Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...