Thursday, May 14, 2020

Mentorship 2 Self Assesment

Posisi saat ini saya adalah terdaftar sebagai Mentor tentang Menjalani pola makan Eating Clean dengan satu orang mentee dan sebagai sekaligus sebagai mentee tentang Bagaimana berkarya melalui podcast melalui seorang mentor.

Tahap kupu-kupu ini belajar menjadi mentor bagi saya bukan karena sudah mumpuni tapi belajar berbagi sesuatu yang sudah dikerjakan selama ini dan membuat perubahan yang baik pada diri sendiri. Namun bagi yang sudah mumpuni wajib hukumnya untuk menjadi mentor.

Menilai tingkat keahlian sendiri

Menjalani program eating clean ini baru berlangsung selama 3 bulan. Menurut saya program ini yang paling cocok buat saya dan membuat saya lebih bahagia. Bahagia dalam berbelanja, bahagia dalam menyiapkan masakannya, bahagia dalam menikmati masakannya dan bahagia merasakan respon tubuh yang baik terhadap makanan lebih sehat yang dimakan.

Bahagia menjalaninya bersama keluarga. Dan program ini merupakan salah satu dari wujud syukur kepada Allah Swt untuk menjaga kesehatan kita masing-masing.

Program ini insya Allah akan diterapkan dalam hidup sehari-hari selama seumur hidup. Semakin lama menjalaninya semakin luwes dalam memilih bahan pangan. Berlatih memasak makanan sehat dengan cepat dan praktis. Sesuai dengan prinsip eating clean. Berinovasi dengan menu-menu yang lebih bervariasi.

Kalau dalam tahap belajar tingkat keahlian saya masih tahap basic secara materi dan prakteknya.

Kalau dalam tahap sistem mentoring, tingkat keahlian saya pun masih tahap basic, bersyukur bisa ikut program mentoring di kelas ini, sudah diberikan langkah-langkah yang harus dilakukan selama 8 minggu. Dan perlu banyak belajar dengan bu Septi. Menurut beliau dalam tahap mentoring, tugas mentor adalah memandu, mendampingi, menjadi fasilitator dan melatih kemampuan bertanya dengan baik dimulai dengan How, What, Where, When, Who, Why dan which one. Tetap menjaga adab menjadi mentor dan tetap rendah hati dan tetap tegas dalam prosesnya. Tidak selalu “menyuapi materi” namun menggali kemampuan mentee, bahkan mentor belajar banyak dari mentee.

Bertemu dengan pasangan mentorship melalui Video Call

Bertemu muka secara online. Alhamdulilah akhirnya bisa video call bersama mentor dan juga mentee, jadi terasa lebih dekat dan mengenal lebih jauh tentang latar belakangnya, bercerita tentang awal perjalanan ikut bunda cekatan dan menceritakan sedikit tentang mindmapnya.

Mendapatkan sedikit gambaran tentang mereka, dan insyaAllah siap bersama-sama belajar.

Untuk mentor saya, tentang Public Speaking khususnya podcast adalah mentor yang tepat untuk saya karena saya sedang memerlukan media untuk sharing namun masih dalam batas audio, bagaimana mengatur ide yang akan disampaikan, bagaimana mengatur intonasi suara, bagaimana mengeluarkan power suara agar jelas terdengar namun tetap ramah di telinga para pendengar dan juga bagaimana agar dalam waktu yang singkat bisa menyampaikan ide dengan baik.

Untuk mentee saya dalam menerapkan hidup sehat dengan eating clean, kita layaknya belajar bareng atau peer mentoring, karena level saya masih basic dan masih harus banyak belajar. Banyak yang sudah mentee lakukan misalnya rutin berolahraga, meninggalkan makanan gorengan dan bacaan-bacaan yang berhubungan dengan eating clean. Dan punya harapan untuk bisa menyajikan makanan-makanan sehat yang lebih bervariasi agar tidak cepat bosan. Untuk harapan ini semoga bisa kita capai bersama-sama.

#jurnalminggukedua
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan1
#Institutibuprofesional


Thursday, May 7, 2020

Mentorship Program tahap 1



Haii, yuuk mari bergabung bersama saya

Menerapkan pola hidup sehat Eating Clean

Bukan diet, tapi efeknya luar biasa buat tubuh. Bisa jadi hal ini adalah solusi dari permasalahan tubuh selama ini.

Buat yang sering gagal diet, memaang ga usah diet, Eating Clean pola makan seumur hidup, buat semua umur, anak-anak, dewasa, dan orang tua. Dan untuk sehat bukan hanya pola makan, tapi pola hidup keseluruhan. Kesehatan menjadi sangat penting, menjaganya adalah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah.

Pilih makan sehat, makan pintar, makan benar dengan Eating Clean.



Begitu kira-kira apa yang saya tuliskan pada deskripsi profile mentor

Tahap kupu-kupu ini adalah tahap dimana kupu-kupu mulai belajar terbang dan melihat sekitarnya. Dalam bunda cekatan diwujudkan dengan cara mentorship program. Tantangan kali ini adalah menawarkan diri untuk menjadi mentor, disisi lain menjadi mentee pada orang lain di bidang yang kita anggap perlu improvement. Teknis program ini disupport oleh Facebook dimana aktivitas kita di rekam oleh system. Selama 8 minggu aktivitas pada conversation di aplikasi Messenger terdeteksi. Dan system akan memberi keterangan sampai dimanakah step yang telah dilalui, dan system akan merekomendasikan beberapa pilihan terkait langkah selanjutnya.

Apa manfaatnya mentorship ini?

- Agar setiap orang punya kesempatan pada posisi yang berbeda. Bisa menjadi mentor, bisa menjadi mentee, sesuai prinsip semua guru, semua murid.
-Agar bisa memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan, empati.
-Agar menjaga adab dalam belajar.

Bagaimana pengalaman menjadi mentor dan mentee?

Tahap awal ini saya dag dig dug derr, mulai menawarkan diri, banyak pertentangan batin hahaha. Namun bu Septi menguatkannya dengan menyemangati pada bunda tidak apa-apa, tidak harus menunggu sempurna untuk melangkah.

Sedangkan menjadi mentee terasa lebih mudah hehehe, yang sulit memutuskan untuk menjadi mentee di bidang apa? Ternyata banyak sekali pilihan yang menggiurkan dan kembali para bunda dilatih untuk memprioritaskan sebuah pilihan, diantara banyak pilihan menggiurkan.

Saya menjadi mentor di bidang “Hidup Sehat” dan menjadi mentee di bidang “Public Speaking”

Pekan ini antara mentor dan mentee saling berkenalan menggambarkan profil masing-masing sehingga bisa saling menilai kapasitasnya sebagai mentor dan mentee, mungkin disini saatnya menerima inilah mentor saya dan inilah mentee saya. Sambut dengan baik dan tetap berbaik sangka. InsyaAllah ilmu yang akan kita dapatkan menjadi berkah.

#jurnalkesatu
#tahapkupu-kupu
#bundacekatan1
#instituibuprofesional

Sunday, April 26, 2020

Aliran rasa tahap kepompong

Bismillah
Alhamdulilah tantangan 30 hari terlewati, juga puasa 3 hal pun yang merupakan uji coba puasa sebelum puasa sesungguhnya dalam kehidupan nyata, sudah terlewati.

Naik turun mengerjakan tantangan ini sungguh terasa, dimulai dengan niat, bu Septi “hanya” sebagai pemandu, kita yang menjalaninya, kita pula yang bertanggung jawab atas apa yang kita pilih. Mau mengerjakan dengan baik atau asal-asalan itu kembali lagi kepada diri kita sendiri, bebas saja di tahap ini. Namun setiap individu tidak akan terbebas dari konsekuensi atas apa yang dia pilih.

Tahap ini merupakan pilot project untuk project seumur hidup saya, selesai tahap kepompong bukan berarti selesai membuat tantangan dan selesai berpuasa 3 hal. Tantangan selanjutnya adalah meneruskannya sampai akhir hidup. Bismilah InsyaAllah.

Tantangan 30 hari dengan tema apapun tentang hidup sehat. Puasa 3 hal berupa puasa bersuara seperti keledai, puasa gadget, puasa menunda pekerjaan. Begitulah gambarannya, semoga segala sesuatunya menjadi baik seiring dengan perjuangan untuk mengubah diri sendiri yang memang butuh energi. Lakukan dengan bahagia, setiap perubahan yang baik akan kembali lagi efeknya kepada kita. Bahkan orang-orang di sekitar kita.

Saat lebaran kepompong, saatnya silaturahim dengan Bu Septi dan Pak Dodik, ini dia insightnyaa..

Seperti yang disampaikan pak Dodik dan Bu Septi, perubahan kecil yang bisa dilakukan lebih baik daripada hanya bermimpi untuk melakukan perubahan besar dan tidak pernah terlaksana.

Memaknai proses ibu dalam program bunda cekatan ini, menurut pengamatan Pak Dodik, momen ini merupakan sebuah keberkahan yang harus disyukuri.

Pertama, secara tidak sengaja proses ini berbarengan dengan merebaknya krisis covid-19, dimana ibu-ibu saat tahap kepompong menarik diri dari keramaian, ketika selesai tahap kepompong, keluar menjadi kupu-kupu, telah disiapkan lahan untuk para kupu-kupu untuk bisa menebarkan manfaat sesuai dengan amalan masing-masing. Membantu proses penyerbukan bunga-bunga. Yang sangat berperan untuk kehidupan.

Hal-hal yang bisa dilakukan yaitu menolong diri sendiri dan menolong orang lain terutama orang-orang terdekat yaitu saudara, tetangga, lingkungan sekitar.
-Lakukan apa yang bisa dilakukan
-Mengajak ibu yang lain untuk melakukan kebaikan
-Meluberkan empati sebesar-besarnya

Kedua, timing memulai tahap kupu-kupu berbarengan pula dengan bulan puasa dimana amalan-amalan dilipatgandakan. Sebuah keberkahan yang patis disyukuri.

Sebagai pasangan Pak Dodik sangat mendukung apa yang dilakukan Bu Septi. Pak Dodik merasa mendapatkan kejutan dan hadiah dari tantangan 30 hari bunda cekatan. Mendapatkan menu makanan yang fresh dan dapur yang rapi selama 30 hari. Dan bu Septi pun menganggap tantangan seperti permainan yang fun untuk dilakukan.

Bagaimana agar perilaku tidak kembali lagi seperti sebelum melakukan tantangan?
Bagaimana agar selalu komitmen dan konsisten?

Jangan merasa selesai setelah wisuda, atau jangan merasa berhenti berproses karena telah menjadi kupu-kupu.

Wisuda arti katanya winisudo dadi senopati (diangkat menjadi senopati)
Tidak ada proses wisuda yang turun kelas

Saat ini ibu-ibu berproses dan memulai kehidupannya sebagai kupu-kupu. Dan tidak meninggalkan prosesnya saat menjadi kepompong.

Terimakasih Bu Septi dan Pak Dodik telah memfasilitasi belajar para ibu-ibu di Indonesia, sehingga tidak kehilangan arah tujuan.

Begitulah lebaran seru selesai di tahap kepompong, InsyaAllah dengan sekuat tenaga berusaha selalu lebih baik dari hari kemarin.

Sampai jumpa di masa depan. Semoga sukses



#aliranrasatahapkepompong
#bundacekatan1
#institutibuprofesional

Wednesday, April 22, 2020

Melanjutkan puasa menunda pekerjaan


Pekan ini adalah pekan terakhir puasa kepompong, dimulai dari tanggal 19 April sampai dengan tanggal 22 April 2020. Momen kali ini saya harus berlatih lagi untuk tidak menunda pekerjaan yang sudah direncanakan. Bukan karena ada hal yang lebih penting tapi karena yang direncanakan tersebut dianggap belum mendesak. Astaghfirullah. Inilah yang perlu diperbaiki lagi, menganggap masih banyak waktu luang, sehingga santai dan masih juga menunda. 

Satu saja item to do list yang kita kerjakan, ternyata banyak sekali sub item yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Makin sering menunda, makin menumpuklah item to do list tersebut. Bijaklah mengelola waktu, manfaatkan waktu luangmu sebelum datang waktu sempitmu. Allah sudah memberi waktu yang sama kepada setiap orang, kembali kepada masing-masing mau dimanfaatkan seperti apa, mau menjadi apa dengan waktu yang diberikan, apakah hanya terbuang sia-sia atau menjadi waktu yang berkah dalam setiap detiknya.

Puasa sampai dengan pekan keempat ini masih tertatih-tatih, masih banyak alasan dan masih belum bisa efektif dalam menggunakan waktu. Insya Allah akan terus diperbaiki dan dengan kesadaran diri memaksa diri untuk mengerjakan apa yang sudah direncanakan.

Berikut penilaian puasa sampai dengan pekan keempat

Excellent
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-bisa ngobrol seru dengan suami dan anak
-Emosi stabil dan bisa dikendalikan
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Kurang dari atau sama dengan 3 jam memegang handphone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang selesai dengan tuntas sesuai dengan waktu yang direncanakan

Very good
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Ngobrol biasa dengan suami dan anak
-Tidak ada teriakan, bisa dengan sadar mengendalikan
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Dalam range 3-4 jam memegang handphone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang lebih penting

Satisfactory
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Sedikit ngobrol dengan suami dan anak
-Ada teriakan, namun cepat sadar dan mengoreksi sikap
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Dalam range 4-5 jam memegang handphone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai
dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi beralih ke hal yang kurang/tidak penting

Need improvement
Puasa pekan pertama berhenti bersuara keras seperti keledai
-Hanya pertanyaan ya atau tidak, bukan mengobrol
-Teriakan keras panggilan untuk mereka bisa menaati hal yang sudah disepakati, ada nada jengkel
Puasa pekan kedua puasa Gadget
-Lebih dari 5 jam memegang handpone
Pekan ketiga dan keempat puasa menunda pekerjaan
-ada satu pekerjaan yang seharusnya bisa selesai dengan tuntas dalam waktu yang direncanakan tapi tidak dikerjakan sama sekali

Bismilah walau puasa ini hanya sampai pekan keempat, Insya Allah akan diteruskan sepanjang hidup, berharap semoga perubahan diri secara perlahan-lahan bisa konsisten dilakukan.



#jurnalmingguan
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#minggukeempat

Tuesday, April 21, 2020

Hidup sehat secara menyeluruh



Hari ini hari terakhir dalam tantangan 30 hari, untuk melanjutkan tantangan ini pada kehidupan yang nyata. InsyaAllah akan terus konsisten dengan hidup sehat. Dalam hidup sehat tidak hanya secara fisik tapi juga secara psikis, lebih luas lagi secara social dan spiritual. Hidup sehat secara menyeluruh bukan setengah-setengah.

Misal pola makan udah bagus, tapi masih iri sama orang lain, ghibahin orang, senang lihat orang susah, susah lihat orang senang hehehe. Apakah ini hidup sehat? Enggak kan?

Misal orangnya santun, kalem, ibadah keren, tapi makannya kurang diperhatikan, apa saja dimakan asal enak di lidah dan perut kenyang. Kurang memperhatikan apakah yang dimakan itu halal dan thayyib. Apakah ini hidup sehat? Enggak juga kan?

Misal semua udah keren, ibadah, pola makan, silaturahim jalan terus, tapi suka menyimpan emosi tertentu terhadap orang lain. Kurasa inipun ga sehat. Bisa jadi bom waktu dan bisa jadi penyakit.

Kesimpulannya hidup sehat harus dilakukan secara menyeluruh. Mencakup segala tingkah polah perilaku individu itu sendiri terhadap diri sendiri, orang lain, alam semesta, dan Allah Yang Maha Kuasa.

Memulainya bisa dari mana saja, mulai dari hal yang mudah dulu. Allah selalu menunjukkan caranya. Mungkin kita diberi permasalahan yang tak kunjung selesai, dari situlah pesan cinta-Nya yang harus dibaca. Sesuatu itu sering kita anggap sebagai masalah, padahal Allah sedang menyampaikan sesuatu kepada kita, baca pesan cinta-Nya berhentilah berfikir, tapi rasakan cinta Allah kepada kita dengan mengirimkan -yang sering kita anggap sebagai “masalah”. Pelan-pelan jalani, mohon petunjuknya. Secara ga sadar Allah tuntun kita untuk mendapatkan petunjuk. Misal, ke toko buku tiba-tiba kita tertarik dengan sesuatu yang sebelumnya kita acuhkan. Atau lagi jalan-jalan di timeline facebook, ada yang share sesuatu. Dan saat itu kita merasakan “AHA” momen. Atau pas banget baca Quran dan terjemahan merasa pas banget dengan yang dialami saat ini. Saya percaya itu merupakan petunjuk-Nya. Bukan suatu yang kebetulan. Selalu dekati Allah, selalu minta petunjuknya, minta sama Allah agar mempunyai pikiran yang terbuka dan hati yang lembut untuk dapat membaca petunjuk-Nya.

Ini prakteknya wow banget susahnya…

Terkadang baru sadar klo itu sebuah petunjuk setelah kita melewati prosesnya. Astaghfirullah selalu terlambat menyadari.

Semoga apa yang dilakukan dengan bahagia bisa mengantarkan kita kepada peran hidup kita sebenarnya, sesuai dengan fitrahnya.

Mari sematkan badge “very good” untuk semangatnya sampai hari ini.


#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#hariketigapuluh


Monday, April 20, 2020

Belajar Hidup Sehat


Hidup sehat ini yang akhirnya menjadi resolusi kami dalam sepanjang tahun 2020 ini. Entah ujungnya seperti apa akankan melahirkan beberapa project baru yang berkesinambungan?

Insya Allah.

Dalam sebuah perubahan yang diperlukan adalah open mind, mau menerima masukan yang baik, tidak banyak beralasan, tidak perlu menunggu sampai sesuatu terjadi dalam tubuh kita kan? Bukankah mencegah lebih baik dari mengobati?

Mencegah itu, membatalkan terjadinya penyakit-penyakit yang berbahaya dengan cara makan sehat dan gaya hidup yang sehat. Mengobati pastinya banyak biaya yang dikeluarkan, selain biaya, waktu dan produktifitas terganggu. Karena itu, penting sekali menjaga kesehatan kita, dan ini adalah salah satu wujud syukur kita kepada Allah Swt. Sudah diberikan kehidupan di dunia ini, jangan secara sengaja maupun tidak sengaja kita merusaknya secara perlahan-lahan. Cari tahu apa yang kita makan, sehat ataukah tidak, baik ataukah tidak untuk badan, terus belajar, tidak boleh malas, tidak boleh sembarangan, asal enak di lidah, tapi tidak baik untuk tubuh. Segera berhenti dari kebiasaan yang kurang baik gantikan dengan kebiasaan baik sedikit demi sedikit. Mulai dari yang mudah dulu, tetapkan dalam waktu tertentu dan tambah lagi kebiasaan baik lainnya. Dan saya pernah punya pengalaman kurang mengenakkan buat suami karena secara tidak sengaja saya agak memaksakan kemauan saya, menganggap bahwa setiap orang harus punya pemahaman dan kecepatan perubahan yang sama seperti saya, saya lupa bahwa tiap orang itu berbeda, dan saya harus menghargai setiap perubahan yang telah dilakukannya, dan menunggu langkah-langkah berikutnya dengan sabar, tidak menggegasnya. Hehehe.. maafkan yaa..

Agar perubahan pola makan menjadi lebih smooth, berlatihlah memasak sehat dan enak. Tambah variasi dalam memasak. Sangat banyak sekali ragam jenis menu dengan satu jenis bahan saja. Misal dengan ikan nila bisa dimasak dengan berbagai macam jenis masakan. Yang penting tetap diperhatikan cara pengolahannya. Sangat penting dipelajari dan dipraktekkan, memasak mudah, memasak cepat, memasak benar, memasak yang sehat, sehingga tidak lagi sering beli makan diluar karena malas ke dapur atau malas belanja. Ayoo berhenti dari kebiasaan buruk. Lalu komitmen dan konsisten yang menjadi senjatanya. Yang penting selalu bahagia menjalaninya.

Seperti mengerjakan tantangan ini hampir 30 hari terlewati. Semoga tetap dapat terus menjaga komitmen dan konsisten.

Mari sematkan badge “satisfactory” untuk kali ini. Semoga tetap semangat.



#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhsembilan

Sunday, April 19, 2020

Dapurku

Waktu awal pindah ke Tanjung, tempat tinggal kami masih original banget yaitu tipe 45, dengan 2 kamar dan 1 kamar mandi, ruang tamu gabung dengan ruang keluarga sekaligus dapur. Dan sepertinya ga layak untuk menerima tamu. Saya udah jelas stress, sering uring-uringan karena minimnya area gerak saya terutama kalau sedang menyiapkan makanan. Sampai berangan-angan punya dapur yang luas, bersih, dan lengkap. 

Akhirnya bilang sama suami, “Mas, gimana aku bisa hidup normal, semua serba ga lengkap?”

Suami jawab, “Buat ayah, bunda dan anak-anak pindah kesini, itu sudah lengkap banget”

#Eaaa.. diem deh beberapa detik..senyum juga sih walau lanjut lagi komplainnya. Hehehe maafkan kelakuanku.

Sekarang alhamdulilah udah ada dapur sendiri walau ga terlalu luas tapi sudah layak untuk menyiapkan segala keperluan makan. Masih harus decluttering barang-barang biar ga terlalu penuh dan sesak. 

Apa keistimewaan dapur buat saya?

Dapur itu merupakan salah satu tempat me time saya selain kasur dan bantal, hehehe, saya yang termasuk jarang masak tapi suka banget kegiatan dapur, kalo ga ada kegiatan lain pengennya berlama-lama di dapur. Terjun ke dapur full baru saat pindah ke Tanjung ini tahun 2014an, karena ga ada ART yang bantuin hehehe. Sudah 10 tahunan setelah menikah ga pegang dapur, klo ga beli yaa dimasakin sama yang bantuin di rumah. Wajar kalo ternyata saat masak sering gagal juga, tapi suami ga tau sih kalo itu masakan gagal, masih bisa dan enak dimakan. Baru 2 bulanan ini saya hampir ga pernah beli makan di luar alasannya sejak mempraktekkan eating clean, masak di rumah lebih sehat, ternyata masak sendiri ga ribet kok karena masakannya sederhana, mudah dan tidak terlalu banyak proses.

Lay out dapur yang sekarang walau masih banyak kekurangan, saya happy karena bisa mengerjakan banyak pekerjaan sambilan saat memasak. Bisa sambil nonton tv atau mendengarkan kajian, bisa sambil ngobrol bareng anak-anak. Ada meja serba guna yang saat memasak dipakai untuk persiapannya, saat selesai masak berubah menjadi meja makan. Maklum rumah yang tidak terlalu besar memang perlu disiasati. Dapurnya menyatu dengan ruang keluarga sehingga saat memasak tidak terisolasi melainkan masih di tengah-tengah keluarga.

Dapur yang nyaman buat pemakainya bikin hati bahagia dan semangat untuk beraktivitas, diusahakan dapur selalu bersih, di meja makan hanya ada hiasan bunga, seluruh barang tersimpan rapi di lemari, kompor bersih, minim percikan minyak, tipsnya selalu dilap dengan air hangat setelah selesai memasak. Agar minyak tidak lengket. Kulkas tersusun rapi, selalu memakai wadah yang tertutup agar makanan tidak terkontaminasi.

Usahakan sinar matahari bisa menembus dapur, untuk mencegah bakteri-bakteri dan jamur berkembang biak.

Kalau dapur nyaman, setiap anggota keluarga merasa happy dan betah sehingga meningkatkan mood dan segala sesuatunya menjadi lancar. Dapur salah satu penunjang hidup sehat, kalo dapur kurang menyenangkan, jadi males masak, dan akhirnya kembali lagi ke kebiasaan lama, beli makan di luar, dan makan bebas.

Tetap jaga dapur agar bersih, rapi dan spark joy

Mari sematkan badge “very good” atas usahanya menjaga dapur tetap menyenangkan.








#tantangan30hari
#bundacekatan1
#tahapkepompong
#institutibuprofesional
#harikeduapuluhdelapan

Mastermind dan False Celebration

  Anggota Tim yang memberikan sarannya:  #ibupembaharu #bundasalihah #darirumahuntukdunia #hexagoncity #institutibuprofesional #semestaberka...